Review Transjakarta : Koridor 4 (04/11/2013)

Transjakarta

Flyover Pramuka BPKP

            Halte Pulogadung ‘terbelah’ menjadi dua… Yep, Pulogadung 1 dan Pulogadung 2. Bedanya, Pulogadung 2 untuk koridor yang berwarna ungu ini. Juga koridor 4 lebih sedikit condong ke arah selatan dibanding koridor 2 meski sama-sama bermuara di terminal Pulogadung. Dimulai dari Dukuh Atas 2 yang merupakan halte tujuan terakhir tersebut, koridor 4 mempunyai starting point yang sangat baik dengan adanya halte ujung yang bersinggungan langsung dengan transit. Hal yang sama juga terjadi di Terminal Kampung Melayu namun hal itu bukan termasuk suatu perpotongan di bagian tengah suatu koridor.

            Kondisi Rute : 55/100

            Semua akan baik-baik saja di sini, tidak ada yang perlu dikhawati… eh, tunggu. Kenapa di Bermis saya melihat petunjuknya ada yang berwarna ungu??? Bukankah koridor 2 berwarna biru tua? Usut punya usut, setelah pukul 13.00 ehm, maksud saya setelah jam 1 siang (Bfftt…), armada-armada Pulogadung koridor ini ternyata ada yang dialihkan ke Bermis setelah dari Sunan Giri lewat Arion. Sebenarnya ini sudah menjadi rute lurus yang menjadi berantakan. Perlu diketahui, koridor yang tidak mempunyai halte satu arah hanyalah koridor 1, 3, 4, 9 dan 10. Namun setelah tahu kejadian ini koridor 4 sudah saya tarik ‘benang merah’.

            Sebenarnya ada monitor pemberitahuan yang “hanya” mencatat bus khusus operator JTM yang full operasi hingga ke Pulogadung sehingga penumpang dapat mengetahui kapan bus yang akan tiba pada halte berikutnya, atau dapat dilihat di situs ITS (Intelligent Transportation System) Jakarta mengenai estimasi kedatangan bus khusus koridor 4, 5, dan 6. Selebihnya ada ekspress nggak jelas yang hanya beroperasi dari halte Dukuh Atas 2 hingga halte TU Gas.

            Headway : 60/100

            Jikalau salah satu dari pengguna setia bus TJ sedang beruntung (perlu dicatat, nilai peluang keuntungan sangat besar), pastilah suatu waktu akan terlihat antrian mengular panjang hingga ke overpass transit dari dalam halte karena headwaynya yang dapat dikatakan lumayan buruk, beberapa tidak ingin naik busnya karena hanya berakhir di TU Gas alias ekspress yang telah saya sebutkan di atas. Titik kepadatan terjadi di Manggarai dikarenakan adanya penyempitan jalan super sadis yang hanya mengizinkan satu buah kendaraan saja untuk memasuki underpassnya, namun arah yang berlawanan cukup luas untuk dilalui 2 baris kendaraan roda empat. Yang lainnya tidak terlalu buruk seperti Matraman dan Pemuda Rawamangun.

            Kondisi Bus : 65/100

            Dengan identitas lambung JMT atas operator PT. Jakarta Mega Trans dan PP atas operator PT. Primajasa Perdayana Utama ini, bus single berwarna abu-abu yang dioperasikan terbilang sudah sedikit usang, JMT memiliki segudang PR yang masih harus diselesaikan mulai dari bangku patah hingga kejadian nyata yang terjadi di cuplikan sinema Warkop DKI dimana roda kendaraan yang tiba-tiba terlepas ketika sedang dalam kondisi berjalan dan membawa cukup banyak penumpang, namun kondisi bus PP masih terbilang sangat baik. Untuk LED announcer PP sudah mati total hingga dituliskan review ini pertama kali, tetapi setidaknya JMT masih memiliki beberapa yang masih hidup meski beberapa speakernya sudah hampir tidak terdengar.

            Kesimpulan

            Sebenarnya koridor ini merupakan koridor yang ‘kalem’, anda bisa menyebrang ke koridor 5, 6 dan 10 dengan melewati koridor ini, nilai gunanya masih sangat efektif. Beberapa halte sangat ‘menggiurkan’ untuk benar-benar dijadikan tempat pemberhentian seperti halte UNJ yang merupakan siklus perputaran traffic mahasiswa dan Velodrome yang terdengar keren campur unik dan aneh, walaupun sebenarnya itu hanya nama tempat balap sepeda (LED bertuliskan “Pelodrome”… urang Sunda tah anu nyettingna?) juga tiga buah halte yang memang berada di areal pasar. Koridor ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terbaik untuk ‘terbang’ dari satu koridor ke koridor berikutnya.

            Nilai Keseluruhan : 60 / 100

            Nilai Mencoba Kembali : Sedang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)