Review Halte Transjakarta, Koridor 8 (28/02/2016)

Transjakarta Koridor 8      Koridor 8 adalah koridor bus Transjakarta yang beroperasi dengan jurusan Terminal Lebak Bulus sampai Harmoni Sentral. Jalan-jalan yang dilalui koridor 8 adalah sepanjang Jalan Pasar Jumat, Jalan Ciputat Raya, Jalan TB Simatupang, Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Arteri Pondok Indah, Jalan Teuku Nyak Arif, Jalan Letjen Supeno, Jalan Panjang, Jalan Daan Mogot, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Kyai Tapa, Jalan KH Hasyim Ashyari dan Jalan Gajah Mada/Hayam Wuruk. Halte Pasar Kebayoran Lama menjadi satu satunya halte di koridor 8 yang terintegrasi dengan KRL Jabodetabek di Stasiun Kebayoran yang melayani rute Tanah Abang-Serpong/Parung Panjang/Maja. (Wikipedia)


  • Lebak Bulus

     Halte ini dinamakan demikian karena letaknya di dalam terminal Lebak Bulus. Tadinya halte ini ada di bagian utara terminal. Dulu sewaktu masih di utara, halte ini punya 2 pintu keberangkatan, yang notabene calon penumpang bisa naik dari mana saja yang mereka suka asalkan ada bus yang sedang ngetime di sana. Haltenya luas, walaupun tempat antrian busnya sempit, bahkan bus yang sedang antri bisa meluber ke jalan raya. Apa mungkin ini alasan armadanya disedikitkan ya? (Suuzh-zhan)

     Setelah ada proyek pembangunan MRT, haltenya dipindah ke selatan dengan desain khas halte ‘ganti rugi’ MRT. Namun coba tebak, haltenya makin sempit, arealnya pun makin sempit, dunia ini makin sempit sampai gate turnstilenyapun dibuat miring. Cuma saya bertanya-tanya, apakah dengan desain halte yang seperti ini penumpang yang turun jika ingin naik lagi tidak perlu bayar lagi? Jika memang begitu jadinya maka penumpang yang berasal dari Pondok Pinang akan sangat berbahagia…

  • Pondok Pinang

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Pondok Pinang. Mirip halte Tanah Merdeka Koridor 7, satu arah, dan sama-sama halte kedua setelah halte awal. Jadi halte ini hanya dapat melayani penumpang yang bertujuan ke arah Harmoni, namun tidak sebaliknya. Setidaknya satu arahnya halte ini jauh lebih masuk akal dibandingkan halte Tanah Merdeka yang sebenarnya bisa + banget dibuat 2 arah.

     Haltenya pun ga niat, ga jelas, malu-malu, atau apa, saya pusing. Nyempil di pinggir akses masuk jalan tol dengan bermodalkan lampu lalu lintas sebagai area penghubung dengan calon penumpang.

  • Pondok Indah 1

     Letaknya di kawasan perumahan Pondok Indah. Walaupun namanya ada embel-embel angka tetap saja ini bukan halte transit, bahkan jarak halte Pondok Indah 1 dengan halte Pondok Indah 2 boleh dibilang sangat jauh. Namanya menipu seolah-olah jarak kedua halte dekat seperti halte Pasar Kramat Jati dan Pasar Induk Kramat Jati Koridor 7.

     Ini halte adalah halte elit walaupun akses masuknya hanya bermodal zebra cross. Saya juga tidak tahu tujuan dibangunnya halte ini karena setelahnya tidak akan ada halte lagi sepanjang perumahan Pondok Indah. Mungkin mereka berprasangka bahwa orang-orang elit bukan levelnya naik bus Transjakarta.

  • Pondok Indah 2

     Letaknya di kawasan Pondok Indah Mall. Well, apa susahnya memberi nama halte ini dengan nama Pondok Indah Mall, dan halte Pondok Indah 1 dengan nama perumahan Pondok Indah. Atau jika hal itu menyalahi kaidah Transjakarta karena tidak ada pusat perbelanjaan yang menjadi nama halte (Tapi PGC?) itu tidak mengapa, namun penamaan juga bisa memakai nama jalan di dekatnya seperti Duta Niaga, Alam Elok, dan sebagainya daripada menggunakan nama halte yang dapat menyebabkan kerancuan?

     Mallnya pun ikut-ikutan, terbelah menjadi 2 bagian, yaitu Pondok Indah Mall 1 dan Pondok Indah Mall 2. Aih…

     Seperti PGC di mana haltenya terintegrasi langsung dengan pusat perbelanjaan Pondok Indah Mall namun dengan ramp yang sangat panjang, serta calon penumpang ‘dipaksa’ masuk dari mallnya untuk hinggap di halte yang cukup ramai ini.

     Catatan, ini adalah halte pertama yang ada toiletnya untuk para calon penumpang tercinta, cuma saya tidak yakin keran airnya masih berfungsi atau sudah rusak.

  • Tanah Kusir Kodim

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Tanah Kusir. Di dekatnya terdapat gedung Komando Distrik Militer. Kawasan elit yang tadi sudah berakhir, sekarang berganti jadi kawasan toleransi. Mengapa toleransi, JPO halte ini menjadi jembatan untuk kawasan elit di sebelah barat dengan kawasan campuran di sebelah timur. Haltenya pun strategis, saya suka.

  • Kebayoran Lama Bungur

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Kebayoran Lama. Di dekatnya terdapat jalan yang bernama jalan Bungur. Sebenarnya jalan Bungur yang dimaksud di sini cukup jauh, sedangkan nama jalan di sekeliling halte ini bernama Praja Dalam.

     Masih dalam kawasan toleransi, sama seperti Kusir Kodim.

  • Pasar Kebayoran Lama

     Halte ini berada di dekat Pasar Kebayoran Lama, dengan akses masuk yang cukup sulit karena menyebrang di tempat ini dari arah pasar bukanlah hal yang mudah. Seperti penjelasan di paling atas, halte ini merupakan satu-satunya halte yang paling dekat dengan stasiun KRL Kebayoran walaupun untuk ukuran stasiun tetap jaraknya boleh dibilang sangat lumayan bagi pejalan kaki.

     Haltenya sangat luas untuk halte non-transit. Atau memang sudah disiapkan untuk dibuat transit ke koridor 13 melalui flyover? Halte ini juga merupakan halte yang paling dekat untuk mereka yang ingin pergi ke Gandaria City. Iya, kamu tidak salah baca, memang halte ini yang paling dekat ke sana. Sekitar 400 meter. Lalu mengapa tidak dibuatkan halte di sekitar Gandaria City yang nyata-nyata juga strategis dan ramah pemukiman? Jawabannya adalah karena Transjakarta lewat underpass.

     Oh iya, di dalam halte ini ada ruang shalat, namun keran air untuk berwudhunya ada di luar halte.

  • Simprug

     Nama halte ini di ambil dari nama sebuah jalan di dekatnya, yaitu jalan Simprug. Setelah dibahas mengenai kawasan elit dan kawasan toleransi, sekarang masuk ke kawasan terisolir. Yang mana harusnya halte ini panen penumpang dari pemukiman padat penduduk, semuanya terhalangi kawasan-kawasan elit yang membentang di sekeliling halte. Normalnya jarak pemukiman terdekat ke halte ini adalah sekitar 50-100 meter, namun karena kasus di atas, harus berjalan hingga hampir 500 meter untuk mencapai setidaknya satu rumah penduduk kawasan campuran.

     Landmark halte ini adalah salah satu universitas ternama di Indonesia untuk bidang Teknologi dan Informatika.

  • Stasiun Permata Hijau (Rencana)

     Yakk, betul sekali. Hanya sebatas angan-angan. Lagipula memang stasiunnya tidak ada atau belum dibangun. Dulunya stasiun ini masuk rencana pembangunan bahkan eksistensinya terpampang jelas jika kalian membeli peta Jakarta besar keluaran tahun 2004.

     Mengingat lokasinya sangat, sangat strategis untuk dibangun sebuah stasiun KRL, semoga kedepannya stasiun ini dapat dibangun berikut halte buswaynya.

  • Permata Hijau

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, Permata Hijau. Halte yang sok ingin menjadi penengah alias dibangun di tengah-tengah, justru akses ke pemukiman malah semakin jauh. Tidak percaya? Buktikan sendiri dengan membuka Google Maps.

     Nama asli halte ini adalah ITC Permata Hijau, namun ITCnya dihilangkan mengingat halte busway paling -anti- dinamakan dengan nama pusat perbelanjaan. Tetapi kok PGC bisa lolos ya?

  • Permata Hijau RS. Medika

     Nama halte ini di ambil dari nama sebuah rumah sakit di dekatnya, yaitu Rumah Sakit Medika yang terletak di Permata Hijau. Saya bersyukur sekali halte ini tidak seperti Permata Hijau yang sok itu. Halte ini sangat ramah pemukiman dan bahkan masjid, saya senang.

  • Pos Pengumben

     Nama halte ini berasal dari nama kawasan setempat, yaitu Pos Pengumben. Saya tidak peduli walaupun jalan Pos Pengumben yang dimaksud memang cukup jauh, namun halte ini telah membuka pintu kebahagiaan oleh setiap orang yang ingin mampir di dalamnya meski hanya dijembatani oleh sebuah gang kecil. Yang di sisi timur masuk dari celah pom bensin, sedangkan yang satunya lurus terus hingga membelah kebon.

     Jangan salah arah untuk mencari pemukiman penduduk jika ingin turun di sisi barat, jika yang ditemukan adalah truk sampah, berarti salah arah.

  • Kelapa Dua Sasak

     Nama halte ini berasal dari nama kawasan setempat, yaitu Kelapa Dua. Di dekatnya terdapat jalan yang bernama jalan Sasak. Namanya aneh, serasa berada di daerah Indonesia yang paling timur. Mungkin kata Kelapa dan Sasak menjadi penyebabnya padahal saya tidak begitu tahu sasak itu apa artinya.

     Halte ini juga membuka pintu kebahagiaan bagi para calon penumpang seperti Pos Pengumben, namun jauh lebih lebar lagi. Bahkan saking bahagianya, warung nasi tepat di depan ramp akses masuk JPOnya yang seperti ular itu memasang spanduk bahwa warung nasinya tepat di depan halte busway, bahkan tidak cukup satu, melainkan hingga tiga buah spanduk!

     Kelapa Dua Sasak juga merupakan halte yang paling ‘merakyat’ di koridor 8. Sisi uniknya, trotoar sisi timur tempat JPOnya berada terpisah dari pinggir jalan sehingga calon penumpang diharuskan menyebrang ‘sedikit’ untuk menggapai akses masuk haltenya.

  • Kebon Jeruk

     Nama halte ini berasal dari nama kawasan setempat, yaitu Kebon Jeruk. Di dekat halte ini juga terdapat Gedung Stasiun Televisi RCTI. Makanya tak ayal halte ini juga disebut halte RCTI atau Kebon Jeruk RCTI. Haltenya tergeletak bebas begitu saja di tengah jalan. Akses masuk pun kosong, tanpa zebra cross, lampu lalu lintas, atau apapun.

     Letaknya juga lumayan jauh dari terminal bus antar kota Kebon Jeruk. Jadi ya sudah, yang haltenya khusus orang-orang kawasan itu saja.

  • Duri Kepa

     Nama halte ini berasal dari nama kawasan setempat, yaitu Duri Kepa, atau Kepa Duri, atau terserah. Harusnya haltenya agak lebih sedikit ke utara karena di sanalah banyak perumahan penduduk. Selebihnya halte ini tidak spesial. Pintu kebahagiaannya ternyata sudah ditutup lagi.

  • Kedoya Ashshiddiqiyyah

     Halte ini tepat berada di depan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah pusat yang berlokasi di Kedoya. Pertama kali saya melihat nama halte ini sebelum akhirnya saya mampir ke koridor ini saya bertanya-tanya ini nama halte apa-apaan? Ashshiddiqiyyah? Nama masjid? Nama jalan? Atau nama kawasan?

     Namun setelah saya mencari-cari sumber penamaannya dan itupun posisi saya ada di dalam bus, cukup sulit memang apa lagi pada saat itu saya sedang menuju arah Harmoni. Yang ada hanyalah tulisan Sun Rise Garden. Gagal.

     Tidak puas, pada kesempatan yang lain menuju Lebak Bulus saya pasang mata untuk mencari sumber penamaannya. Ternyata, saya tertawa cukup keras bahkan hampir tidak bisa dihentikan karena selama ini ada plakat yang tertutupi halte dari arah barat menempel di tembok gedung yang ternyata nama gedung yang unik tersebut adalah Pondok Pesantren Ashshiddiqiyyah. Masya Allah Tabarakallah!

     Saya sesekali pernah turun di haltenya dan ternyata penumpangnya banyak yang syar’i. Tentu saja mungkin itu adalah santri yang sedang diberi kebebasan di hari liburnya, atau apapun itu saya tidak tahu. Rasanya memang sangat senang sekali.

     Untuk ramp JPO di sisi barat telah dipindah posisinya ke arah taman kecil dipinggir jalan persis seperti ular kejang-kejang setelah sebelumnya normal disebabkan mungkin ada pekerjaan umum seperti galian atau yang lainnya. Saya tidak tahu.

     Yang sangat disayangkan, meskipun nama haltenya syar’i, pintu kebahagian sepertinya belum terbuka karena mungkin disebabkan akses masuk perumahan penduduk terhalangi gedung pesantren dan yang lainnya. Atau ada gang kecil sebagai jembatan penghubung ke pemukiman? Semoga saja ada… Apa mungkin ini sudah masuk kawasan elit?

  • Kedoya Green Garden

     Halte ini berada di kawasan Green Garden daerah Kedoya. Setelah namanya yang islami, kini namanya yang kebarat-baratan. Saya pikir ini adalah kawasan bisnis atau apartemen, namun cuma pemukiman biasa. Untuk halte Asshiddiqiyyah saja pintu kebahagiaan belum terbuka apalagi halte dengan nama seperti ini.

  • Indosiar

     Untuk pembahasannya, lihat Koridor 3.

  • Jelambar

     Untuk pembahasannya, lihat Koridor 3.

     Sebenarnya halte ini bukan milik koridor 8, namun seperti halte Premier Jatinegara, akhirnya koridor yang bukan miliknya pun boleh berhenti di sini.

  • Grogol 2

     Untuk pembahasannya, lihat Koridor 3.

     Halte ini memiliki akses JPO yang memusingkan, struktur JPO paling aneh yang melewati kolong flyover, awas tersasar di sini.

  • S Parman Central Park

     Halte ini terletak di depan Central Park di Jalan Letnan Jenderal S Parman Kav. 28 (Podomoro City), Jakarta Barat. Di sebut juga halte Central Park. Nama haltenya ganjen. Banyak aliasnya seperti halte Flyover Raya Bogor. Ada yang menyebutnya Central Park, Podomoro City, Taman Anggrek, dan lain sebagainya.

     Halte ini juga dibuatkan akses ekstrim menyebrangi sungai oleh pihak Podomoro sebagai penghubung kawasan elitnya dengan halte busway. Tetapi di satu sisi halte ini juga lumayan bersahabat dengan pemukiman penduduk.

  • Tomang Mandala

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Tomang. Di dekat halte tersebut terdapat jalan yang bernama jalan Mandala. Tadinya memang koridor 8 lewat sini, namun kebijakan selanjutnya bahwa koridor 8 diwajibkan lewat Kyai Tapa dan KH. Hasyim Ashari. Namun sekarang kembali ke kebijakan yang paling awal.

     Ini merupakan satu-satunya halte dengan model kasir layang di koridor 8.

  • RS. Tarakan

     Nama halte ini di ambil dari nama sebuah rumah sakit di dekatnya, yaitu Rumah Sakit Tarakan dengan akses masuk lampu lalu lintas dan trotoar. Kira-kira apalagi yang harus dibahas untuk halte ini?

  • Petojo

     Nama halte ini berasal dari nama daerah setempat, yakni Petojo. Halte yang sangat ramah penduduk dan sekolahan, itu positifnya.

     Negatifnya? Ini merupakan halte busway psikopat. Calon penumpang dibiarkan saja menyebrang bebas di jalan raya yang sangat lebar dengan volume kendaraan yang merangsang pengendaranya untuk ngebut tanpa bantuan lampu lalu lintas sedikit pun. Sebenarnya ada lampu lalu lintas dari kedua arah sebagai bantuan untuk menyebrang, namun masalahnya halte ini di tengah-tengah. Besok-besok suruh arsitek atau kontraktor atau plannernya untuk menggunakan halte ini setidaknya selama seminggu saja.

  • Harmoni Central Busway

     Untuk pembahasannya, lihat Koridor 1.

     Pintu menunggunya ada di bagian timur laut halte ini, semi pojok, dengan antrian satu kampung dikarenakan hanya satu pintu.


‘Sedikit’ Galeri Koridor 8

Transjakarta Koridor 8

JPO Ular Tangga Ashshiddiqiyyah

Transjakarta Koridor 8

Halte Tanah Kusir Kodim

Transjakarta Koridor 8

Bus Koridor 8 di halte Indosiar

Sisanya menyusul, disculpe las molestias…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)