Review Transjakarta : Koridor 6 (21/11/2013)

Transjakarta

Transit di Kuningan Timur

            Jakarta mempunyai sebuah kebun binatang yang sangat diminati dan sangat cocok untuk dijadikan tempat refreshing setelah hari-hari yang sangat padat akan aktivitas. Ragunan, begitulah nama sebuah kelurahan di Jakarta Selatan yang pula dijadikan nama kebun binatang yang telah disebutkan di atas. Kemudian ada sebuah kabar yang menyenangkan hati, sebuah moda Bus Rapid Transit bernama Transjakarta yang menggandeng urutan ke-6 pada penempatan rute koridornya ternyata memiliki titik keberangkatan yang dimulai dari tempat rekreasi tersebut.

            Kondisi Rute : 85/100

            Rute ini memiliki 19 halte, dengan titik keberangkatan awal yang berlokasi di Ragunan dan terminus di Latuharhari. Memiliki sebuah halte satu arah yaitu Latuharhari itu sendiri dan Halimun yang bersinggungan langsung dengan koridor 4. Namun karena suatu alasan, rute ini diperpanjang hingga halte keberangkatan awal koridor 4 yaitu Dukuh Atas 2. Positifnya, meski pada jam-jam sibuk (peak hour) tertentu JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) transit ke Halte Dukuh Atas 1 yang menjadi bagian dari rute koridor 1 tersebut padat karena antrian mengular untuk kedua koridor (4 dan 6), penumpang setidaknya dapat memilih alternatif koridor lainnya jika memang hanya ingin menghabiskan waktunya touring dengan moda transportasi Transjakarta.

            Rute juga sangat bebas dari kendaraan pribadi semenjak keberangkatan dari Dukuh Atas 2 hingga sepanjang jalan H. Rasuna Said karena juga berada dalam jalur cepat. Dihiasi dengan nama-nama halte yang membosankan (kenapa? Haltenya banyak dinamai dengan kata “Kuningan”) serta memang kondisinya berada di daerah perkantoran dan pusat perbelanjaan seperti yang koridor 1 punya.

            Dengan sebuah transit pada pertengahan rute yakni Kuningan Timur yang menghubungkan langsung dengan koridor 9, membuat rute ini bagus untuk dijadikan sebuah alternatif untuk dikunjungi. Apalagi setelah halte-halte ‘perkantoran’ yang bernama membosankan tersebut benar-benar telah bablas, kini koridor 6 disulap menjadi daerah ‘pemukiman’ dimulai dari Mampang Prapatan. Rute ini memang benar-benar perfect bagi mereka yang memang pekerja kantoran penikmat kendaraan umum. Eh, satu lagi, tak tertinggal pula para pelajar bisa juga dilayani dengan hadirnya halte bernama “SMK 57” pada koridor ini (btw, ada sebuah celah besar antara Warung Jati dan Buncit Indah).

            Headway : 75/100

            Waktu paling lama menunggu bus ini adalah 20 menit. Namun, hal ini juga merupakan sebuah masalah mengingat penumpang setia bus ini adalah kebanyakan anak sekolah dan pekerja kantoran. Betapa sering penumpang tak terangkut disebabkan kondisi bus yang memang sudah lama, dan terlalu penuh untuk dinaiki. Apalagi ledakan penumpang benar-benar terjadi di GOR Sumantri pada jam-jam tertentu, membuat bus yang boleh dikatakan kosong tidak lagi dapat mengangkut penumpang pada dua halte setelahnya hingga volume tersebut sedikit berkurang di halte Kuningan Timur.

            Titik kepadatan terjadi di sekitar Mampang Prapatan jika pada saat itu banyak pengendara kendaraan pribadi yang super nakal menerobos (baca : korupsi) jalur khusus Transjakarta, selebihnya tak terlalu masalah di Pejaten, Jatipadang dan Departemen Pertanian (Khusus non-libur).

            Estimasi kedatangan bus dapat dilihat di monitor yang telah disediakan dan atau di sebuah situs mengenai Sistem Transportasi Intelijen Jakarta (itsjakarta.com). Lagi-lagi namun, justru di halte yang dapat dibilang penting seperti halte Dukuh Atas 2 dan Kuningan Timur layar monitornya malah tak terhubung ke database system alias mo to the dar. Sehingga saya kerap melihat keluhan-keluhan penumpang mengenai hal ini hingga diliput oleh sebuah situs berita.

            Kondisi Bus : 65/100

            Dengan identitas lambung JTM atas operator PT. Jakarta Trans Metropolitan ini, bus Daewoo single abu-abu asal Negeri Gingseng yang melayani terkadang menerima keluhan penumpang. Mulai dari bangku patah, pintu tak dapat ditutup, mesin dan interior berisik, AC bocor dan semacamnya.

            LED announcer pemberitahuan sebagian besar masih hidup dan aktif, dengan persentase kemungkinan 70%. Saya pribadi bisa dikatakan cukup nyaman menumpangi bus-bus ini tanpa ada suatu keluhan tambahan lagi.

            Kesimpulan

            Jujur, saya senang dengan koridor yang satu ini. Selain dekat dengan ‘kos-kosan’ dan kantor saya, koridor ini juga memiliki warna yang sangat saya senangi. Memiliki rute yang cukup ideal dan memiliki penumpang yang memang ‘tak kenal tidur’ meski di hari libur. Sibuk pekerja kantoran di hari kerja dan sibuk anak-anak mungil di hari santai.

            Nilai Keseluruhan : 78 / 100

            Nilai Mencoba Kembali : Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)