Review Halte Transjakarta, Koridor 3 (19/06/2015)

 Transjakarta    Koridor 3 Transjakarta adalah koridor Transjakarta yang melayani rute dari Terminal Kalideres sampai halte Pasar Baru. Jalan-jalan yang dilalui koridor 3 adalah: Daan Mogot, Kyai Tapa, Hasyim Ashari, Hayam Wuruk/Gajah Mada, Juanda/Veteran, Pos, lalu berbelok memutari Kantor Pos Pusat melewati Lapangan Banteng Utara untuk kembali ke Kalideres. Koridor 3 terintegrasi dengan KA Commuter Jabodetabek di Stasiun Taman Kota, Stasiun Rawa Buaya, Stasiun Pesing dan Stasiun Juanda.


  • Kalideres

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yaitu Kalideres. Halte ini juga terletak di dalam terminal Kalideres, jadi dari sini penumpang dapat melakukan perjalanan hingga ke Merak, bahkan ke Sumatera dengan menggunakan bus-bus besar yang tentu saja harus membayar kembali sesuai tarif masing-masing.

     Area halte cukup strategis, dekat dengan rumah penduduk dan masjid. Bahkan di terminalnya itu sendiri terdapat mushalla yang terbilang cukup nyaman untuk ukuran mushalla terminal.

     Jika merujuk kepada stasiun Kalideres, justru keduanya memiliki jarak yang cukup jauh hingga 1 Km. Dan akses penghubungnya adalah naik angkutan umum yang bertujuan ke arah Pasar Semanan.

  • Pesakih

     Nama halte ini berasal dari nama kampung dimana halte ini berada yaitu Kampung Pesakih. Jadi memang lokasi halte ini berada di kawasan yang bertemakan Bali. Ada jalan Tanah Lot, Gilimanuk, Ubud, Tampak Siring, Jimbaran, Kintamani, dan… lho, Kuta tidak ada? Pada awalnya saya pikir sumber penamaan haltenya tidak jauh dari gapura besar di dekatnya.

     Haltenya gersang, ramp akses dan JPOnya pun terkesan sudah tua, seperti mau rubuh. Sangat tidak terawat meskipun tidak jauh dari situ terdapat kawasan elit Mall Daan Mogot atau Daan Mogot Baru. Tanya mengapa?

  • Sumur Bor

     Nama halte ini di ambil dari nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu Jalan Sumur Bor. Penamaannya agak aneh memang, namun mungkin memiliki sejarah sendiri yang amat berharga.

     Halte ini juga agak sedikit lucu, dengan penempatan yang benar-benar memanfaatkan sarana dan agak cerdas seperti yang terlihat pada ramp akses menuju JPO di Jalan Sumur Bornya itu sendiri dan merupakan halte Transjakarta kedua yang memiliki akses ramp menuju halte dengan dua kali kelokan setelah Sawah Besar. Karena tidak seluas Sawah besar, saya agak khawatir jika suatu saat bagian atap bus ‘tergores’ dengan salah satu kelokan tersebut. Namun ternyata itu hanya sebatas perasangka.

  • Rawa Buaya

     Nama Halte ini sendiri di ambil dari nama Kelurahan yang berada di dekatnya yaitu Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Merupakan halte yang paling ramai di kawasan paling barat Jakarta. Namun coba tebak, halte ini tidak memiliki ramp! Semua akses memakai tangga yang tidak memiliki kelokan, di mana ini satu-satunya halte Transjakarta yang modelnya seperti ini. Haltenya sangat panjang, apalagi setelah diekstensi.

     Letaknya juga cukup gersang dan dekat dengan pintu tol Jakarta Lingkar Luar W1. Namun jangan salah, terdapat stasiun yang bernama sama, namun seperti stasiun Kalideres, stasiun Rawa Buaya letaknya sangat jauh dari halte ini, dan saya belum tahu angkutan apa yang menghubungkannya. Karena awalnya saya kira banyaknya jumlah penumpang adalah hasil terusan dari stasiun tersebut.

  • Jembatan Baru

     Nama Halte ini berasal dari nama daerah tersebut. Tidak ada yang terlalu spesial dengan halte ini. Hanya saja ramp akses masuk JPO yang di sebelah utara hanya disangga dengan 5 silinder (biasanya 6 hingga 8) karena kebanyakan ‘melangkahi’ pintu-pintu masuk lebar yang berada di bawahnya.

     Karena alasan perbaikan jalan, hingga ditulisnya review ini halte Jembatan Baru masih ditutup. Padahal baru diekstensi walaupun setiap hujan halte ekstensi barunya tersebut tidak tahan akan bocornya yang keluar melalui sela-sela lampu halte. Hal ini terjadi seperti tidak adanya kordinasi dengan dinas yang bersangkutan atau manajemennya yang kurang bagus.

  • Dispenda Samsat Barat-Pusat

     Halte ini berdekatan dengan Kantor Samsat Kota Administrasi Jakarta Barat. Nama Haltenya sendiri berasal dari Kantor Samsat tersebut, yang biasa di sebut Dispenda. Bernasib sama seperti Jembatan Baru, halte ini tidak digunakan selama kurang lebih satu tahun karena peninggian jalan. Namun kabar baiknya, halte ini ditinggikan dan telah dioperasikan kembali pada akhir mei 2015 kemarin.

  • Jembatan Gantung

     Nama Halte ini berasal dari nama daerah tersebut. Saya kadang merasa terbalik urutan halte ini dengan halte Jembatan Baru. Selebihnya saya tidak tahu ingin komentar apa dengan halte ini.

  • Taman Kota

     Nama halte ini di ambil dari nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu Jalan Taman Kota. Pertama kali saya melewati halte ini adalah bertanya, “di mana tamannya?” Lebih mirip kawasan industri daripada taman.

      Di dekatnya ada stasiun Kembangan yang kemudian berubah nama menjadi Taman Kota dan baru dibuka kembali pada tanggal 16 Juni yang lalu.

  • Indosiar

     Nama Halte ini sendiri di ambil dari nama gedung stasiun televisi Indosiar yang terletak tepat di depan halte busway ini. Koridor 3 memang bersinggungan dengan KRL garis coklat tujuan Duri-Tangerang, namun stasiunnya banyak yang berjauhan meskipun bernama sama, kecuali Taman Kota.

     Begitu pula dengan stasiun Pesing, memiliki jarak sekitar lebih dari 1 KM dari halte Indosiar, di mana hingga saat ini halte terkait merupakan satu-satunya nama halte yang memakai nama sebuah stasiun TV (jika koridor 13 tidak memakai nama Trans TV).

  • Jelambar

     Nama halte ini berasal dari Kelurahan Jelambar di mana halte ini berada. Di depan ini juga terletak Mall Ciputra dan stasiun pengisian bahan bakar gas untuk Transjakarta. Namun halte terakhir yang dilewati jika bus ingin mengisi BBG adalah Indosiar, bukan halte ini.

    Halte ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari halte Grogol 2, dan merupakan jarak halte terdekat non transit dalam sejarah Transjakarta.

  • Grogol 1

     Nama Halte ini berasal dari Terminal Grogol yang berada dekat dengan halte ini, dan per tanggal 10 November 2013 diganti menjadi Halte Grogol 1, 12 Mei Reformasi, dengan tujuan untuk mengenang peristiwa 12 Mei yang biasa disebut Tragedi Trisakti, yang terjadi di daerah tersebut. Di dekatnya ada terminal Grogol. Sudah.

  • Sumber Waras

     Nama halte ini berasal dari nama Rumah Sakit di dekatnya yaitu Rumah Sakit Sumber Waras. Ini merupakan halte terbaik jika para penumpang ingin menuju ITC Roxy Mas dikarenakan sepanjang jalan dari Harmoni hingga halte ini tidak ditemukannya halte.

  • ITC Roxy Mas (Rencana)

     Saya tidak tahu tepatnya apakah halte ini akan dibangun atau tidak, tetapi namanya tertera pada petunjuk baru di halte Sumber Waras yang diekstensi. Saya menduga halte ini akan menggunakan JPO hijau yang tergeletak manis sebelum Flyover Roxy.

  • Harmoni Central Busway

     Lih. Review Halte Koridor 1.

  • Pecenongan

     Lih. Review Halte Koridor 2.

  • Juanda

     Lih. Review Halte Koridor 2.

  • Pasar Baru

     Halte ini berdekatan dengan daerah Pasar Baru. Merupakan halte koridor 3 yang bukan punya koridor 3, bahkan trayeknya harusnya Kalideres-Harmoni dan bukan Pasar Baru yang notabene hanya dilalui oleh koridor 7A (Harmoni-PGC) kebanyakan dan itupun hanya satu arah. Koridor lainnya hanya koridor 2B (Kalideres-Pulogadung) yang memang memiliki headway yang dapat merontokkan rambut seseorang.

     Adapun koridor 3 hanya sesekali mampir di halte ini, untuk kisaran jumlah 1:5.

     Fakta Menarik : Orang tinggi harus menunduk jika ingin melewati jembatan sungai di sebelahnya dikarenakan akses ramp menuju halte sangat rendah. Dan jangan tertukar dengan halte Pasar Baru Timur yang berdekatan dengan halte ini, meskipun sudah milik koridor lain.


 Kesimpulan :

  1. Meskipun bersinggungan dengan KRL Brown Line jurusan Duri – Tangerang, halte busway koridor 3 yang terdekat dengan stasiun hanyalah Halte Taman Kota, ke Stasiun Taman Kota. Sedangkan halte Indosiar ke Stasiun Pesing mencapai jarak yang lebih dari 1 KM. Begitu pula dengan Halte Rawa Buaya ke Stasiun Rawa Buaya, dan Halte Kalideres ke Stasiun Kalideres.
  2. Keseluruhan halte memiliki lokasi yang cukup strategis, meski Daan Mogot bukanlah jalan yang bersahabat dengan busway.

‘Sedikit’ Galeri Koridor 3

Transjakarta

Senja di Halte Pesakih

Transjakarta

JPO Halte yang Tidak Terawat.

Transjakarta

Suasana Mendung di Halte Pesakih

Transjakarta

Halte Indosiar

Transjakarta

Penumpang yang Harus Menunduk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)