Beberapa Tes Ringan yang Membuktikan Kualitas Manusia

Tes Matematika     Lucunya, banyak orang yang pandai berargumen dan berbantah-bantahan, namun justru mereka tidak dapat memecahkan soal-soal mudah dari matematika atau teori dasar lainnya. Saya hanya berfikir, bagaimana argumen mereka dapat diterima jikalau landasan mereka berfikir saja masih dipertanyakan. Sehingga dari kualitasnya saja kita sudah dapat menduga bahwa ilmu dasar mereka hanya sebatas kata orang saja, tetapi dari segi logika mereka tidaklah baik.

     Saya akhirnya merangkum beberapa dari soal-soal tersebut dan memberikan perbandingan jawaban dari apa yang telah saya perhatikan selama ini dari orang-orang yang mencoba menjawabnya. Perlu diingat bahwa soal itu tidak dibuat jikalau jawabannya semudah apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Dan di sinilah kita dapat tahu bagaimana kualitas berpikir seorang manusia.

     Jumlah soalnya tidak banyak, karena saya hanya ingin membahas secara umum saja.

1.

1=5

2=15

3=25

4=35

5=?

     Kebanyakan orang pasti akan jawab 45. Saya ulangi kembali, sebuah soal logika tidak akan dibuat jikalau jawabannya semudah apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Perhatikan tanda “=” yang berarti persamaan. Jika 1=5, maka sudah barang pasti bahwa 5=1.

2.

     Usia seorang adik adalah setengah dari kakaknya. Pada saat ini usia kakaknya adalah 20 tahun. Maka jika kakaknya berusia 50, maka usia adiknya adalah …

     Kebanyakan orang akan menjawab 25 dikarenakan persamaan bahwa umur adik adalah setengah dari kakaknya. Saya pernah berdebat hebat dengan seseorang mengenai hal ini, perlu dicatat bahwa kami berdebat di dunia maya, dia lebih tua dari saya dan saya tidak kenal dia. Jadi saya hanya berbantah-bantahan lewat kolom komentar. Dia ngeyel dengan jawabannya yang 25, bahkan mengungkit-ungkit masa lalunya yang pernah juara umum dan mendapatkan nilai matematika yang sangat baik. Lucu, namun memprihatinkan.

     Maka dari itu saya ulangi, sebuah soal logika tidak akan dibuat jikalau jawabannya semudah apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Logikanya, jika umur kakak 20 dan umur adik setengahnya, sudah pasti umur adiknya adalah 10. Di sinilah kita mengetahui bahwa selisih umur kakak dengan umur adiknya adalah 10. Maka jika kakaknya sudah berusia 50 tahun, maka usia adiknya pasti 40 tahun. Tidak masuk akal ketika umur kakak 20 dan adiknya 10, namun ketika umur kakak 50 adiknya masih 25. Itulah mengapa pengukuhan logika perlu dipancangkan sebelum pembahasan sebuah teori. Karena teori itu sendiri datang dari hasil pemikiran orang.

3.

1 – 1 x 0 + 1 / 1

     Cukup menyedihkan ketika melihat orang lain langsung menjawab o (nol) dan dibumbui dengan bahasa kesombongan. Saya tidak tahu apakah dia merasa sedang mempertontonkan kualitas logikanya pada saat itu. Jangan karena ada angka nol yang disematkan dengan perkalian atau pembagian kemudian semerta-merta hasilnya pun menjadi nol seluruhnya.

     Padahal dari semenjak sekolah dasar (SD) kita telah diajarkan, bahwa utamakan perkalian atau pembagian di atas penjumlahan atau pengurangan. Sehingga :

1 – (1 x 0) + (1 / 1)

= 1 – 0 + 1

= 2

Telah didapatkan bahwa hasil sesungguhnya adalah 2.

4.

9 = 72

8 = 56

7 = 42

6 = 30

5 = 20

3 = ?

     Ada dua versi jawaban yang berbeda untuk soal yang  satu ini, dan kedua-duanya benar jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Ada yang menjawab 3 dan 6. Kedua-duanya benar, yang salah adalah mereka yang menjawab 9. Mengapa ada dua jawaban yang benar?

     Jika jawaban yang benar adalah 3, maka sudut pandang yang dilihat adalah rantai proses di mana 9, 8, 7, 6, 5 adalah proses yang berurutan dan memiliki pola. Namun karena tidak ada angka 4, maka rantai yang menghubungkan angka 3 menjadi terputus. Karena itulah jawaban akhirnya tidak terpaut pada pola sebelumnya, 3 = 3.

     Jika jawaban yang benar adalah 6, maka sudut pandang yang dilihat adalah mengikuti pola sebelumnya yang berumuskan (m = n x (n – 1)), sehingga :

9 x (9 – 1) = 72

8 x (8 – 1) = 56

7 x (7 – 1) = 42

6 x (6 – 1) = 30

5 x (5 – 1) = 20

4 x (4 – 1) = 12

3 x (3 – 1) = 6

Maka dari itulah mereka yang menjawab 9 adalah mereka yang terburu-buru hingga menyebabkan ketidaktelitian dari mereka.

—ooOoo—

Jika saya menemukan yang lain, insya Allah akan saya update kembali.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)