Review Halte Transjakarta, Koridor 5 (21/02/2016)

 Transjakarta Koridor 5     Koridor 5 adalah koridor bus Transjakarta yang beroperasi dengan jurusan Ancol (Jakarta Utara) sampai Terminal Kampung Melayu (Jakarta Timur). Jalan-jalan yang dilalui koridor 5 adalah sepanjang Jalan Gunung Sahari, Jalan Pasar Senen, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Matraman, Jalan Jatinegara Barat/Timur dan tiba di Terminal Kampung Melayu. Di koridor tersebut melewati jalur kereta api seperti di Jalan Gunung Sahari (Jalur kereta api Rajawali – Kampungbandan). Dari halte Senen sampai dengan Pasar Jatinegara, beberapa halte dekat dengan Stasiun KRL, seperti halte Kampung Melayu dengan Stasiun Tebet.


  • Ancol

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Ancol. Perlu dicatat bahwa jika ingin keluar dari halte Ancol harus membaya tiket masuk wahana pantai Ancol senilai Rp. 20.000,-. Fasilitas yang bisa dinikmati jika tidak ingin keluar dari halte hanyalah mushalla halte dan beberapa tempat penjualan makanan atau minuman ringan.

     Saya tidak tahu apakah halte ini dibangun khusus mereka yang hanya ingin pergi ke dan pulang dari wahana Ancol atau orang dari luar juga dapat akses masuk ke halte ini?

  • Pademangan

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Pademangan. Saya kerap salah baca nama halte ini menjadi “Pamadegan”. Letaknya yang langsung di depan WTC Mangga Dua dan lumayan bersahabat dengan pemukiman membuatnya cukup ideal untuk ukuran sebuah halte busway.

     Saya tidak ada sesuatu yang ingin dibahas lagi mengenai halte ini, next!

  • Gunung Sahari Mangga Dua

     Halte ini berada di jalan Gunung Sahari dan terletak di depan Mangga Dua Square. Nama halte busway pertama yang paling panjang, namun tidak untuk yang terpanjang. Lokasinya lagi-lagi dekat, em maksud saya di depan pusat perbelanjaan Mangga Dua Square sehingga kerap disebut dengan halte Mangga Dua Square. Ada pun sisi timur ramah pemukiman penduduk, cukup ideal, meski akses masuk JPO di sisi timur menggunakan ramp yang sangat tidak merata kemiringannya.

     Saya biasa berhenti di halte ini untuk jalan masuk ke dalam kantor pajak yang berlokasi tepat di depan halte ini di sisi timur untuk menyambangi masjidnya yang boleh dikatakan nyaman dan sejuk, jadi ingin memiliki rumah dengan nuansa seperti itu hehe.

     Setelah shalat biasanya saya ‘nongkrong’ bersama laptop tercinta di tempat tongkrongan yang tidak jauh dari sana (S*vel).

  • Jembatan Merah

     Nama halte berasal dari nama kawasan di sekitarnya. Sebenarnya nama Jembatan Merah ini juga ada di kawasan Tebet Saharjo, dekat Balai Sudirman, yang mungkin nanti koridor 14 yang melewati daerah sana tidak memberikan nama yang sama pada haltenya.

     Halte ini juga dekat stasiun KRL Rajawali, dari halte masuk jalan Industri III tinggal lurus mentok belok kanan. Jangan lupa menutup hidung sebelum masuk ke dalam stasiun. Yup, ada banyak itu… (Sampah maksudnya, jangan berpikir lebih ekstrim.)

  • Lautze (Rencana)

     Lagi, ini hanya angan-angan saya saja untuk dibangun halte ini yang berlokasi dekat jalan Lautze dan Kartini. Uniknya, saya ingin akses masuk halte ini menggunakan 2 JPO sekaligus (JPO Kartini dan Lautze) sehingga memiliki 2 kasir. Sayangnya jarak di antara kedua JPO ini sekitar 500 meter, bagaimana ya? Inginnya sih JPOnya dibuat menjadi semakin dekat.

  • Pasar Baru Timur

     Nama halte berasal dari nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu Pasar Baru Timur. Halte ini juga memiliki nama lain yaitu halte Angkasa karena terletak di dekat jalan Angkasa.

     Saya pernah turun di halte ini untuk mencari masjid, namun ketika selesai dan keluar masjid saya tersasar hingga saya berjalan saja di sekitar gang-gang pemukiman. Alhamdulillah akhirnya melihat halte busway lagi, tetapi akses masuk JPOnya yang ini memakai ramp, bukan tangga. Seingat saya Pasar Baru Timur memakai tangga. Setelah di dekati ternyata halte itu adalah Pasar Baru (saja), milik Koridor 3.

     Cape deehh…

     Oh, iya. Halte ini juga berdekatan dengan stasiun Kemayoran meski jaraknya sekitar 550 meter. Sedangkan satu-satunya landmark halte ini adalah Mall Golden Truly.

  • Budi Utomo

     Nama halte berasal dari nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu jalan Budi Utomo. Tidak ada yang spesial dengan halte ini, namun ketika turun di sisi barat akan didapatkan sebuah mushalla imut, meski saya tidak tahu berasal dari mana yang shalat di sana karena cukup jauh dari perumahan penduduk.

  • Senen Sentral

     Halte ini terletak di Kecamatan Senen, tepat di depan Pasar Senen. Saya tidak tahu apa maksudnya ada embel-embel Sentral di sini.  Padahal untuk halte transit mengapa tidak simpel saja menamakan Senen 1 untuk Koridor 2 dan Senen 2 untuk koridor 5? Atau untuk koridor 5 dinamakan saja Flyover Senen karena letaknya memang di bawah Flyover?

      Perlu dicatat, bus yang berhenti di sini khusus arah Kampung Melayu atau dari Kampung Melayu. Lintas koridor seperti Harmoni – PGC atau Ancol – PGC lewat flyover. Jadi siap-siap headwaynya bengkak.

     Landmark halte ini juga bermacam-macam. Ada bioskop Senen, pasar Senen, stasiun Senen, terminal Senen, dan hari Senen.

  • Pal Putih

     Nama halte ini di ambil dari nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu jalan Pal Putih. Ada Pal Merah, ada Pal Putih. Hidup Indonesiaku! Well, Pal Merah itu nama kecamatan, dan Pal Putih -hanya- nama Jalan, selebihnya nanti lihat review halte koridor 9 yang berhubungan dengan Pal Merah. Dengar-dengar koridor 14 (lagi?) ingin merencanakan pembangunan sebuah halte busway yang bernama Pal Batu. Dari merah, terus putih, terus batu? BATU?

     Halte ini juga ramah pemukiman penduduk. Bahkan yang menjadi landmark halte ini adalah masjid, Al-Furqan namanya. Halte ini juga dinamakan Rivoli karena bagi mereka yang sempat lahir di era Orde Baru tahu akan bangunan yang telah diratakan dengan tanah ini. Menyimpan kisah Tragis-Romantis, selengkapnya untuk Rivoli silakan baca di sini.

  • Kramat Sentiong NU

     Nama halte ini berasal dari Kantor PB Nahdlatul Ulama yang terletak tak jauh dari halte dan nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu Jalan Kramat Sentiong. Padahal gedung NUnya lumayan jauh, jika tidak salah harus menyebrang dulu.

     De Javu stasiun KRL dan Koridor 3. Masih ingat Kalideres dan Rawa Buaya? Iya, betul. Jarak halte ini dan stasiun KRL Gang Sentiong memang cukup, atau bahkan sangat jauh.

  • Salemba UI

     Terletak Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran di Jalan Salemba Raya dekat halte tersebut. Pembahasan untuk halte ini kira-kira sama seperti halte UNJ. Saya tidak ingin menjelaskannya lebih lanjut.

  • Salemba Capitol Park Carolus

     Nama halte ini berasal dari nama Rumah Sakit di dekatnya yaitu Rumah Sakit St. Carolus. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo juga terletak dekat halte ini. Capitol Park? Plang penamaannya yang berwarna hijau menempel di JPO tertulis demikian, memang ada tulisan besar “Capitol Park” di depan rumah sakitnya.

     Uniknya, sisi barat halte memiliki akses masuk JPO dengan Eskalator, mungkin ini efek dari Capitol Park itu kali ya? Sedangkan sisi timurnya hanya ramp biasa. Lucunya, mungkin karena melangkahi pagar yang cukup lebar, di mana silinder penyangganya berjauhan, maka ramp juga ikut di topang dengan 2 buah besi diagonal di silinder penyanggnya. Sedikit terlihat aneh sepertinya.

  • Matraman 1

     Lihat pembahasan Matraman 2 di Koridor 4.

  • Tegalan

     Nama halte ini berasal dari nama daerah atau jalan setempat, yakni Tegalan. Juga terdapat gedung Gramedia di dekat halte ini sehingga halte ini sering disebut Matraman Gramedia. Lokasinya cukup strategis, dan…

     Btw itu ujung tangga sisi timur JPO kenapa miring?

  • Slamet Riyadi

     Nama halte ini di ambil dari nama jalan yang berada di dekatnya, yaitu jalan Slamet Riyadi. Halte ini berada di depan Sekolah Tinggi Hukum Militer. Jalan Slamet Riyadinya justru agak jauh dari haltenya.

     Pernah ada petugas bercerita, seorang petugas bernama Slamet Riyadi di tempatkan di halte ini. Bagaimana perasaannya? “Ini halte nenek moyang gueh!!”

     Halte ini juga ‘dekat’ stasiun KRL Pondok Jati. Namun harus berjalan sekitar 500 meter dulu ke dalam jalan Pal Meriam. Entah itu koridor 3, dan 5 yang nyata-nyata bersinggungan dengan KRL (hampir), memiliki angkutan integerasi yang nampaknya hanya diperhatikan dengan setengah jantung.

  • Kebon Pala

     Nama halte ini berasal dari nama jalan dekat halte tersebut, yakni Jalan Kebon Pala. Jangan tertukar dengan kelurahan Kebon Pala yang ada di sebelah Cawang. Karena Kebon Pala yang ini hanya nama jalan. Di Kelurahan Kebon Melati juga ada nama jalan Kebon Pala. Apa dulunya salah satu hasil pertanian paling mendominasi di Jakarta adalah pala? Anyone?

  • Pasar Jatinegara

     Halte ini hanya 1 arah, namun dijadikan transit. Nama haltenya berasal dari nama Pasar di dekatnya yaitu Pasar Jati Negara. Uniknya, seperti Manggarai yang baru, akses masuk JPOnya ada 3, tangga semua. *tepukTangan

  • Jatinegara RS. Premier

     Nama halte ini berasal dari nama Rumah Sakit di dekatnya yaitu Rumah Sakit Premier Jati Negara. Satu arah juga. Yang terlewat halte ini bisa naik Koridor 5 atau 11 dari Kampung Melayu, kemudian berputar arah kembali.

     Sebenarnya ini milik Koridor 11 dan Koridor ini tidak berhenti di sini. Namun karena adanya protes dari para penumpang jadi akhirnya halte ini resmi milik dua koridor, 5 dan 11.

  • Kampung Melayu

     Halte ini dinamakan demikian karena letaknya di dalam terminal Kampung Melayu, dan tepat di bawah flyover Kampung Melayu. Akses masuknya memang tanpa JPO jika dari dalam terminal, namun jika dari luar terminal disediakan JPO yang jaraknya dari ujung terminal hingga ujungnya lagi.

     Haltenya sangat besar sehingga cukup dipakai hingga pergantian 3 koridor (saingan dengan Harmoni, namun dalam skala kecil). Dan diperluas lagi sehingga menyentuh bahu jalan arah Ancol, sehingga tujuan Harmoni atau Ancol dari PGC bisa mampir dahulu di halte ini meski arah sebaliknya tidak.


‘Sedikit’ Galeri Koridor 5

Transjakarta Koridor 5

Gambar yang pernah diberi ‘penghargaan’ oleh mantan direktur utama PT. TJ Bapak ANS. Kosasih.

Sisanya menyusul, disculpe las molestias…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)