Balada Transjakarta, BRT Keramat

Transjakarta Ini sekedar tulisan iseng, jangan ditanggapi secara serius

     Bus keramat? Saya namakan demikian karena ada beberapa hal yang tergolong unik yang memang terjadi di Jakarta ini serta saya jadikan hal-hal tersebut terlihat dibuat-buat.

     1. Selama bus Transjakarta mengalami insiden kecelakaan entah itu tabrakan atau kebakaran, belum pernah terdengar satu pun kabar yang tersiar mengenai adanya korban jiwa berupa penumpang bus dalam hal tersebut.

     2. Selama kecelakaan yang merenggut nyawa seseorang atau lebih dikarenakan tertabrak bus Transjakarta, belum pernah adanya suatu desas-desus yang kemudian menjadikan tempat tersebut angker. Barangkali memang ada yang mau menghantui atau membalas dendam.

     3. Masyarakat kebanyakan tahu mengenai bus hantu, kereta hantu, taksi hantu, atau kendaraan umum lainnya yang memang disematkan oleh kata hantu. Tapi memang tidak pernah satu pun orang tahu mengenai keberadaan bus Transjakarta berhantu.

     4. Tidak pernah terdengar kisah-kisah seram yang berkaitan dengan Transjakarta, kecuali satu saya temukan, di mana ada seorang petugas yang pernah melihat hantu berupa seorang ibu yang menggendong anak dan membawa payung namun justru kedua tangan ibu tersebut dalam posisi memegang anaknya. Perlu dicatat bahwa, kejadian tersebut terjadi di JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) Cawang Ciliwung dan bukan di haltenya. JPO tersebut juga merupakan JPO lama yang kondisinya berbeda dengan JPO baru yang dibangun khusus untuk mengarah ke halte busway seperti Grogol 2, Cikoko dan BNN (yang di dalam halte).

     5. Beberapa hal yang telah dikenal angker kini raib begitu saja setelah adanya BRT ini. Contohnya adalah Terowongan Casablanca yang sekarang telah tak terdengar kisahnya lagi semenjak busway koridor 6 -rutin- beroperasi, juga seperti halnya jalan Rasuna Said yang dulunya terkenal angker. Juga kisah terkenal Rumah Pondok Indah yang kini tinggal kenangan setelah busway koridor 8 -rutin- beroperasi. Tetapi kisah Si Manis Jembatan Ancol mungkin masih tersiar dikarenakan lokasinya yang lumayan jauh dengan halte Ancol, dan rumah kentang di Prapanca yang masih menyebarkan bau kentangnya yang misterius kepada pengguna jalan di sekitarnya. Hal itu disebabkan tidak adanya bus Transjakarta yang beroperasi di kawasan tersebut hingga membuat ‘mereka-mereka’ masih ‘berani’. Jika memang ada rute busway di sana, saya yakin bau kentangnya akan berubah menjadi bau keringat amazing nan mulia dari para pekerja kantoran yang kelelahan.

     Sampai saat ini, poin-poin di atas masih berlaku, saya harap ini akan terus berlanjut ke depannya. Saya juga telah merangkum mengenai alasan-alasan mengapa tidak ada hantu busway. Silakan cek di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)