Kripikpasta Horor #17 : Tersandung

Tersandung

urban legend by : anandastoon

kripik pasta

Jarak dari rumahku ke kantor tidak terlalu jauh, hanya sekitar satu kilometer lebih sedikit. Aku selalu berjalan kaki dari rumah ke kantor, begitupun sebaliknya. Sebenarnya ada jalan pintas yang membuatnya beberapa ratus meter lebih dekat, sayangnya tempat itu terkenal angker, dan tidak ada yang berani lewat sana pada malam hari.

Kebetulan pada suatu malam aku pulang agak malam dari kantor, ditambah lagi kondisiku pada saat itu tidak begitu sehat. Makanya aku memilih berjalan lewat jalan pintas itu karena memang aku sedang malas untuk berjalan kaki. Aku sejujurnya tidak peduli dengan apa kata orang mengenai angkernya tempat tersebut, pastinya aku hanya ingin sampai rumah dengan cepat.

Memasuki jalan itu memang sangat gelap, maklum posisinya berada dibelakang rumah-rumah warga. Juga minim penerangan dan banyak semak belukar. Semakin lama perasaanku semakin tidak enak, membuatku semakin mempercepat langkahku. Di saat langkahku yang terburu-buru itu, aku tersandung oleh sesuatu hingga aku terjatuh. Aku menyalakan ponselku, dan melihat apa yang membuatku tersandung dengan bantuan cahaya ponsel. Jantungku hampir lepas begitu aku tahu apa itu.

Ternyata itu adalah batu nisan tua, tingginya hanya kira-kira sepertiga dari tinggi batu nisan pada umumnya, aku tahu itu batu nisan karena bentuknya yang khas dan di sampingnya ada batas seperti… kuburan. Aku dari tadi berjalan di area pemakaman tua! Pantas saja tidak ada orang yang ingin lewat sini malam-malam. Tak cukup akan hal itu, kemudian aku lihat batu nisan tersebut bergerak-gerak. Ini tidak mungkin gara-gara aku sandung tadi, karena geraknya semakin lama semakin cepat dan tidak beraturan. Aku langsung bangun dan berlari sekencang mungkin. Lalu ketika sampai rumah aku langsung pergi tidur.

Paginya tubuhku merasa berat, sepertinya malas sekali ingin berangkat ke kantor. Bahkan ketika berjalan ke kamar mandi pun langkahku sangat berat. Seperti ada pemberat yang menekan kakiku. Tetapi aku tidak melihat apapun yang aneh darinya. Mungkin ini akibat aku terjatuh tadi malam. Karena mungkin aku tidak merasa lukaku parah, aku memutuskan untuk pergi ke kantor.

Namun ketika berangkat ke kantor kakiku semakin sulit untuk melangkah. Jarak yang biasanya aku tempuh dengan 15 menit saja kini harus ku tempuh hingga setengah jam lebih. Rekan-rekan kerjaku juga melihatku dengan aneh. Bahkan beberapa mereka bertanya kepadaku apa yang terjadi. Aku hanya menjawab bahwa aku terjatuh kemarin malam dan hingga hari ini belum sembuh. Setelah itu banyak dari rekan-rekan kerjaku yang menyarankan agar aku lebih baik untuk memeriksakan diri ke dokter. Kebetulan ada klinik umum di dekat sini.

Esoknya ketika aku menuju ke dokter pun kaki ini masih terasa berat untuk melangkah, tubuhku semakin lemas. Khawatir ada luka dalam yang serius jika dibiarkan. Namun ketika aku baru berjalan beberapa puluh meter ada seseorang yang tidak kukenal menghampiriku, menanyakan perihal apa yang terjadi kepadaku. Aku hanya menjawab bahwa ini terjadi karena terjatuh semata. Namun orang itu justru menatapku dengan tatapan yang membuatku tidak nyaman.

Dia bertanya apakah aku kemarin-kemarin melewati jalan pintas yang angker itu dan aku jawab iya. Aku juga menceritakan bahwa aku sempat tersandung sebuah batu nisan dan kulihat air mukanya berubah. Tapi sebelum itu aku bertanya mengapa dia bisa tahu bahwa aku pernah lewat sana.

Dia menjawab bahwa dia mengetahui sesosok makhluk yang merupakan penghuni jalan gelap itu, dan dia melihat dari kemarin sosok itu terus menggenggam kedua kakiku. Sepertinya dia tidak ingin lepas. Mungkin itu sebabnya mengapa aku setiap kali berjalan, aku seperti menyeret sesuatu. Ketika aku bertanya bagaimana wujudnya, orang itu berkata merupakan hal yang baik bagiku agar tidak mengetahuinya atau aku dapat pingsan karena ketakutan.

Jelas aku merasa ngeri, bayangkan selama seharian aku bersama makhluk dari dunia lain yang terus mencengkeram kakiku dan mengikutiku selama aku pergi. Orang itu kemudian menyaranku agar segera menuju orang pintar, lalu kemudian orang itu langsung pergi dariku dengan alasan ada urusan. Padahal aku belum sempat bertanya apa-apa lagi.

Aku terdiam sambil membayangkan sesosok makhluk menyeramkan seperti di film-film sedang menggenggam kakiku. Aku ingin lepas secepatnya darinya namun sepertinya itu tidak mungkin. Terpaksa aku harus memikirkan hal-hal positif untuk menghibur diriku. Aku juga harus kembali ke rumahku dan menelpon seseorang yang kukenal memiliki teman orang pintar. Akhirnya dengan sangat berat kakiku melangkah berbalik menuju rumah, serta aku merasa semakin dan semakin lemas, tubuhku semakin sulit kugerakkan. Rasanya ingin pingsan.

Di saat aku berusaha dengan susah payah untuk berjalan kembali menuju rumahku, ada seseorang yang lain lagi menyapaku sambil menatapku dengan tatapan yang tak kalah anehnya dengan orang tadi. Ketika ia mulai angkat bicara perihal apa yang terjadi padaku, aku langsung dapat menebaknya,

“Kau ingin berkata apa yang terjadi pada kakiku bukan?” Tanyaku.

“Jikalau aku tanyakan itu pasti kau sendiri sudah merasakannya.”

Jawabannya sungguh di luar dugaanku. Kemudian orang itu dengan sedikit gugup melanjutkan perkataannya,

“Tapi, apakah kau tidak merasakan hal lain? Karena kulihat ada beberapa sosok lainnya yang juga berada di punggungmu, pundakmu, dan di atas kepalamu…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)