Kripikpasta Horor #1 : Naik Busway Malam

Pengalaman Naik Busway di Malam Hari

Urban Legend by: Anandastoon

bus hantu

sumber: inet

Bus Transjakarta adalah angkutan umum yang sehari-hari kupakai sebagai akses ke kantor. Alasannya selain murah, memiliki jalur khusus daripada angkutan umum lainnya sehingga lebih cepat, dan yang paling penting adalah nyaman meski hampir setiap hari aku tidak dapat tempat duduk karena dipenuhi para karyawan yang juga ingin pergi ke kantornya masing-masing.

Hingga suatu saat, aku terpaksa dua minggu lembur karena deadline kantor yang sangat padat. Namun, karena aku ingat bus Transjakarta sudah beroperasi 24 jam, aku tidak khawatir bagaimana nanti aku pulang.

Tepat jam 22.30 aku bergegas pulang menuju halte busway Grogol untuk pertama kali merasakan naik bus Transjakarta malam. Aku juga baru pertama kali melihat jalanan ibukota yang sangat lengang, berbanding sangat terbalik dengan biasanya. Ah, mungkin karena para penduduk sudah terlelap.

Aku deg-degan menyambut pengalaman pertamaku naik bus ini malam hari. Tepat jam 22.45 bus malam tersebut tiba. Busnya berbeda dengan yang siang, saya dengar bus-bus malam adalah hasil dari rekondisi bus-bus operator yang sudah tidak beroperasi. Lampunya remang-remang, pastinya cukup sulit jika ada benda kecil yang terjatuh. Tapi tak apa, bangkunya seperti masih baru, empuk. Terlihat nomor busnya adalah BMP 111, angka yang cantik. Petugas pintunya masih terlihat segar, mungkin memang sedang dalam shift bus malam.

Sang supir mengemudikan busnya dengan sedikit ugal-ugalan. Mungkin karena jalanan yang kosong sehingga membuatnya memacu kendaraannya sedikit lebih cepat. Bunyi decitan terdengar dimana-mana. Maklum bus lama yang diremajakan. Beberapa penumpang yang bisa dihitung jari pun sepertinya tak terlalu mempermasalahkan. Sebagian besar mereka sibuk dengan hpnya dan terlelap. Aku benar-benar menikmati perjalanan itu. Dan aku akhirnya tiba di kosanku dengan sempurna.

Esoknya aku pulang dengan lebih malam sedikit sehingga aku baru mendapatkan bus pada pukul 23.10, dengan nomor bus BMP 112. Kebetulan hah? Selebihnya sama seperti kemarin.

Lalu esoknya aku pulang lebih malam lagi. Dan baru dapat bus jam 23.30. Kemudian coba tebak, nomor busnya adalah BMP 113! Kebetulan yang keren. Namun malam ini berbeda dari biasanya. Busnya lebih nyaman, supirnya tidak ugal-ugalan, dan petugasnya lebih sopan. Wah semakin nyaman saja.

Esoknya aku kembali mendapatkan bus jam 23.35. Namun kali ini nomor busnya bukan BMP 114, melainkan tetap BMP 113. Lusanya pun sama. Hingga saya hapal bahwa bus BMP 113 lewat sekitar jam setengah 12 malam. Kemudian bus tersebut menjadi bus langgananku setiap aku pulang kerja lembur.

Semua perjalanan malam kunikmati sampai akhirnya di dua malam terakhir lemburku, aku menghadapi kejadian yang membuatku lebih hati-hati dengan perjalanan malam. Seperti biasa aku menumpangi BMP 113, dan normal-normal saja. Sampai akhirnya aku keluar halte tujuan dan entah kenapa pada saat itu lampu tangga penyebrangan sedang mati. Aku melihat seseorang berdiri di ujungnya, tidak jelas terlihat. Aku sontak teringat banyaknya kasus pelecehan yang terjadi di jembatan penyebrangan yang minim penerangan. Oh iya, maaf lupa kusebutkan namaku. Aku Lisa, seorang karyawati swasta.

Aku sudah sangat lelah dan mengantuk, jadi mau tidak mau aku harus melewatinya. Jika ia melakukan yang macam-macam, aku sudah siap senjataku dan akan berteriak sekerasnya. Semakin mendekat, perasaanku semakin tidak enak. Dan ternyata benar, sosok tersebut bukanlah manusia, hanya hitam tanpa rupa. Aku berlari melewatinya sekencang-kencangnya dan aku sempat bersentuhan dengan sosok tersebut diiringi perasaan merinding yang sangat hebat. Makhluk itu, entah apa namanya, ketika aku melewatinya seperti sedang menyibak tirai. Ternyata tak memiliki tubuh. Hanya kepala dengan baju hitam yang melayang.

–ooo–

Esoknya adalah malam terakhirku lembur dan aku harus memaksakan diri naik bus malam itu. Berharap lampu jembatan penyebrangan di halte tujuan sudah menyala kembali. Ketika sampai halte Grogol, aku melihat jam masih menunjukkan pukul 22.30. Entah kenapa aku hanya mau naik BMP 113, mungkin karena kenyamannya yang sudah seperti rumah sendiri.

Di saat menunggu itu, sekitar pukul 23.15 hpku berdering. Oh, ada pesan Whatsapp dari temanku yang kebetulan kos di daerah Grogol.

“Hai, tadi aku melihatmu di halte Grogol. Apa masih lembur?”

“Iya, dan aku masih di sini.”

“Apa? Mengapa menunggu selama itu? Apa busnya sangat lama datangnya?”

“Tidak terlalu, bahkan sudah ada 2 bus yang aku tolak. Aku sedang menunggu bus spesial yang biasanya datang kira-kira sebentar lagi. Kenyamanannya sangat luar biasa dibandingkan bus lain.”

“Oh, begitu. Berapa nomor busnya? Tidak ada salahnya aku mencobanya kapan-kapan.”

“Dasar maniak Transjakarta! Hahah. Kamu catat nomor busnya adalah BMP 113.”

“Apa? Berapa?”

“BMP 113! Tidak mungkin aku salah menulis nomor bus langgananku.”

“Tapi Lis, BMP 113 sudah tidak ada. Karena waktu itu pernah terbakar hebat sewaktu sedang membawa banyak penumpang.”

Melihat balasan temanku itu sontak aku membatu, keringat dingin. Selang tak lama kemudian temanku memberikan link yang memberitakan hal tersebut. Setelah kubuka linknya dan kubaca, ternyata benar apa yang dikatakan. Kecelakaan mengerikan tersebut memakan banyak korban.

Kulihat kembali jam di hpku dan ia menunjukkan pukul 23.28. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang menyebabkan bulu romaku merinding. Aku berlari sekuat tenaga keluar halte. Biarlah aku menginap di kosan temanku itu malam ini.

Dan benar, bus BMP 113 datang, kulihat dari kejauhan. Telihat busnya tidak ada yang aneh dan beroperasi seperti biasa. Di dalamnya terdapat beberapa penumpang. Oh iya, kan memang itu bus rekondisi. Aku lupa, mungkin bus yang telah terbakar tersebut telah dirakit ulang dan beroperasi normal. Menyesal aku keluar halte.

Namun kemudian aku langsung menuju kosan temanku secepatnya setelah aku menyadari bahwa semua penumpang di dalam bus melihatku dengan tatapan kosong, dan bus itu melaju dengan pelan…

…tanpa petugas pintu dan supir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)