Review Halte Transjakarta Koridor 13 (28/02/2017)

halte transtvKoridor 13 Transjakarta yang melayani dari Universitas Budi Luhur sampai dengan Kapten Tendean jalan yang dilalui oleh koridor 13 adalah Jalan Ciledug Raya, Jalan Kebayoran Lama, Jalan Kyai Maja, Jalan Sisingamaraja, Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Kapten Tendean, Koridor 13 diperkirakan rampung sekitar bulan Juni 2016 dan dalam wacana PT Transportasi Jakarta akan dilengkapi dengan lift dan eskalator. (Wikipedia)


  • Trans TV

Dinamakan demikian karena letaknya persis di depan gedung stasiun televisi Trans TV. Akhirnya halte Indosiar memiliki teman setelah RCTI tidak ikut dalam penamaan halte Kebon Jeruk. Sebelumnya saya biasanya memulai review-review halte Transjakarta dari mulai halte yang paling ujung di ujung kota, namun kali ini sepertinya saya tertarik memulai dari halte ujung yang paling tengah kota, yaitu halte ini.

Sangat berdekatan dengan halte Tegal Parang, sepertinya akan dijadikan transit ke koridor 9. Hanya saja, bagaimana cara menyambungkannya? Di satu sisi, halte Tegal Parang terbelah menjadi dua dengan arah yang sangat bertolak belakang. Di sisi lain, punggung halte Trans TV justru menghadap ke arah yang berlawanan. Ah!

Haltenya masih di bawah flyover mengingat halte pertama. Akses masuknya dengan menggunakan zebra cross tanpa bantuan apapun seperti lampu lalu lintas. Areanya pun agak sedikit berbahaya mengingat kendaraan datang dari arah putar balik dan tikungan.

Untuk pembahasan selebihnya mengenai di mana letak pemukiman penduduk terdekat, sudah di bahas di halte Tegal Parang koridor 9.

  • Rawa Barat

Nama halte ini berasal dari nama kelurahan setempat. Letaknya persis di dekat perempatan Gereja Santa, jadi cukup strategis. Sebentar, untuk tiang JPOnya di sisi utara cukup untuk membuat perut saya sakit karena tergelitik. Kalian tahu? Tiangnya ditaruh di depan gerbang bangunan. Untung gerbangnya cukup besar hanya untuk mengizinkan sebuah mobil masuk. Biasanya memang ditentang oleh pemilik-pemilik gedung yang lain.

Tapi seriously developer, seriously?!! Koridor ini baru saja memotong lajur koridor 6 dan tidak dibuatkan transit??? Well, kasihan halte Mampang. Jadi apakah jika harus ke Koridor 13 dari koridor 6 harus transit dulu ke Kuningan Barat lalu transit lagi di Tegal Parang daripada just simply ‘kepeleset’ dari halte Mampang? Jika ada yang menyanggah, “Medan untuk dibuat transitnya kan sulit.” Well, apapun itu, saya tidak peduli. Ini seperti tidak memiliki manajemen perencanaan yang matang. Apa kata dunia jika mengetahui sebuah perpotongan rute yang tidak saling terhubung?

Halte ini sangat bersahabat dengan banyak sekolahan. Dari mulai kampus BSI, Tarakanita, kampus Interstudi, bahkan hingga Yayasan Daarut Tauhid.

  • Tirtayasa

Berlokasi jalan Tirtayasa di dekat halte tersebut. Sebenarnya landmark halte ini adalah SMK 29 Penerbangan karena memang sekolah tersebut persis di depannya. Sejujurnya saya benar-benar kaget setengah hidup begitu tahu halte ini memakai ramp dengan medan separah itu. Dan memang hanya ini satu-satunya halte berJPO dengan akses masuk berupa ramp.

Ramp sisi utara benar-benar brutal. Lahan KFC benar-benar dirampas telak demi dibangunnya ramp yang benar-benar memusingkan ini. Bahkan driver antar pesanan saja hingga sedikit kesulitan ingin keluar dari tempat parkir. Belum cukup dari itu, sedikit badan jalan juga diembat oleh ramp ini sehingga sedikit menyulitkan akses salip khususnya bagi pengendara roda dua.

Ramp sisi selatannya dibuat lurus tanpa kelokan. Sebenarnya ada kelokan dari rampnya, namun mungkin ada yang protes karena kelokannya itu mengambil 100+% trotoarnya, akhirnya dibetulkan. Dasar. Rampnya lurus dibuat ke arah barat menjauhi gerbang utama SMK 29, dan juga menjauhi gang yang banyak rumah penduduknya, bahkan ada taman, dan masjid. Itu semuanya dijauhi.

  • Centrale Stichting Wedropbow

Halte ini terletak di perempatan CSW. Mungkin hampir mirip dengan halte NV Olimo yang namanya disematkan untuk mengenang beberapa peristiwa sejarah penting.

Halte inilah menjadi sebab utama mengapa saya ingin mengawali review dari halte Trans TV, bukan Budi Luhur.

Parah. Cukup. Saya bahkan tidak tahu dari mana membahas halte yang super sadis nan kejam ini. Seluruh media membicarakan jahatnya halte ini. You know? 110 lebih anak tangga curam, setara 5 lantai gedung hanya untuk mencapai sebuah halte busway. Kadang bikin malu gedung ASEAN yang teronggok di sebelahnya, mungkin utusan ketika melihat halte ini akan berkata, “What the hell on earth is fkn that!“.

Setiap orang dan media pasti memberitakan bahwa halte ini sangat tidak ramah bagi penyandang disabilitas seperti ibu hamil, lansia, dan lain-lain. Apakah hanya sebatas itu? Memang itu semua yang paling prioritas, saya paham. Namun bagaimana dengan orang sakit? Atau orang yang bawa barang banyak? Atau ibumu? Bahkan ketika salah satu media menulis tentang bagaimana sang jurnalis mendaki jalan ‘aborsi’ tersebut, saya membacanya hingga ikut ngos-ngosan sendiri.

Hal itu terjadi karena flyover yang setinggi 20 meter untuk perpotongan MRT. Kabarnya akan dibangun lift di seberangnya atau dekat PLN Bulungan, dan eskalator depan JPOnya. Well, it’s ok, it must. You should implement that!

Halte ini saling potong dengan koridor 1 dan MRT. Namun coba tebak? No Transit! Tidak ada stasiun MRT dekat halte ini, dan tidak ada halte busway Koridor 1 dekat halte ini juga. Ampuuuunnn gusti! Tidak puaskah kalian dengan tidak saling menyambungnya koridor ini dengan koridor 6? Tapi katanya sih, mau dibangun halte tepat dibawah ini arah blok M, dan pintu masuk stasiun MRTnya ingin dibuat menghadap halte ini. Tidak masalah. Saya ingin tahu bagaimana kedepannya.

Kemudian kita lihat letak halte ini. Serba tanggung! Tanggung dari Mall Blok M Square dan Plaza, tanggung dari sekolah dan kampus, tanggung dari rumah penduduk, semuanya. Buset gilak! Siapa yang mau naik? Bayangkan setelah berjalan 500 meter lalu dihadapkan dengan halte macam ini. Saya awalnya berpikir halte ini akan dibangun di JPO sebelah kolam renang bulungan karena flyovernya lebih rendah dan jauh lebih ramah pemukiman penduduk.

AAAAAAAAAKKKK!!!

  • Mayestik

Halte ini diberi nama berdasarkan nama daerah tersebut. Jadi dulunya ada bioskop Belanda yang bernama bioskop Majestic yang sekarang jadi pasar Mayestik. Lokasinya dekat dengan taman Puring. Setidaknya ada angin segar setelah halte mengerikan tadi. Tadinya rencana ingin dibangunnya dekat RSPP, namun mungkin karena terlalu dekat dengan CSW, makanya dibuat di sini.

Tetapi tidak apa, ini lebih baik, lebih ramah pemukiman penduduk dan usaha setempat serta tempat ramai.

Karena tidak ada trotoar, tangga JPOnya di sebelah selatan langsung menginjak kawasan ruko.

  • Velbak

Halte ini diberi nama berdasarkan nama daerah tersebut. Sebentar, banyak banget ya nama halte yang berbau belanda disini ya? Tadinya namanya Pakubuwono, tetapi ternyata yang dipakai adalah ini. Velbak itu sendiri artinya bak sampah.

JPOnya di sisi utara benar-benar melangkahi jembatan sungai, jadi terlihat sedikit aneh. Sedangkan di sisi selatannya, lagi, dibuat di depan kompleks ruko. Katanya halte ini ingin dibuat menyambung dengan koridor 8 halte Pasar Kebayoran Lama, namun melihat kedua halte arahnya bertolak belakang, saya jadi pesimis.

  • Kebayoran Lama

Halte ini diberi nama berdasarkan nama daerah tersebut. Lokasinya persis di depan Carrefour, yang tadinya ingin dijadikan nama halte ini. Tetapi kalian tahu jika membaca review-review saya tentang halte busway sebelumnya, aturan penamaan sepertinya paling anti memakai pusat perbelanjaan.

Setidaknya jangan khawatir, halte ini cukup ramah perumahan penduduk.

Eh, satu lagi, hampir lupa. Tadi kan barusan lewat di atas jalur KRL Tanah Abang – Maja, terus tidak disambung lagi, begitu?

  • Sekolah Staf dan Komando TNI AL

Atau cukup disebut dengan halte Seskoal, karena berlokasi sekolah tersebut di dekat halte ini. Dari semua halte busway koridor 13, halte inilah yang paling awal dan cepat jadi. Lokasinya ramah pula dengan perumahan penduduk.

Namun kritik saya cuma satu, lebar tangga JPOnya sepertinya cukup sempit. Yang ini terlihat tidak ramah obesitas. Eh…

  • Cipulir

Halte ini diberi nama berdasarkan nama daerah tersebut. Lokasinya lagi, melayang di atas gedung ITC Cipulir. Halte ini dapat disebut sebagai adiknya halte CSW yang menyeramkan itu dengan disuguhi berbagai macam tangga yang mengerikan. Untung saja pihak developer mengerti akan hal ini dan memasang 2 set eskalator sempit yang ke haltenya dari pertengahan.

Peletakan tangganya dimulai dari menjebol sebagian dinding ITC sehingga terlihat berlubang dan dapat disambung dengan tangga asli dari ITC itu sendiri. Terintegrasi maksudnya? Saya lebih memilih integrasi normal seperti halte Pondok Indah 2. Lagipula medannya cukup berat untuk mereka yang berasal dari Ulujami. Tetapi ternyata untuk sisi utara sepertinya benar-benar dibuatkan bangunan baru di ITCnya sehingga benar-benar seperti PGC dan Pondok Indah Mall.

Awalnya saya pikir ada lift yang menempel dari sisi sebaliknya, karena dari sana paling dekat dengan perumahan penduduk. Haduh.

  • Swadarma

Halte ini diberi nama berdasarkan nama jalan didekatnya. Haltenya sama seperti halte-halte sebelumnya yang hanya diberi tangga sedikit lalu voila.

Namun untuk halte ini sepertinya tangganya langsung berada di depan jalan utamanya. Sehingga calon penumpang tercinta yang sudah jalan jauh dari rumahnya menuju perempatan swadarma, tidak perlu lagi berjalan jauh belok dari perempatan. Haltenya sudah di depan mata. Khususnya para calon penumpang yang dari arah selatan setelah menembus jalan yang ditutupi dengan kebun dan lahan kosong warga.

  • Jakarta Outer Ring Road – West 2

Halte ini diberi nama demikian karena berlokasi jalan tol lingkar luar W2 di dekatnya. WAIT! Baru kali ini ada halte Transjakarta yang dinamakan dengan nama jalan tol. Biasanya mereka tidak jauh-jauh dari flyover seperti yang mengerumuni nama halte koridor 11. Nama halte koridor ini banyak yang berupa singkatan dan kata asing…

Sisanya halte ini ramah pemukiman penduduk. Tetapi saya inginnya letak halte ini agak digeser sedikit ke barat agar memperbesar cakupan ke rumah-rumah penduduk.

Saya baru sadar ternyata karena minimnya lahan untuk peletakan tangga JPO, maka tangga di sisi utaranya menyerobot tempat usaha penduduk dan sisi sebaliknya melahap lapangan parkir sekolahan.

  • Budi Luhur

Berlokasi Universitas Budi Luhur di dekat halte ini. Terkadang cukup sedih begitu tahu ini adalah halte akhir dari koridor 13, padahal tadinya saya pikir akan sampai langsung ke terminal Ciledug. Semoga dapat dilanjutkan oleh pemerintah kota Tangerang.

Haltenya sangat ramah pemukiman. Lalu seperti halte Trans TV yang letaknya di bawah, aksesnya tanpa JPO, tanpa bantuan lampu lalu lintas, cukup zebra cross.

Haltenya terbelah menjadi dua, mungkin pintu penurunan dengan pintu keberangkatan. Namun lokasinya itu berada di tengah jalan jelas membuat kemacetan parah. Masalahnya lajurnya hanya satu dan haltenya sangat lebar. Semua pasti mengantri sambil menunggu bus menaikturunkan penumpang, kecuali jika ruas jalan dilebarkan.

Ah, koridor 13. Sepertinya dapat dinominasikan sebagai rute transportasi masal paling gagal sepanjang sejarah di dunia jika tidak melakukan berbagai perubahan.


GALERI FOTO

Disclaimer : Khusus koridor 13, seluruh foto yang ada di sini bukan foto saya tidak seperti galeri review koridor-koridor Transjakarta sebelumnya karena khusus koridor ini saya tidak memiliki waktu untuk memotret semuanya.

koridor131

Halte CSW, The Movie.

rute CSW 3 CSW 2 Halte Mayestik Halte Velbak 2 CSW Halte CSW Halte Velbak Halte Kebayoran Lama Halte Cipulir Halte Swadarma Tirtayasa Cipulir

2 Comments:

  1. Agita Fury Arsiandhi

    Memang koridor 13 sampai ciledug (PURIBETA)

    • Terima kasih atas komentarnya. Waktu saya menulis ini dapat dilihat di judulnya adalah pada bulan Februari, jauh sebelum halte Puribeta 1 & 2 dibangun.

      Mungkin saya akan update artikelnya. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)