Short Urban Legend #2 : Jalan-Jalan ke Puncak

Jalan-Jalan ke Puncak

urban legend by : anandastoon

Aku dan pacarku jalan-jalan menuju Puncak untuk menyenangkan dia ketika hari libur. Kami sangat menikmati tempat wisata hingga waktu sudah mulai gelap. Kami bergegas pulang karena takut kemalaman.

Benar saja, hari sudah mulai gelap ketika kami masuk mobil. Namun tidak masalah karena jalur Puncak sangat mudah dikenali.

Kami berkendara berkelok-kelok menyusuri jalan raya Puncak, hingga akhirnya seperti biasa, kami terjebak kemacetan di Cisarua dengan orang-orang yang juga ingin kembali beraktivitas di Jakarta.

Namun kali ini kemacetan yang terjadi sangat panjang, lebih panjang dari biasanya. Aku kesal sekaligus penasaran apa yang terjadi di depan.

Entah kenapa aku mengantuk, mungkin akibat bangun terlalu pagi dan kelelahan. Kulihat pacarku sudah tertidur di jok sampingku. Karena 15 menit belum terlihat ada pergerakan, aku memutuskan untuk tidur sejenak, biarlah suara klakson yang akan membangunkanku.

Kemudian aku mendengar jendela mobilku diketuk, aku kaget dan membuka kaca.

“Sedang apa kalian di sini?” Seorang pak tua menegur kami.

Aku terperanjat ketika melihat di sekeliling mobilku adalah kuburan.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)