Riddle Horor 3 in 1 : #4

semua riddle oleh : anandastoon

Hari yang Menyebalkan

Sebuah mobil berwarna terang mengkilap di depanku berjalan agak lamban hingga membuat aku kesal. Jalanan terlalu sempit sehingga aku tidak dapat mendahuluinya.

Akhirnya aku membunyikan klakson berkali-kali kepada mobil tersebut untuk segera memacu kendaraannya lebih cepat. Tetapi justru orang-orang banyak mengintip dari kaca belakang mobil dengan mata yang melotot kepadaku tanda tidak senang.

Hari yang menyebalkan. Ditambah lagi mobil tersebut selalu mengeluarkan suara berisik.


Pohon Mangga Besar Itu Menyeramkan

Kami sekeluarga baru saja pindah dari rumahku yang lama ke rumah yang baru. Rumahnya cukup tua ditambah lagi banyak daun berserakan yang diduga berasal dari sebatang pohon mangga besar yang berada di pekarangan rumahku.

Ketika sedang sibuk membersihkan rumah, aku diceritakan oleh seorang tetangga tentang keangkeran pohon tersebut. Baiklah, tanpa diceritakan pun aku sudah merasa pohon itu angker.

Akhirnya pembagian kamar tidur pun dilakukan. Seperti biasa kamar orang tuaku berada di paling depan tepat bersebelahan dengan ruang tamu. Sedangkan aku dan adikku mendapat kamar tidur di ruang tengah.

Malam itu kami menikmati malam pertama kami di rumah baru dengan bersenang-senang bersama di ruang keluarga. Sesekali aku menoleh keluar, ke arah pohon tersebut, aku sedikit merinding. Hingga menunjukkan pukul 10 malam ibuku mematikan televisi dan menyuruh kami untuk tidur.

Namun malam itu ketika adikku sudah tertidur lelap, aku tetap tidak bisa tidur. Aku mendengar suara dahan pohon mangga itu bergerak-gerak di samping jendela kamarku, diiringi suara tertawa aneh yang berirama sangat cepat dan beraturan.

Rasanya aku ingin pindah rumah lagi saja.


Telepon Genggam Ibuku

Seorang dari temanku menunjukkan sebuah SMS dari telepon genggamnya dan mengklaim bahwa itu berasal dari nomor neneknya yang sudah meninggal karena telepon genggamnya juga ikut dikubur.

Aku tertawa, tentu saja aku tidak percaya hal tersebut. Ibuku juga baru meninggal dua minggu lalu namun aku tidak pernah dapat SMS dari telepon genggamnya.

Malam itu aku sendirian di rumah karena ayahku sedang berada di luar kota, aku akhirnya tidur sendirian di lantai atas. Di tengah malam, telepon genggamku bergetar hingga aku terbangun.

Ternyata aku menerima SMS dari seseorang.

“Aku akan ke atas sekarang dan memberimu kejutan!”

Setelah aku perhatikan, itu adalah nomor mendiang ibuku! Aku memang terkenal malas memberi nama nomor-nomor telepon di kontak hingga aku memutuskan untuk menghapalnya saja.

Aku sangat yakin itu nomor ibuku, tetapi apakah ibuku yang mengirimkannya dari alam sana? Bohong saja, telepon genggam ibuku tidak ikut dikubur, melainkan tetap ada di kamarnya. Mungkin itu pesan yang baru terkirim setelah lama ter-pending. Maklum, telepon genggamnya adalah model lama.

Akhirnya aku kembali melanjutkan tidurku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)