Review Transjakarta : Koridor 7 (03/11/2013)

Transjakarta

Relevansi rute

           Warna koridor pink? Oh, itu hal lain… Koridor 7 hanya memiliki 14 halte, namun hanya 13 halte saja yang dapat dilalui ketika menuju ‘kepulangan’, hal ini disebabkan oleh halte Tanah Merdeka yang cuma satu arah, padahal saya kira masih dapat dibuat dua arah tidak benar-benar terpisah seperti halte satu arah lainnya. Uniknya, nama rute yang melayani ini memiliki 2 kata yang sama, yaitu dimulai dari Terminal Kampung Rambutan dan berakhir di Terminal Kampung Melayu. Coincidence? I think nath…

            Kondisi Rute : 65/100

            Dari halte Terminal Kampung Melayu hingga PGC 1 termasuk yang regular, dalam arti tak ada yang perlu dibicarakan panjang lebar disini, kecuali adanya belokan tajam setelah halte Otista. Setelah itu, OMiGot! Mix traffic dengan jalur karpet merah mungkin hal yang biasa, namun bagaimana jika mix traffic tersebut adalah jalur yang biasa macet? Waini, jikalau sudah memasuki pasar Kramat Jati, dihimbau untuk bersiap menghadapi kemacetan panjang yang diperparah angkutan-angkutan umum yang ngetem dan berbalik arah seperti 07 tujuan Condet, belum lagi ditambah dengan kendaraan-kendaraan operasional pasar. Well, that’s just Masya Allah…

            Halte Pasar Kramat Jati, dengan halte Pasar Induk Kramat Jati. saya kira itu adalah suatu nama halte dengan jarak yang begitu dekat karena dilihat berdasarkan namanya. Namun kenyataannya, -ya Allah- saya rasa jarak tempuhnya seperti estimasi waktunya bang Thoyyib. Kenapa di Hek tidak dibuatkan halte?

            Lebih dari itu, rupanya mungkin pramudi yang mengejar waktu atau apa, lebih memilih untuk masuk tol dari halte UKI yang berakhir di Hek. Jadi, halte Pasar Kramat Jati, PGC 1 dan BKN tidak terlewati… Naas…

            Oh, rupanya setelah para penumpang ‘disiksa’ dengan rutenya yang sebagian besar mix traffic dari PGC 1, koridor 7 memberikan nuansa ‘penyejukan’ setelah halte Pasar Rebo a.k.a Fly Over Raya Bogor. Panorama menuju terminus Kampung Rambutan dapat dikatakan bagus untuk refreshing atau bertamasya.

            Headway : 70/100

            Koridor ini memiliki headway yang baik, waktu menunggu paling lama hingga 30 menit walaupun disebabkan oleh mix traffic yang telah disebutkan diatas. Titik kemacetan hanya ada di sekitar halte Pasar Kramat Jati. Setelah itu lalu lintas lancar jika tidak ada sesuatu penyebab kemacetan.

            Kondisi Bus : 80/100

            Dengan identitas lambung LRN atas operator PT. Eka Sari Lorena ini, bus single berwarna abu-abu yang dioperasikan terbilang nyaman. Namun, LED announcer displaynya sudah banyak yang dilepas, di sini letak kekecewaannya. Beberapa TV yang dipasang juga terlihat tidak bermanfaat karena dapat membuat penumpang mungkin bablas dari halte tujuannya karena keasyikan menonton, selebihnya tidak mengecewakan.

            Kesimpulan

            Koridor 7 itu seperti “Mau marah tidak bisa namun senang juga tidak terlalu”, mungkin karena positif dan negatif yang ditawarkan hampir seimbang. Namun percayalah, positif lebih sedikit mendominasi disini.

            Nilai Keseluruhan : 72 / 100

            Nilai Mencoba Kembali : Cukup Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)