Riddle Horor 3 in 1 : #2

semua riddle oleh : anandastoon

Naik Bus Transjakarta Malam

Aku berjalan tergopoh-gopoh ke sebuah halte busway karena malam ini aku pulang sangat larut. Untunglah bus Transjakarta malam ini 24 jam, aku tidak begitu khawatir. Namun tetap saja aku aku harus cepat mengingat aku seorang karyawati.

Akhirnya dengan menunggu sedikit lama di halte, aku mendapatkan busnya. Di dalamnya tidak terlalu ramai sehingga aku dapat duduk di tempat khusus wanita.

Di halte berikutnya, ada sekitar 3 orang penumpang pria masuk. Namun pria yang masuk paling belakang justru duduk di sampingku.

“Mas, maaf ini khusus wanita.” Aku menegurnya.

Dia tidak mempedulikan aku. Aku yang akhirnya kesal setelah berkali-kali teguranku yang pelan ini tak digubris akhirnya aku agak mengeraskan suaraku.

“Mas, ini ruangan khusus wanita! Mohon pindah kebelakang!!!”

Jelas kemarahanku mengundang perhatian dari para penumpang di depanku dan petugas pintu, namun mereka tidak berbuat apa-apa. Dasar hari ini orang-orang sudah tidak peduli. Di halte berikutnya aku memilih keluar dari bus dan menunggu bus di belakangnya lagi.


Kanan atau Kiri

Aku memacu mobilku dengan agak cepat karena hari sudah malam. Pasti karena terlalu asyik berlibur di Puncak. Menuruni pegunungan dengan jalanan berliku berhasil menambah kelelahanku pada malam itu.

Tiba-tiba aku dikejutkan seseorang dari sisi jalan yang memintaku berhenti. Pakaiannya banyak lubang dan wajahnya seperti habis dipukul sesuatu yang sangat keras.

Aku pikir dia akan ikut menumpang, namun hanya bertanya kepadaku, “Kanan atau Kiri?”

Aku kesal dan sedikit membentak ia, “Dasar sialan! Tentu saja ke kanan!”

Aku langsung tancap gas dan berbelok ke kanan menjauhi orang aneh tersebut, sepertinya memang lebam besar di mukanya disebabkan karena mendapat pukulan dari orang-orang yang dikerjainya malam-malam begini.

Namun sepertinya ada yang beda dengan jalan yang ku ambil. Jalannya semakin menurun tajam, kemudian aku merasa wajahku dipukul oleh sesuatu yang keras.


Teman Sejatiku

Aku mengalami tabrak lari siang itu di luar kota. Hingga ketika aku tersadar sudah berada di rumah sakit dan tak dapat melakukan apa-apa karena masih lemas dan terasa sakit.

Sorenya, seorang teman baikku menjengukku di rumah sakit bertanya bagaimana keadaanku disertai ucapan simpatisnya.

Saya terharu, dia adalah orang pertama dan rela datang jauh-jauh ke sini demi menjengukku. Benar-benar teman sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)