Kripikpasta Horor #22 : Travelling Modal Nekat

Travelling Modal Nekat

urban legend by : anandastoon

kripikpasta

Kamu tahu, anak muda itu lagi paling senang-senangnya melakukan travelling. Aku juga. Perkenalkan, namaku Diah, mahasiswi 21 tahun yang punya hobi travelling nekat bersama temanku, Ajeng. Namun akhirnya ada satu hal yang membuat kami tidak mau lagi melakukan segala sesuatunya yang hanya monek alias modal nekat itu.

Kami berangkat menuju Purwokerto dari Jakarta dengan kereta api. Rencananya ingin menjelajahi Jawa Tengah hanya dengan bermodal angkutan umum. Target seminggu harus sudah tercapai minimal 5 kabupaten, untuk penginapan biasanya kami mencari penginapan murah atau setidaknya di rumah-rumah penduduk.

Setelah seharian di Purwokerto aku dan Ajeng mulai mencari tempat menginap untuk melanjutkan agenda besok. Tetapi yang terjadi kami justru memasuki sebuah perkampungan yang terasa sangat asing bagi kami, entah kenapa. Aku dan Ajeng juga merasakan atmosfernya sangat tidak nyaman, kami berpikir bahwa mungkin karena hari sudah mulai petang.

Kutemui seorang ibu yang menyapa kami, lalu kami memperkenalkan diri dan asal kami serta tujuan kami mencari penginapan. Diluar dugaan, ibu tersebut dengan sangat ramah menawarkan rumahnya untuk dijadikan tempat menginap. Ia maklum karena biasanya zaman sekarang banyak anak muda yang membutuhkan penginapan murah. Kebetulan ibu itu punya sebuah kamar yang jarang diisi sehingga boleh kami tempati. Sebenarnya itu adalah kamar anaknya, namun anaknya jarang pulang dari kota sehingga ibu tersebut selalu merasa kesepian.

Kami langsung menerima tawarannya dengan sangat senang. Namun kami merasa seperti ada sesuatu yang tidak nyaman semenjak memasuki perkampungan ini, entah apa itu kami tidak tahu, firasat kami tidak enak. Ya sudahlah, yang penting sekarang kami sudah dapat tempat menginap jadi tidak terlalu khawatir.

Malamnya ketika kami ingin tidur, kami dikejutkan oleh suatu benda yang terjatuh dari luar. Ajeng sedikit mengintip dari tirai jendela, kemudian aku ikut melihatnya dari atas kepalanya. Terlihat di bawah lampu jalan ada seorang pak tua misterius yang juga menatap kami. Kami jelas ketakutan dan segera menutup kembali tirai jendela. Bagaimana dia bisa tahu bahwa kami akan mengintipnya?

Kemudian di tengah malam aku terbangun. Di saat itu entah apa yang mendorongku untuk mengintip kembali sesuatu lewat tirai jendela, dan aku lakukan. Aku kaget ketika masih melihat sosok pak tua tersebut melihatku balik dengan tatapan aneh dan berdiri di tempat yang sama dari semenjak yang kami lihat pertama kali.

Aku langsung menutup jendela dan kembali tidur.

Esoknya aku cerita kepada Ajeng mengenai kejadian semalam. Ajeng juga ternyata terbangun pada malam itu dan mengalami hal yang sama dengan yang aku alami. Kami sebenarnya merasa aneh dan ketakutan sendiri, namun hal itu dapat dijadikan pengalaman. Tak lama kemudian kami bergegas pamit kepada sang ibu dan mulai menjalankan agenda.

Ketika kami baru beberapa langkah meninggalkan rumahnya, pundak Ajeng ditepuk oleh seseorang.

Kami menoleh, dan kaget setengah mati.

Yang menepuk kami adalah pak tua yang semalam, dan kami seperti tidak dapat berbuat apa-apa ketika melihatnya. Pak tua tersebut kemudian bertanya kepada kami,

“Apa yang kalian lakukan di sini.”

Kami dengan ketakutan menjawab,

“Kami dari Jakarta, sedang berpetualang. Kami baru mendapatkan rumah untuk menginap itu.”

Pak tua menjawab, “Rumah yang mana?”

Kami menunjuk rumah tersebut dan ketika kami menoleh ke arahnya, jantung kami nyaris dibuat copot.

Masalahnya, yang kami lihat di sekeliling kami hanyalah puing-puing bangunan.

Pak tua tersebut berkata, “Kampung ini pernah dilanda gempa beberapa puluh tahun lalu, meluluhlantakkan seluruh rumah dan menewaskan seluruh warganya.”

Pak tua tersebut kemudian melanjutkan, “Saya termasuk salah satunya…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)