Cerita dari Primbon #6: Dijahili Jin Penunggu Rumah Saudara

Cerita Dari: Izzy

Hallo, nama saya Izzy. Saya punya cerita kisah nyata dirumah saudaraku, mudah mudahan ini jangan terjadi kepada kalian semua ya..?


Pada suatu hari saya diajak menginap dirumah saudaraku, saya senang sekali karena saya baru pertama kerumah saudara dari mamaku itu, lalu kami siap siap pergi kesana yang ada didaerah Jakarta Utara. Pada saat tiba disana, pada jam 11:30 AM saya sudah tiba disana, pada saat saya masuk dirumah itu aku sempat melihat sumur yg tdk terawat, penuh dgn sarang laba-laba, kecoa, nyamuk, dll. Aku merasa aneh dgn sumur itu. “Kamu takut ya dgn sumur itu?”, kata saudara saya. “Nggak.. biasa saja..”, jawabku sambil melihat terus sumur itu. “Ya sudah, masuk aja ayo..”, kata saudara saya. “Ya sudah lah..”, jawabku dgn tetap melihat sumur tua itu.

Lalu pada saat magrib, saya mau shalat di masjid. Saya lihat lagi sumur itu, sumurnya itu berdekatan dgn daun mangga, lalu pohon itu bergoyang-goyang, tapi saya tetap menganggap kalau daun itu tertiup angin, tapi pada saat pulang dari shalat magrib pohon itu bergerak padahal angin pun tdk ada, saya jadi sedikit takut. Pada saat itu aku bertanya kepada pamanku. “Paman, disumur itu ada apa sih..? Kok dari tadi pohonnya bergerak-gerak..?”, kataku sambil merinding. “Kamu memang habis ngapain, memang disumur sana ada penunggunya..!”, kata paman saya.

Lalu saya tidur dikamar tingkat dua bersama ayah saya dan kamar saya berdekatan dengan sumur dibawah. Lalu saya tidak bisa tidur karena masih penasaran kenapa pohon itu bergerak. Pada jam 01:10 saya makin takut, lalu saat saya melihat kebawah dijendela, ada ada anak kecil sedang bergelantungan, lalu anak itu melihat saya dan saya berteriak sambil menangis. “AYAH DIBAWAH POHON ADA SETAN.. AYAH..!!”, teriak saya yg begitu takutnya. “Ada apa Zi..?”, kata ayahku yg baru bangun. “Tadi saya melihat setan yg kepalanya botak, matanya putih, lalu mulutnya lebar..!!!”, kata saya yg masih menangis. “Ya sudah, besok lusa kita pulang saja…”, kata ayahku sambil memeluk saya. “Nggak ah.. Besok aja, Zi udah nggak betah tinggal disini..!!”, kata saya yg masih ketakutan.

Lalu yg lainnya pada bangun dan paman bertanya, “Ada apa Zi..?”. “Tadi saya melihat setan anak kecil paman..!!”, kata saya yg masih ketakutan. “Ya sudah sini paman bacakan doa..”, kata paman saya. Lalu paman saya mengambil segelas air dan membasuhi muka saya dengan doa-doanya, lalu besoknya saya pulang dengan masih ada rasa takut. Tapi saya salut dengan paman dan keluarganya karena mereka begitu berani tinggal disana. Apa mereka sudah terbiasa melihat yg seberti itu?

Sekian cerita dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan, terima kasih.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)