Review Transjakarta : Koridor 11 (03/11/2013)

Transjakarta

Halte Walikota Jakarta Timur

            Koridor yang satu ini memiliki rute yang dimulai dari Terminal Pulogebang hingga berakhir di Kampung Melayu. Koridor ini hanya memiliki secuil transit hanya pada halte-halte awal, sama seperti koridor 3, namun rutenya condong menguasai arah Timur. Sebagai selingan, lagu yang pernah dibawakan oleh Titi Kamal dalam film “Mendadak Dangdut” yang berjudul “Jablai” ternyata menyebutkan suatu tempat yang memuat salah satu halte koridor ini di dalam liriknya.

            Kondisi Rute : 90/100

            Rute yang dilalui oleh bus koridor 11 boleh dibilang sangat memesona, saya serasa mudik ke kampung halaman setiap saya menggunakan moda koridor ini. Tempatnya pun bersinggungan dengan rel kereta api, sehingga beberapa haltenya diawali dengan kata “Stasiun”. Juga, beberapa halte diawali dengan kata “Flyover” karena terdapat flyover yang dimaksud terletak tidak jauh dari halte-halte tersebut. Perlu dicatat bahwa rute ini hanya melayani hingga Walikota Jakarta Timur. Untuk mencapai Pulogebang penumpang harus turun di halte Penggilingan dan melanjutkan dengan bus single yang mengantar hingga ke Pulogebang dalam catatan sebelum jam 5 sore (kesepakatan yang cukup menyebalkan). Namun, setidaknya halte Walikota Jakarta Timur memiliki banyak fasilitas gratis seperti toilet, mushalla, bahkan sepetak taman.

            Negatifnya, jalur yang dilalui sering tersiar kabar yang tidak sedap didengar seperti banyaknya perselisihan warga yang terjadi di Jatinegara dan bahkan sebuah persengketaan lahan pernah menjadikan halte Buaran dibakar warga hingga akhirnya selama beberapa hari koridor ini tidak beroperasi dan dalam jangka waktu yang lama halte Buaran tidak menjadi tempat pemberhentian.

            Headway : 85/100

            Jarak waktu dari bus satu ke bus lainnya termasuk yang sangat baik. hanya memakan waktu dari 5 hingga 15 menit. Dengan titik kemacetan yang terdapat hanya di Fly Over Raden Inten namun hal itu tetap terkendali dengan baik. Bahkan kecepatannya dapat dikomparasikan dengan kereta api yang sering melaju disebelahnya.

            Kondisi Bus : 90/100

            Dengan identitas lambung DMR atas operator PT. DAMRI ini, bus Inobus gandeng yang dioperasikan terhitung sangat memuaskan. Kepadatan dalam bus pun stabil, tidak terlalu berdesak-desakan hampir setiap kondisi. LED memiliki huruf yang sangat tebal dan jelas pada setiap pemberitahuan halte, dengan banyak himbauan dan animasi yang bervariasi kecepatannya. Bus memiliki CCTV, speaker pemberitahuan yang tidak memiliki logat bahasa Inggris juga cenderung bersemangat, serta AC yang bisa dibilang cukup nyaman. Namun tetap untuk masalah mogok, sepertinya itu masih terlihat relatif.

            Kesimpulan

            Bagi pengguna setia Transjakarta maupun yang tidak, sangat direkomendasikan agar mencoba koridor ini. Dijamin insya Allah, koridor ini mampu menuai ‘senyuman’ dari para penikmat kendaraan umum.

            Nilai Keseluruhan : 89 / 100

            Nilai Mencoba Kembali : Sangat Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)