Program Komputer Bajakan, Bolehkah?

sumber: inet

sumber: inet

Hal ini bermula di mana saya mempertanyakan bagaimana hukumnya memakai program-program komputer bajakan karena hal ini sungguh mengganggu pikiran saya disebabkan dari apa yang saya pikirkan perbuatan tersebut adalah sebagai penyalahgunaan ‘hak cipta seseorang’. Yang saya takutkan adalah bagaimana jika penghasilan (kecil-kecilan) yang saya terima selama ini adalah barang haram? Na’udzubillah.

Kemudian saya browsing di Internet mengenai hukum Islam akan hal ini. Dan benar saja, sebagian besar subjek yang berada di dunia maya melarang keras menggunakan produk-produk bajakan. Baik mereka ulama maupun hanya ‘remaja umum’ selayaknya saya ini. Sungguhpun saya tidak puas hati dan saya seakan-akan mencari pembenaran bahwa menggunakan program bajakan adalah ‘boleh’.

  • Analisa Awal

Terlepas dari hal-hal tersebut, akhirnya saya tergerak untuk mengumpulkan hasil analisis yang saya buat atau saya dapatkan mengapa banyak orang-orang yang menggunakan program-program bajakan. Berikut di antaranya,

  1. Program yang terlalu mahal.
  2. Prosedur pembayaran harus memakai kartu kredit. Sedangkan untuk mendapatkan kartu kredit tak semudah mendapatkan kartu debit (kartu ATM).
  3. Memiliki manfaat yang sangat berpengaruh terhadap kemashlahatan umat. Sedangkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk membeli program tersebut.
  4. Program-program free dan open source dengan creative common license tidak sebagus dan sehebat program berbayar tersebut. Contohnya, saya membandingkan GIMP dengan Photoshop. Sejujurnya saya menemukan suatu perbedaan yang cukup signifikan antara efek overlay kedua program tersebut.
  • Tanggapan Orang Lain

Dari apa-apa yang saya lihat di Internet, saya mohon maaf sebelumnya, kebanyakan jawaban yang saya terima khusus yang tidak membolehkan memakai program bajakan tersebut cukup variatif, dan jelas bagaimana cara menjawab mereka berpengaruh terhadap dampak yang dihasilkan kepada para pembaca baik langsung maupun tidak langsung. Beberapa di antara mereka adalah,

  1. Orang-orang yang merasa dirinya telah cukup untuk membeli program asli sehingga orang tersebut langsung saja ‘menyuruh’ bahkan dengan nada yang sedikit ‘mengejek’ agar semua orang berhenti menggunakan program bajakan. Sehingga yang timbul dalam benak saya adalah bukan solusi melainkan sikap sombong orang tersebut. Tentu saja pendapat mereka tidak dapat saya terima karena masih banyak orang-orang lain di luar sana yang jelas-jelas sangat membutuhkan namun kondisi ekonomi mereka tidak memungkinkan.
  2. Orang-orang yang mengaku diri mereka adalah seorang programmer dan menyuruh setiap orang agar beralih ke program bahkan OS gratisan seperti Ubuntu dan Linux. Bukannya saya tidak setuju dengan mereka, jangan dapatkan saya salah, karena saya juga seorang programmer. Disebabkan tidak semua belahan masyarakat menekuni bidang programmer dan komputer. Sebagai contoh, ada masyarakat menengah ke bawah ditugasi agar membuat spanduk dalam waktu singkat dan dia hanya kenal OS sebatas windows serta tidak ada waktu untuk mempelajari itu semua juga dia -bukan- programmer.
  3. Orang-orang yang tidak mengerti akan kebutuhan teknologi. Mereka pun hanya ikut-ikutan berkata bahwa ini tidak boleh dan itu dilarang tanpa memiliki niat yang jelas untuk apa. Jelas saja pendapat mereka tidak dapat diterima karena di antara mereka pun kadang masih -membajak- ilmu orang lain kemudian mengaku-aku dengan embel-embel “menurut saya”.
  4. Orang-orang tidak memikirkan dan peduli orang lain. Memang untuk sebuah barang haram tidak peduli apa maka hal itu -wajib- ia tinggalkan pada saat itu juga. Namun untuk perkara penggunaan program bajakan belum ada hukum yang benar-benar jelas untuk hal ini, karena ulama kontemporer masih berbeda pendapat akan hal ini.
  •  Tanggapan Alim Ulama

Lalu kemudian bagaimana pendapat ulama mengenai hal ini? MUI sendiri memiliki fatwa khusus yang berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual. Berikut hal-hal dari isi fatwa tersebut yang harus digarisbawahi,

“Fatwa ini sudah dikeluarkan lama, yakni pada tanggal 28 Juni 2005 yang berkaitan dengan PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI). Kami tambahkan di blog ini sebagai pengingat (terutama diri kami pribadi) bahwa dalam Islam, perbuatan menggunakan, mengungkapkan, membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, mengedarkan, menyerah-kan, menyediakan, mengumumkan, memperbanyak, menjiplak, memalsu, membajak HKI milik orang lain secara tanpa hak merupakan kezaliman dan hukumnya adalah haram (seperti yang termuat dalam Fatwa MUI tersebut).”

 

Namun (dikutip dari http://kasmui.blog.com/archives/899/ dengan sedikit penyesuaian),

“Tidak bisa kita pungkiri, sebagai masyarakat masih minimnya dalam perekonomian yang kita miliki guna memperolehnya suatu software yang begitu mahal harganya. Merupakan suatu yang amat mudharat dan mempersulit kita jika memaksa untuk mendapatkan yang benar-benar aslinya. Maka dari itu tidak ada salahnya sebagai mahasiswa untuk mendapatkannya dari download guna mempermudah aktivitas yang kita lakukan untuk menjelajah di dunia maya.”

“Karena Mahasiswa masih banyak menggunakan Crack dan masih belum bisa terlaksananya Hukum Fatwa MUI tentang itu disini karena terbatasnya biaya untuk membelinya, akan tetapi masih ada yang mengatakan masih diperbolehkan dengan alasan ada mudharat,karena kita hanya bisa mendownload untuk diri sendiri bukan untuk diperjualbelikan dengan tanpa izin sang pemilik yang melarangnya.”

“Kita boleh saja menjual buku itu atau memberikan buku itu kepeda orang lain. Tetapi tidak boleh menggandakan dan menjual.”

Sedangkan beberapa pendapat ulama kontemporer adalah sebagai berikut,

Pertama, mengharamkan secara mutlak baik mengcopy maupun menggunakan software2 yang tidak asli, jika hal tersebut dilarang oleh yang membuatnya. Baik itu muslim maupun kafir non harbi. Inilah fatwa mayoritas ulama kontemporer.

Kedua, boleh mengcopy dan menggunakan software yang tidak asli untuk kepentingan pribadi, bukan untuk diperjualbelikan, jika memang ia membutuhkannya, dan menurut dugaan kuatnya software aslinya telah terjual banyak dan pembuat softwarenya telah meraup keuntungan yang cukup dan dapat menutupi biaya pembuatan software tsb.

Ketiga, membolehkan secara mutlak, terutama bila berkaitan dengan ilmu-ilmu penting, sebab dengan tidak boleh mengcopy dan menggunakan kecuali software yang asli, berarti menyembunyikan dan membatasi manfaat dari ilmu tersebut.

Untuk sekedar tambahan, berikut adalah beberapa yang disadur dari situs resmi Ustadz Felix Siauw,

“Jadi, tidak haq dalam Islam, seseorang yang menganggap suatu ide, pengetahuan atau ilmu adalah miliknya sehingga setiap orang harus meminta izin atau memberikan kompensasi atas hal itu. Karena hakikatnya ilmu itu telah ada sebelumnya, dan dia hanya menguaknya (discovering) saja.

Jadi, sebuah ilmu tidak bisa digolongkan sebagai hak milik atau harta pribadi, sehingga boleh diperjualbelikan dan dijadikan sebagai alat untuk mengambil kompensasi. Karena ia adalah milik semua kaum Mukmin.

Lagipula, tanpa kita sadari, hak kekayaan intelektual sesungguhnya adalah alat penjajah untuk mencegah ummat Islam lebih maju darinya. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa berada di depan bila kita ditahan untuk maju kedepan?

Berbeda hukumnya dengan mengklaim karya orang lain sebagai miliknya, atau merubah karya orang lain tetapi tetap dinisbatkan pada pemilik karya. Maka ini adalah haram, karena termasuk penipuan.

Misal, menjiplak buku karya orang lain dan menisbatkan pada namanya, atau mengubah isi buku orang lain tetapi tetap dinisbatkan pada nama orang itu. Ini berarti penipuan dan fitnah, dan tentu saja hal semacam ini tidak diperkenankan dalam Islam berdasar dalil-dalil umum tentang haramnya penipuan.”

Saya tidak akan mencantumkan dalil-dalil pada postingan ini, dikarenakan sedikit ilmu saya untuk dipertanggungjawabkan nanti. Maka dari itulah saya tidak menulis ini atas dasar menurut keilmuan saya sendiri, melainkan dari apa-apa yang saya dapat dari sekeliling yang pastinya mereka berdasarkan dalil Al-Qur’an, Hadits, dan Ijma. Tentu saja untuk sebuah berat ilmu sebaiknya tidak bertumpu kepada seorang personil saja, saya terkadang memerlukan 3 orang ustadz untuk benar-benar memantapkan disiplin dari sebuah bab ilmu.

  • Membongkar Sisi Lain

Pada akhirnya setelah saya pikir-pikir, adalah juga memiliki sisi yang cukup netral memakai program bajakan tersebut, di antaranya yaitu,

  1. Untuk lembaga kursus kecil-kecilan yang memang berniat untuk berbagi dan bukan untuk memperkaya diri. Berbagi program dan melihat para peserta didik yang dapat tersenyum karena ilmu yang didapat dari program tersebut juga membawa dampak positif bagi lembaga itu sendiri.
  2. Perusahaan sebesar Adobe dan Microsoft tidak akan mempunyai pengaruh yang signifikan akan hal ini dan justru mereka mungkin akan ‘terbantu’ karena secara tidak langsung pengguna program bajakan akan menjadi sistem marketing mereka secara langsung yang mungkin lisensi program tersebut akan dibeli secara masif oleh suatu institusi nantinya.
  3. Seorang habib pernah berkata kepada saya terkait dengan program bajakan. Maka jawabannya sungguh simpel, yaitu dengan diberikan perumpamaan. Apakah Imam Bukhari dan Muslim menuliskan buku-buku hadits setebal itu mengharapkan suatu upah atau penghargaan? Maka sebagai muslim setidaknya juga harus menghargai pemilik program tersebut karena bagaimanapun mereka berbaik hati telah menyediakan fasilitas untuk memudahkan dalam penyelesaian sebagian besar urusan-urusan dunia yang cukup menyita waktu meskipun pengembang program itu tidak memberikannya secara gratis.
  4. Pendapatan yang diterima terkadang justru malah membantu perusahaan pengembang besar untuk ikut andil dalam membantu memasok peralatan perang untuk memerangi kaum muslimin seperti di Iraq atau Palestina dan belahan negara muslim lainnya. Saya tidak berprasangka buruk, namun fakta di lapangan beberapa berkata demikian. Setidaknya dengan adanya pembajakan ini telah memberikan ‘sinyal’ bagi mereka akan adanya ‘serangan balik’ jika diarahkan secara tepat, dan bukan membajak karena sifat individualis yang sangat tinggi.

Bahkan suatu situs barat yang menyediakan program-program portable gratis namun paham akan peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai hak cipta pun berkata kurang lebih seperti ini (telah diterjemahkan),

“Bukankah banyaknya pemakai dan kurangnya kebencian kepada suatu perusahaan (pengembang program) itu lebih baik? If you love it, go buy it.”

  • Kesimpulan

Sehingga kesimpulannya adalah,

Dari saya sebagai segi pengguna,

  1. Saya tetap menggunakan program bajakan namun saya tidak mendapatkannya dari penjual bajakan. Melainkan saya dapatkan dari Internet yang nyata-nyata gratis.
  2. Saya tetap menggunakan program bajakan sebagai sumber penghasilan namun saya bercita-cita untuk menghargai pembuat program tersebut dengan cara membeli program tersebut suatu hari nanti jika memang sudah ‘cukup’.
  3. Saya tidak setuju terhadap siapapun yang membuat program bajakan namun menjual kembali atasnya. Bukankah penghasilan yang mereka dapat itu berasal dari sesuatu yang tidak baik? Jika memang berniat ‘membantu’ maka berikanlah secara gratis.
  4. Saya tidak akan menjual hasil karya independen saya dikarenakan dibuat oleh program gratis bajakan. Sebagai alternatif, saya membuka pilihan donasi bagi mereka yang ingin menghargai.
  5. Seseorang menasihati saya dengan mengatakan bahwa kamu dibayar atas jasamu, bukan karena program tersebut. Perusahaan air minum pun dilarang menjual air karena berdasarkan hadits umat muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu api, air, dan tanah. Tetapi sejatinya kita tidak membayar airnya, melainkan jasa perusahaan air minum tersebut. Bahkan sebaiknya NJOP dan Pajak Bumi dan Bangunan harus dihilangkan terkait hal itu daripada sibuk mengurusi orang menengah ke bawah yang memakai program bajakan.
  6. Atau jika seseorang belum merasa membutuhkan program berbayar, adakalanya sangat baik dan dianjurkan untuk mencari dan menggunakan program gratisan yang setaraf dengannya.

Sedangkan kesimpulan untuk para developer adalah,

  1. Sebaiknya diikhlaskan untuk pengguna bajakan tersebut, mengingat kebanyakan mereka adalah pengusaha kecil dan masyarakat menengah ke bawah. Lain halnya jika perusahaan tersebut telah menggandeng titel sekelas PT selama tidak menghilangkan atau mengubah hak ciptanya.
  2. Jika memang pengembang tersebut muslim, boleh-boleh saja menjual programnya tersebut namun jangan terlalu memaksakan seseorang untuk membeli apalagi mempersulitnya, karena ilmu yang bermanfaat akan mengalir terus walaupun pengembang telah tiada. Jangan takut rezeki surut dan khawatir akan orang-orang yang membajak selagi meyakini rezeki telah diatur. Sedangkan penghasilan yang diterima hanya bersifat jam.
  3. Jika memang pengembang mendapatkan produk temuannya telah dibajak, sebaiknya berikan edukasi jika memang keberatan dan lebih baik lagi jika diikhlaskan mengingat pahala yang insya Allah besar.
  • Penutup

Sebaiknya jangan terlalu menghakimi bahwa para pengguna program bajakan itu adalah berdosa, di satu sisi -mungkin- iya, tapi apakah kelakuan si penuduh telah bebas dari dosa pembajakan? Mungkin jika memang ia tidak pernah terjun dalam hal tersebut bisa jadi iya. Tetapi bagaimana dengan dosa-dosa yang lain? Kredit barang semisal kendaraan contohnya. Seorang habib memberikan masukan bahwa setiap orang yang terlibat kegiatan kredit telah masuk ke dalam lingkup riba dan tentu berdosa. Itulah mengapa adanya fatwa-fatwa kontemporer. Karena ilmu ini sangat kompleks, berhentilah menghakimi dan mendebat orang lain dan cobalah agar mulai merenung.

Kemudian mengenai buruknya nama Indonesia yang tercatat sebagai peringkat ke-dua sebagai negara dengan tingkat pembajakan tertinggi, solusi yang mungkin adalah menekan angka penjualan-penjualan dan penggandaan program bajakan yang biasanya tersedia dalam bentuk VCD, dan biarlah para pengguna itu sendiri yang men-download program-program yang telah dibajak tersebut dengan syarat mereka mematuhi hukum minimal dari ketentuan dan kebijakan (seperti tidak menggandakan dan mengubah yang kemudian dijual kembali dengan harga baru, atau adanya keharusan berniat kuat untuk membeli program itu nanti).

Sedangkan untuk penggunaan program bajakan itu tadi, sebuah perusahaan besar sudah seharusnya membeli lisensi dari pengembang program dikarenakan budget-nya yang telah cukup dan terorganisir. Bahkan rekan kerja saya yang berbangsa Australia pernah berkata yang kira-kira seperti ini,

“If you create something with software that cracked, then your product’s considered illegal”

—<(Wallaahu A’lam Bishshawaab)>—

70 Comments:

  1. terima kasih atas informasinya.

    saya bisa menarik beberapa kesimpulan. tapi saya juga ingin sedikit menyanggah.

    1. selama itu dalam bentuk ilmu, tidak haram hukumnya menggunakan software bajakan.

    saya setuju. tapi apakah program semisal microsoft office merupakan ilmu? saya rasa tidak. kalau software itu merupakan panduan untuk membuat program microsoft office, itu yang dinamakan ilmu – sedangkan microsoft officenya sendiri merupakan aplikasi atau alat. Sama seperti kalkulator sebagai alat menghitung. Kalau anda membeli software kalkulator bajakan, sama saja seperti anda mencuri kalkulator (hardware) dari toko yang menjual kalkulator. Tapi beda ceritanya kalau anda mencuri buku panduan membuat kalkulator.

    2. jika keuntungan yang didapat dari penjualan software digunakan untuk menyakiti umat islam, maka tidak haram hukumnya untuk menggunakan software bajakan.

    saya juga setuju. tapi bagaimana kita bisa memastikan bahwa dana tersebut sudah disalahgunakan? bisa2 kita hanya memfitnah.

    3. karena tidak mampu membeli dan keperluannya sangat mendesak, maka software bajakan halal untuk digunakan.

    bukankah ini hal yang klise? seorang perempuan yang tidak punya keterampilan dan menanggung biaya hidup yang sangat besar memaksa dia untuk menjadi pelacur. atau seorang yang terlilit hutang sehingga mendesak dia untuk mencuri supaya hutangnya lunas. Saya tidak bisa melihat sisi halalnya.

    ini juga menjadi beban pikiran buat saya, mengingat pekerjaan saya membutuhkan banyak software yang harga originalnya sangat mahal. mudah2an Allah memberikan jalan keluar untuk kita semua.

    • Terima kasih telah berkomen ria di postingan saya ini. Jazakallah khair.

      Berikut penjelasan dari apa yang saya dengar (bukan menurut saya) terkait 3 hal yang mas sampaikan tadi :

      1. Sebelumnya tidak ada dalam postingan saya yang berkata bahwa itu tidak haram. Mungkin perkataan tidak haram hanya dari persepsi mas saja. Kata-kata boleh di sini dapat berarti semoga dimaafkan oleh Allah. Analogi yang diberikan pun sepertinya tidak mengacu ke dalam permasalahan. Detail yang diberikan sepertinya sudah sangat jelas yang dipaparkan di atas. Mohon dibaca lagi dengan teliti. Kita sama-sama ambil jalan tengah yang lebih bijak.

      Saya mendapatkan berbagai sumber mengenai pendapat-pendapat di atas, mungkin di antara pihak yang membolehkan ada yang mas kritik.
      —–

      2. Tidak perlu berpikir akan keseluruhan. Mas jangan terlalu memastikan dan langsung menghakimi bahwa keuntungan perusahaan-perusahaan software besar digunakan untuk menyakiti. Yang seperti itu jelas fitnah. Sedangkan saya hanya memberikan contoh kasus, yang beberapa di antaranya tidak menutup kemungkinan iya.
      —–

      3. Idem, analogi yang mas berikan sama seperti no. 1. Bahkan mas menyebutkan analoginya membolehkan menjadi pelacur, padahal adakah pendapat ulama kontemporer yang membolehkan menjadi pelacur? Mungkin acuan mas ada di dalam postingan artikel ini bagian KasMUI. Ada ulama kontemporer yang membolehkan secara mutlak penggunaan software ini, namun saya jelaskan di bagian kesimpulan bahwa kita juga harus menghargai kerja keras developer. Jadi mohon baca lagi dengan teliti dan lihat penjelasan saya no. 1. Karena sanggahan-sanggahan mas telah di jawab di bagian lain artikel ini.

      Intinya, saya sama seperti mas, kekhawatiran saya akan dosa menggunakan software bajakan juga tidak main-main. Saya mencari sumber dari orang-orang yang saya kenal bijak di sekeliling saya dan juga melihat pandangan-pandangan ulama kontemporer serta artikel-artikel dengan sumber yang sangat jelas untuk menuliskan artikel ini dalam waktu yang cukup lama. Jadi memang untuk urusan akhirat tidak main-main.

      Coba mas melihat, ada berapa orang diluar sana yang berbakat dalam bidang IT, namun masalahnya melulu karena faktor ekonomi. Sedangkan kita hanya berdoa untuk kepentingan kita sendiri meskipun konteks doanya universal. Saya insya Allah paham, niat membantu bukanlah mesti dengan melakukan sesuatu yang bertentangan syariat. Kita sama-sama muslim, rahmatan lil ‘alamin, tugas kita sudah barang tentu mengambil perkara yang paling tengah-tengah dengan berpikir keras untuk mengambil kebijakan menyenangkan di antara kedua belah pihak.

      Wallahu a’lam.
      Terima kasih banyak mas sudah mau menuangkan pendapatnya untuk memperkaya wawasan para pembaca. Saya mohon maaf jika ada kata-kata dipostingan saya ini yang tidak berkenan, hindari berdebat dan temukan solusi.

      • ngomong2 soal solusi, mudah2an link dibawah ini bisa membantu.

        https://en.wikipedia.org/wiki/Abandonware

        ringkasannya, kalo ada software yang sudah outdated alias ngga diproduksi lagi atau sudah ada versi terbarunya, maka meskipun masih ada label copyright, software tersebut tidak dipedulikan lagi status hukumnya oleh si developer alias di-ikhlaskan.

        wallahu’alam.

  2. Assalamualaikum,
    terimakasih atas artikelnya bang, minta ijin buat di share di kalangan mahasiswa

  3. mas, pekerjaan saya buka jasa pengetikan dan cetak foto, sy memakai windows 7 dan office ngopi dari teman, gimana tu uang hasil pendapat dari jasa pengetikan dan cetak foto saya?…. oh ya kadang juga saya menrima jasa instal ulang leptop dg biaya 60.000

    • Ini adalah poin ke-5 pada kesimpulan pertama yang saya ambil dari artikel saya di atas :

      “Seseorang menasihati saya dengan mengatakan bahwa kamu dibayar atas jasamu, bukan karena program tersebut. Perusahaan air minum pun dilarang menjual air karena berdasarkan hadits umat muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu api, air, dan tanah. Tetapi sejatinya kita tidak membayar airnya, melainkan jasa perusahaan air minum tersebut.”

      Sejatinya mereka membayar jasa mas, bukan programnya. Insya Allah dimaafkan. Yang penting perbanyak sedekah/perbuatan baik dan istighfar.

      Saya juga pernah berbincang dengan teman saya bahwa sebenarnya beberapa perusahaan software besar tidak begitu mempermasalahkan pengusaha yang pendapatannya di bawah harga produknya untuk memakai software mereka. Yang menjadi titik permasalahannya adalah mereka yang sama sekali tidak ada niat untuk membelinya ketika memang perusahaannya sudah ‘mampu’ untuk mendapatkan lisensi secara ‘halal’.

      Terima kasih atas komentarnya. 🙂

  4. mas saya masih agak takut,beberapa bulan lagi saya magang.sedangkan program yang saya punya itu minta dari teman.jika program itu digunakan apakah saya akan mendapatkan dosa?

    • Terima kasih saudara/i Nabil sebelumnya atas komentarnya. ^_^

      Seperti yang saya bahas sebelumnya, sebenarnya beberapa perusahaan pengembang software besar tidak begitu mempermasalahkan jika penghasilan kita masih di bawah harga produk mereka. Namun alangkah baiknya jika saudara/i Nabil ini menggunakan software gratis/GPL (General Public Licence) yang setara dengannya.

      Jika memang tidak ditemukan software gratisan yang setara dengannya itu, usahakan kita niat untuk membeli software itu ketika kita sudah mampu nanti. Insya Allah dimaafkan selama kita memperbanyak istighfar dan dzikir.

      Selanjutnya jika ada yang memang ingin ditanyakan kembali, saya akan sangat senang sekali.

      Wallahu a’lam bishshawaab.

  5. Assalamualaikum Wr Wb,

    Bang saya bekerja sebagai freelance desain grafis, kerja saya “full work” cara kerjanya ikut kontes2 desain logo dll di internet. Nah yg jadi masalahnya dan sekaligus bikin gelisa hati, selama ini saya pake software bajakan dari mulai windows s/d tools yang digunakan untuk mendisain. Bagaimana status penghasilan saya, halal atau haram? Dulu ketika download driver windows dan software desainya ketika saya benar-benar tidak tahu, bahwa hukum mendownload software bajakan itu, haram! Tapi saya ada niat untuk membeli yang original, bolehkah saya pakai uang hasil dari software bajakan yg saya manfaatkan selama ini, saya gunakan untuk membeli software asli?

    • Waalaikumussalaam wr. wb.

      Terima kasih atas komentar mas sebelumnya. Alhamdulillah, mas masih diberikan rasa kekhawatiran mengenai status penghasilan mas, yang mana itu sangat baik.

      Jika memang ada software yang dapat digunakan secara gratis seperti GIMP atau InkScape, lebih baik pakai yang itu. Namun jika ternyata fiturnya masih kurang pas dibandingkan dengan yang berbayar, maka seperti yang telah saya jelaskan pada komentar sebelumnya, beberapa perusahaan developer besar tidak terlalu mempermasalahkan individu yang penghasilannya di bawah harga produk software mereka.

      Dan jika memang mas punya niat untuk membeli softwarenya suatu saat nanti, sekali lagi itu sangat baik.

      Hanya untuk penghasilan yang mas dapat kali ini, kiranya mas harus banyak-banyak istighfar dan sedekah untuk membantu membersihkan harta mas. Insya Allah dimaafkan.

      Terima kasih atas komentarnya sekali lagi. ^_^

  6. Ass mas
    Saya sudah baca artikel ini dan saya juga merasa ke khawatiran soal penghasilan saya. Makanya saya mau bertanya ke mas. Supaya saya juga ambil jalan tengah.
    1.Yg saya tau dari baca di internet juga ada yg bilang haram. Dan mereka statment dri hadist atau dri dalil. Bisa mas cantumkan hadist atau dalil kalo soal kita ambil jalan tengah dari masalah sofware ini. Supaya lebih tenang aja mas..

    2. Kalo kita pake sofware bajakan. Mungkin ada statment jangan di gunakan untuk komersial. Dan komersial mempunyai Definisi sesuatu hal yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang & jasa yang mencakup semua kegiatan dan hubungan industri perdagangan. Dan kalo kita menjual jasa (profesi aku desain interior jdi termasuk profesi yg di bayar dari jasa). Itu bagaimana mas ya.. soalnya aku juga dilema. Jadi serba salah.. dan takut haram penghasilan aku.

    Thank you.. di tunggu jawabannya mas.

    • Waalaikumussalaam wr. wb.

      Terima kasih atas komentar mas sebelumnya. Alhamdulillah, mas masih diberikan rasa kekhawatiran mengenai status penghasilan mas, yang mana itu sangat baik.

      1. Memang benar apa yang telah tertera dalil-dalil yang menyatakan bahwa software bajakan adalah haram di internet. Namun sebelum itu, saya ingin sedikit menjabarkan bahwa tidak sedikit orang yang mulai berfatwa tanpa memiliki empati dan pengetahuan terlebih dahulu. Jadi, coba agar mendiskusikannya lebih lanjut kepada ustadz terdekat yang benar-benar paham masalah ini.

      Mengapa saya simpulkan demikian, contohnya saja banyak artikel-artikel yang ditulis oleh non-ustadz menyebutkan bahwa musik itu haram. Namun justru kebanyakan lebih condong ke arah nyanyian dan bukan musiknya. Padahal nyanyian dan musik adalah 2 komponen yang cukup berbeda di mana nyanyian lebih terpaku kepada lirik, musik tidak. Memang ada hadits yang mengkhususkan pelarangan pada lirik tertentu, namun hadits yang mengharamkan musik secara khusus masih abu-abu.

      Sama seperti dalil-dalil yang menyebutkan bahwa software bajakan itu haram, kebanyakan yang mereka pahami adalah meng-crack, menggandakan, dan sebagainya. Padahal maksud bajakan di sini adalah menghilangkan hak cipta. Contoh, software Adobe diaku-aku sebagai milik kita, dst. Sebenarnya ‘membajak’ di sini hanyalah istilah, kita lebih mengenalnya sebagai ‘maling’ software daripada membajak yang menghilangkan hak cipta.

      Jika berbicara masalah dalil, “Hikmah laksana hak milik seorang mukmin yang hilang. Di manapun ia menjumpainya, di sana ia mengambilnya (HR. Al-Askari dari Anas ra)”
      Itu adalah dalil yang membolehkan penggunaan software bajakan (baca:maling) tersebut.

      Namun jika kurang mencukupi, saya balikkan lagi dalil-dalil yang tersebar di internet, “Tidaklah halal harta seorang muslim kecuali atas kerelaan darinya. (Al-hadits)”
      Perlu diketahui beberapa perusahaan developer besar tidak terlalu mempermasalahkan individu yang penghasilannya di bawah harga produk software mereka.

      2. Betul sekali, jangan dijadikan komersial. Artinya cukup untuk pribadi atau individu saja. Tetapi jika memang ada software yang dapat digunakan secara gratis lebih baik pakai yang itu. Namun jika ternyata fiturnya masih kurang pas dibandingkan dengan yang berbayar, maka seperti yang telah saya jelaskan, beberapa perusahaan developer besar tidak terlalu mempermasalahkan individu yang penghasilannya di bawah harga produk software mereka.

      Hanya untuk penghasilan yang mas dapat kali ini, kiranya mas harus banyak-banyak istighfar dan sedekah untuk membantu membersihkan harta mas. Insya Allah dimaafkan. Namun jangan lupa jika memang penghasilan -bersih- nya sudah dapat digunakan untuk membeli software tersebut, mengapa tidak untuk berbaik hati kepada sang penjual?

      Jangan sungkan-sungkan untuk berdiskusi. Saya senang. Terima kasih kembali.

      Wallaahu a’lam bishshawaab.

  7. Alhamdulillah akhirnya ada pencerahan, semoga saja tidak menjadikan perbuatan kita sebagai pengguna software bajakan sebagai dosa. Aamiin

  8. Dalam hati seneng juga sh sama argument ini. Tp entah kenapa hati ini mash kurang yakin dengan argument agan. Seakan bilang “ini pembenaran” kita ini memang suka mencari pembenaran daripada kebenaran sh yaaa. Hehe
    Saya tidak sedang mengejek agan, karna memang sayapun lagi mencoba cari pembenaran.
    Apa yang saya takutkan ialah, ketika saya membuat suatu fatwa syubhat, yang jika ternyata sbenernya adalah haram, lalu orang lain ikut ikutan. Malah saya jadi panen dosa dong hmm

    • Terima kasih atas komentarnya. ^_^

      Jika boleh tahu, boleh dipaparkan argumen yang mana? Karena sejatinya saya tidak menuliskan artikel ini dengan pendapat saya sendiri. Di komentar sebelumnya telah disebutkan bahwa saya menuliskan artikel ini dengan mengumpulkan sumber dalam waktu yang lama. Artinya untuk urusan akhirat tidak main-main. Saya bahkan mendengar langsung dari agen software ori, bahwa tidak apa menggunakan program berbayar -bajakan- jika memang penghasilannya masih belum mencukupi dan ada niat membeli.

      Juga untuk fatwa, tidak sembarangan orang dapat membuat fatwa. Yang dapat membuat fatwa hanya seorang mufti, dimana mereka telah menguasai minimal 23 cabang ilmu. Itu info yang saya dapat dari orang yang saya kenal ilmu agamanya baik. Jadi sekali lagi, tidak ada argumentasi pribadi di sini, apalagi yang agan maksud sebagai ‘pembenaran’. 🙂

      Di atas telah dipaparkan pendapat 3 ulama kontemporer mengenai hal ini. Jadi itu kembali lagi kepada agan ingin memilih yang mana. Ibaratnya sama seperti hukum musik dalam Islam, ada yang mengatakan halal, dan ada yang mengatakan haram. Jika memang agan mengikuti hukum musik yang haram, misalnya, maka wajib ditinggalkan. Namun bukan berarti harus mendebat orang yang mengikuti ulama yang menghukumi musik itu halal bukan?

      Justru baik dari segi apapun, berdebat kusirlah yang memang seharusnya ditinggalkan. Atau jika agan memiliki solusi untuk membantu saudara-saudara kita yang berbakat di bidang IT namun melulu terpentok masalah ekonomi dan hanya membutuhkan fitur program berbayar, itu akan sangat saya hargai bahkan saya akan menambahkan porsi artikelnya karena solusi agan.

      Wallaahu a’lam bishshawaab.

      Terima kasih atas komentarnya sekali lagi. ^_^

  9. Assalamualaikum mas.
    Mau bertanya, maaf sebelumnya bisa ga mas kasih kita bukti otentiknya perusahaan mana yang memang mengatakan yang mas publish ini “Perlu diketahui beberapa perusahaan developer besar tidak terlalu mempermasalahkan individu yang penghasilannya di bawah harga produk software mereka.” ? dan kalau memang benar berarti jika saya mau membuka jasa instal ulang yang sekiranya hanya mendapatkan 100rb s/d 150rb per komputer itu diperbolehkan sama perusahaannya ya mas ?

    • Waalaikumussalaam,

      Terima kasih telah berkomentar, untuk bukti konkrit silakan agar mendatangi agen software ori yang berada di Mangga Dua Jakarta jika domisili mas di Jakarta atau agen-agen software di daerah mas.

      Dari yang mereka katakan sendiri, tidak apa-apa jika untuk usaha kecil-kecilan. Yang dimaksud dengan perusahaan software besar ini maksudnya Adobe, Microsoft, dst.

      Terima kasih kembali.

      —< (Wallaahu A'lam Bishshawaab)>—

  10. Muhammad Anton Dimas

    Assalamualaikum Wr Wb
    Mas, saya ini masih duduk di bangku sekolah. Jika ada tugas dari guru tentang membuat laporan atau skripisi, saya menggunakan windows dan office yang saya aktifkan menggunakan nomor serial yang saya dapatkan dari internet. Namun, saat saya daftarkan ke pihak Microsoft, perusahaan tersebut tidak memberi tanda bahwa itu tidak dibolehkan, namun juga langsung diberi tahu bahwa software tersebut asli. Apakah hal tersebut merupakan membajak? Apakah hal tersebut berdosa? Terima kasih atas tanggapannya.
    Wassalamualaikum Wr Wb.

    • Waalaikumussalaam.

      Terima kasih atas komentarnya.

      Mohon dijelaskan apa maksudnya mendaftarkan setelah mendapatkan serial number secara cuma-cuma? Bayangkan jika kamu membuka pentas musik kemudian ada penonton yang mendapatkan tiket secara tidak resmi dan mendaftar ke acara kamu, jelas kamu tidak akan membolehkan penonton tersebut masuk.

      Lagipula skripsi baru dilaksanakan ketika seseorang sudah menempuh strata satu atau S1, dalam hal ini mahasiswa. Jadi jika hanya tugas sekolah, itu tidak sama dengan skripsi yang telah diyakini orang kebanyakan.

      Kemudian saya kurang paham mengenai kalimat “perusahaan tersebut tidak memberi tanda bahwa itu tidak dibolehkan, namun juga langsung diberi tahu bahwa software tersebut asli“. Maksudnya? Jelas ini ironi.

      Yang jelas, pihak Microsoft sering mengadakan razia-razia ke perusahaan-perusahaan besar yang nyata-nyata sudah jauh lebih dari cukup untuk membeli produknya namun masih menggunakan yang bajakan. Yang jelas, target razia Microsoft adalah perusahaan-perusahaan besar, bukan usaha kecil-kecilan hanya untuk mencari sesuap nasi.

      Mohon perbaiki dahulu komentarnya sebelum saya dapat lanjut menjawab lebih jauh. Saya tunggu untuk selanjutnya. Terima kasih.

  11. Assalamualaikum Wr Wb
    Permisi , saya sudah baca soal artikel yang mas tulis di atas. Kurang lebih saya sudah cukup mengerti, namun masih saja ada hal” yang membuat saya masih ragu soal hal ini.
    Saya seorang mahasiswa yang bisa dibilang baru mulai jadi freelancer membuat jasa ilustrasi, nah masalahnya adalah udah mulai tengah jalan saya ada baca tentang hukum penghasilan dari software bajakan. Saya tau persis bahwa software saya saat ini bajakan, dan setelah saya cek ternyata OS saya juga bajakan (udah bawaan dari pas beli laptopnya). Makin bingung soal ini, saya memutuskan buat stop dulu sementara dalam kerjaaan ini.

    Dan seperti artikel di atas ” Seseorang menasihati saya dengan mengatakan bahwa kamu dibayar atas jasamu, bukan karena program tersebut. Perusahaan air minum pun dilarang menjual air karena berdasarkan hadits umat muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu api, air, dan tanah. Tetapi sejatinya kita tidak membayar airnya, melainkan jasa perusahaan air minum tersebut. Bahkan sebaiknya NJOP dan Pajak Bumi dan Bangunan harus dihilangkan terkait hal itu daripada sibuk mengurusi orang menengah ke bawah yang memakai program bajakan ” , saya juga pernah kepikiran soal ini, gimana kalo misalnya akad dalam transaksi pembayarannya saya jadiin gini —-> si client membayar saya dengan maksud donasi, dan saya mengerjakan projet yang dia beri sebagai free request. Apakah menurut anda hal seperti ini diperbolehkan ? (mungkin pendapatnya bisa menambah referensi dan memperluas ilmu saya)

    dan lagi, apakah boleh kita membeli software ori dengan penghasilan dari software bajakan ?
    terimakasih.

    • Waalaikumussalaam,

      Adalah Unity3D sebuah engine/software pembuat game 3D, dalam salah satu thread forumnya (maaf saya lupa linknya) yang membahas user yang menggunakan versi bajakan program mereka. Bagian sekuritas dari perusahaan tersebut akhirnya turun tangan dengan menyebutkan begini seingat saya:

      1. Apakah boleh membeli software ori dengan uang dari software bajakan atau entah apapun itu? Jawabnya, “Jika seseorang pembeli mobil yang melakukan test drive terus-terusan tanpa sepengetahuan dealer kemudian ketika puas dia hubungi dealer untuk membayar mobil tersebut. Tidak apa-apa, bukan?”
      Lagipula ini adalah sebuah software, yang kita tidak tahu apakah software kita dicuri orang atau tidak, karena tidak ada istilah “stok” di sini.

      2. Bagaimana jika ketahuan apa yang telah dia hasilkan adalah memakai software bajakan dan pendapatannya sudah diwajibkan untuk membeli software ori? Jawabnya, “He must pay his debt overtime.”
      Jadi tidak dikenakan pasal apapun selama dia mau membayar hutangnya. Bahkan Microsoft kerap merazia user yang memakai OSnya yang bajakan. Namun apakah targetnya orang yang hanya ingin mencari sesuap nasi? Bukan, melainkan perusahaan besar yang pendapatannya jauh melebihi harga OSnya itu. Karena akan berpengaruh sangat bagi standar ISO perusahaan tersebut.

      Alhamdulillah, mas masih diberikan kekhawatiran akan hal ini, dapat dilihat dari cuplikan artikel saya di atas, “If you love it, go -buy- it.”
      Bagaimana jika uangnya tidak ada? Kita niatkan. InsyaAllah ada jalan.

      Terima kasih atas komentarnya.

  12. Assalamualaikum Mas , maaf mas sebelumnya saya termasuk orang yang awam dalam masalah agama, saya mau tanya 2 hal:
    1) kalau IDM apakah seperti Microsoft dalam memberi ketentuan tentang pembajakan produknya?
    2) boleh minta WhatsApp nya mas? Krn saya akan sangat senang jika di beri sehingga bisa memberikan saya pencerahan yang sangat bermanfaat buat saya, terimakasih 🙂

    • Waalaikumussalaam, wr. wb.
      1. Untuk IDM yang dimaksud di sini apakah artinya Internet Download Manager?
      2. Boleh, namun saya tidak akan memberinya di komentar ini. Bapak dapat mengajukan permohonan untuk pemberian kontak saya via email.

      Terima kasih komentarnya.

  13. Min, bagaimana dengan penggunaan software yg versi lawas yg gratis atau abadonware(software yang sudah tidak mendapatkan dukungan lagi dari produsennya, sehingga meskipun masih berada di bawah perlindungan copyright, penggunaan versi ilegalnya masih diperdebatkan.)
    Contoh,misalnya Paintool SAI yg versi terbaru ini v.1.2.5,trus sya download ni software dari web bajakan yg ngasih v.1.1.0 hukum pemakaian nya itu gimana min?
    Mohon pencerahannya

    • Baik terima kasih atas komentarnya.

      Sebetulnya saya agak kaget begitu tahu SAI sudah abandoned. SAI sebetulnya tidak begitu terkenal di antara para desainer dibandingkan dengan Photoshop karena targetnya khusus untuk digital painting, dan itupun sudah ada Corel Painter. Makanya saya bertanya-tanya apa yang membuat SAI menjadi Abandonware, jika memang karena sedikit pembeli dan banyaknya cracker, maka itu sangat disayangkan. Karena itulah saya memakai Krita, software digital painting yang benar-benar freeware seperti halnya GIMP dan Inkscape.

      Jika ingin memakai versi cracked, lebih baik pakai software yang memang perusahaannya sudah untung besar seperti Adobe, Corel, atau Microsoft. Karena mereka punya pantauan khusus mengenai siapa yang lebih layak ditagih keabsahan lisensinya pertama kali, seperti razia rutin pihak Microsoft kepada perusahaan-perusahaan besar untuk mengecek apakah OS dan Produk Officenya asli. Sejauh ini saya belum pernah dengar sasaran razia mereka adalah warnet-warnet atau individu menengah ke bawah.

      Sekali lagi, jika memang sudah mampu, kamu seharusnya menghargai kerja keras developer jika memang software tersebut worth it untukmu dengan cara membayar lisensinya.

      Karena statusnya sudah abandonware, jadi mau versi berapapun Paintool SAI yang didownload sudah tidak mendapat perhatian lagi dari pihak pengembang sehingga statusnya menjadi boleh.

      Wallaahu A’lam.

      • Itu hanya misalnya min…..
        Jadi klau software lain yg dh ad ver terbaru nya(yg berbayar), trus sya download yg versi lawas (yg gratis) berarti itu statusnya jadi boleh ya minn….?

        • Kaidahnya tergantung dari versi berapa yang sudah mereka anggap abandonware. Jika memang Adobe Photoshop memiliki versi CC terbaru 2017, maka sepertinya yang 2015/2016 mereka masih mewajibkan untuk membayarnya, kecuali mungkin yang versi lawas sekali seperti Adobe Photoshop 1 atau 2 (bukan versi CS) karena sepertinya versi-versi yang super lawas tersebut sudah menjadi abandonware, atau istilah mudahnya, versi tersebut sudah ‘basi’.

          Jadi jika memang ingin memakai versi bajakannya, mengapa tidak sekalian versi yang paling baru saja? Namun begitu, saya tetap menekankan agar memakai software setara gratis seperti GIMP dan sejenisnya, apabila fiturnya telah dirasa pas. Terima kasih.

          Wallahu A’lam.

  14. Min terima kasih banyak penjelasannya, saya akhirnya bisa memahami boleh tidaknya menggunakan software bajakan. Saya ingin bertanya, karena menurut saya ada bagian yg belum bisa saya pahami. Saya pengguna OS bajakan dan Ms. Office bajakan. Saya ingin mengikuti lomba seperti KTI atau essay. Apakah halal menggunakan software bajakan?

    • Baik, terima kasih kembali atas komentarnya. 🙂

      Kadang untuk perlombaan kita tidak tahu apakah peserta lainnya juga turut menggunakan yang bajakan, di sinilah letak dilematisnya. Selagi masih dapat memakai yang free seperti open office lebih baik pakai yang itu, namun yang menjadi masalah adalah banyak masyarakat bahkan institusi pemerintahan yang seakan sudah ‘melegalkan’ penggunaan Ms. Office bajakan di sini sehingga banyak orang yang sudah menganggap menggunakan barang bajakan adalah lumrah bahkan untuk mereka yang sudah berpenghasilan lebih untuk membeli software tersebut.

      Akhirnya begini saja, jika memang hadiah lombanya berupa uang tunai yang besarannya sangat melebihi harga Ms. Office tersebut dan penyelenggara lomba tersebut memiliki sponsor (sebagai penyedia hadiah), baik gunakan untuk membeli lisensi yang asli. Terima kasih.

      Jika penyelenggara lomba tidak memiliki sponsor dan setiap peserta diwajibkan untuk membayar uang admin dengan tujuan diluar operasional lomba dan konsumsi, baik agar tinggalkan lomba tersebut karena itu suatu bentuk perjudian. Namun jika uang adminnya diperkirakan untuk operasional lomba, insyaAllah boleh. Tetapi seingat saya jika lomba komputer jarang dikenakan biaya admin jadi tidak masalah.

      Wallaahu A’lam.

  15. bagaimana dengan software windows xp 3 apakah sudah termasuk Abandonware,
    Soalnya sampai saat in saya masih tetap setia sama xp3 yang saya gunakan untuk usaha warnet …apakah dan bagaimana hukumnya menurut anda min ?, Trims

    • Baik terima kasih bapak Faidzy atas komentarnya. Dari apa yang saya ketahui bahwa Windows XP 0, 1, dan 2 sudah menjadi abandonware namun tidak untuk XP 3 hingga saat ini.

      Untuk masalah hukum, saya tidak berani untuk berkata masalah halal atau haram, karena jika dijelaskan lebih lanjut maka akan sangat panjang.

      Kesimpulannya, ini kembali lagi masalah muamalat kepada sesama manusia, karena syarat jual beli menurut hadits adalah dengan adanya keridhoan antara pembeli dan penjual yang dalam hal ini adalah pihak Microsoft. Jika memang pihak Microsoft tidak mempermasalahkan dengan cara mengeluarkan ancaman tertulis ataupun lisan baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada bapak, insyaAllah tidak mengapa. Namun adakalanya sangat dianjurkan agar bapak sisihkan beberapa persen dari keuntungan untuk upgrade ke OS Windows yang berlisensi asli, karena siapa -sih- yang mau produknya dibajak?

      Wallaahu a’lam. Terima kasih.

  16. min, bisa kasi infonya / situs tentang xp2 sudah abandonware,Trims.
    min ada pengalaman lucu sy berdikusi dengan teman,,katanya kalo lo takut dosa dan blom mampu beli licensi pake yang trial aja ( 30 Hari) ntar kalo uda habis trialnya lo instal ulang lagi,,kan hal ini tidak dilarang sama microsoft,selagi kita tidak merubah hakcipta nya trial jadi aktif,,masalahnya hanya repot// kira kira gimana ya min kalau sementara ditempuh jalan ini…apakah halal hasil dari usaha warnet saya? soalnya kalo beli licensi hitung” 50 puluhan juta, sangat berat

    • Mohon maaf saya baru balas. Kemarin saya seharian ada seminar Google.

      Mengapa harus repot-repot install ulang? Berkali-kali lagi. 🙂
      Jika memang inginnya dengan cara lucu begitu maka tidak apa, namun apa tidak memberatkan kamu juga? 🙂

      Pada dasarnya 1 lisensi itu adalah untuk 1 komputer, yang jika 30 hari sebenarnya sudah habis. Jadi meski di install ulang dan perbaharui lisensi pun itu tidak mengubah lisensi dari komputer tersebut karena sudah lebih dari 30 hari dari sejak OS yang paling pertama terinstall.

      Tidak perlu memberatkan diri. Mungkin pihak Microsoft pun akan terpingkal (baca: ROFL, LMFAO) jika baca metode seperti itu.

      Jangan khawatir, Microsoft -Sadar- akan hal ini dan target razianya bukan orang-orang yang menengah kebawah, melainkan perusahaan-perusahaan besar yang keuntungannya sudah lebih dari cukup untuk membeli lisensi mereka.

      Lihat? Bill Gates masih menyandang sebagai orang terkaya no. 1 di dunia bukan? Saya yakin pihak Microsoft punya manajemen untuk hal ini tersendiri. Serahkan saja pada mereka.

      Meski begitu, itu harusnya tidak menghilangkan niat kamu mas untuk membeli lisensinya nanti. Perbanyaklah sedekah.

      —< (Wallaahu A'lam Bishshawaab)>—

      Oh iya, untuk situs, maaf saya lupa apa situsnya. Mas dapat cari di Google.

      Terima kasih.

  17. maaf min banyak pertanyaan …bagaimana menurut anda membeli licensi di tokopedia yg bs dibilang sangat murah…apakah produk yg mereka jual itu benar” resmi atau ilegal. saya sudah menghubungi pihak microsoft utk menanyakan bagaiman cara membeli licensi (windows 7)dan berapa hrgnya untuk saat ini..dan mereka menjawab untuk saat ini mereka sudah tidak memilikinya lagi silahkan membelinya ditoko terdekat denga anda.

    • Tidak apa, pertanyaan kamu akan saya balas ketika saya tidak sedang sibuk. 🙂

      Saya juga memiliki beberapa pertanyaan mengenai hal itu:

      1. Apakah penjual online tersebut resmi? Dalam arti di sini memiliki toko di dunia nyata juga? Jika iya, sudah setengah perjalanan.
      2. Apakah penjual online sengaja pasang harga murah dalam rangka diskon atau cuci gudang? Jika iya, sudah hampir selesai perjalanan.
      3. Jika pihak Microsoft sudah lepas tangan, maka patokan harga dapat ditanyakan ke toko-toko komputer yang resmi. Apakah harganya tidak melenceng? Jika iya, insyaAllah software tersebut resmi.

      Karena jangan sampai kita masuk ke jurang dua kali karena membeli barang bajakan. (Sudah dibajak, dibeli lagi…)

      Terima kasih.

  18. min… kalau misalnya saya menggunakan software editing (bajakan) , lalu saya mengedit film &video , dan dari film& video itu saya post ke youtube lalu menghasilkan uang , itu bagaimana ?

    • Baik, terima kasih atas komentarnya. Saya senang.

      Menghasilkan uang secara rutin dari pihak advertising secara langsung sudah benar-benar masuk ke dalam ranah komersial jika hal itu sudah lebih dari sekedar memenuhi hajat hidup kamu. Kamu sudah seharusnya menabung untuk membeli lisensi programnya yang asli jika tabunganmu sudah mencukupi.

      Terima kasih.

  19. Assalamu’alaikum, Min. Izinkan saya mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan software bajakan.

    Alhamdulillah, sekarang saya sadar jika menggunakan software bajakan ialah tidak baik. Sekarang, sudah mulai menggunakan software open source, misal Excel diganti dengan WPS Spreedsheet yang gratis dan legal dari situs resmi, dan AutoCAD diganti dengan NanoCAD 5.0 langsung download dari situs resminya dan dapat SN dari emailnya langsung.

    Setelah saya membaca beberapa komentar/pertanyaan di atas saya, penghasilan bekerja dengan software bajakan ialah haram. Saya menjadi takut dan gelisah dengan hasil pekerjaan saya dalam tabungan.

    Pertanyaan saya agar saya lebih yakin dan mengerti:
    1. Apakah boleh membeli software asli/original dengan uang yang saya kumpulkan (penghasilan dari penggunaan software bajakan)?

    2. Ini sedikit melenceng tapi berkaitan dengan Hak Intelektual, Saya membuat Blogger dan Youtube dengan membuat akun Google di laptop saya yang Windows7 bajakan, serta saya mempromosikan Blog saya lewat IG, namun post IG saya mengandung musik bajakan. Apakah hal itu diperbolehkan? Saya berangan-angan jika penghasilan blog dan youtube saya besar, saya ingin membeli software dan musik yg pernah saya pakai namun dari hasil itu. Bagaimana solusinya?

    3. Pekerjaan saya menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan, menggunakan Microsoft Office bajakan. Jika banyak proyek, saya lebih meng-copy file RAB dari proyek sebelumnya. Sekarang saya sudah menggunakan WPS Spreadsheet. Apakah saya harus membuat RAB dari awal lagi?

    4. Saya mencari Windows7 ori di olshop semacam Tokopedia, Blibli. Namun, hati merasa melihat harganya yang dibilang tidak wajar. Apakah itu benar2 legal atau bajakan rasa ori?

    Mohon maaf atas pertanyaan saya yang banyak ini. Jujur, hati saya gundah gulana karena perihal ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya selama saya bekerja dengan software bajakan.

    Ditunggu jawaban dan solusi Admin.

    Wassalam.

    • Waalaikumussalaam wr. wb.
      Terima kasih banyak atas komentarnya.

      Baik, apa yang bapak lakukan itu bagus. Semoga hal itu dapat mengurangi penggunaan software bajakan di Indonesia. 🙂

      Namun saya sedikit enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan bapak karena memang semuanya sudah terjawab dengan sendirinya. Mohon maaf.

      1. Jika memang bapak sudah membaca komentar-komentar di atas, seharusnya bapak sudah pasti menemukan jawaban untuk pertanyaan bapak pada nomor 1.

      2. Bapak sudah menyimpulkan bahwa penggunaan software bajakan adalah haram. Lalu mengapa bapak bertanya mengenai hukum musik bajakan? Dua-duanya sama-sama melanggar hak intelektual. Bahkan jika bapak ingin sekalian membersihkan diri dengan sangat maksimal, musik itu sendiri pun sudah haram, dan ditambah bajakan pula.

      3. Pertanyaan bapak mirip dengan seseorang yang bekerja di bank konvensional kemudian gajinya digunakan untuk tabungan haji. Ketika dia tahu bahwa penghasilannya mengandung riba yang jelas haram dan dia harus keluar dari bank tersebut, apakah dia harus menabung haji dari awal lagi? Jawabannya dapat bervariasi, saya sarankan bapak agar mendatangi ulama terdekat.

      4. Lagi, saya sudah jawab di komentar sebelumnya.

      Artikel saya hanya sedikit, materi di lapangan kebanyakan berada di kolom komentar.
      Terima kasih. 🙂

      Wallaahu a’lam bishshawaab.

      • Maaf, terima kasih Min. Saya hanya meyakinkan saja.

        Untuk jawaban ketiga, lebih baik saya buat file dari awal lagi dengan software free, supaya lebih tenang.

        Menyambung pertanyaan melenceng tadi. Untuk hukum musik ialah haram, memang saat ini saya masih ragu. Ada yang boleh dan haram. Kalau sudah seperti ini, apakah saya harus berhenti melakukan itu semua? Apakah perlu saya menghapus konten yang menyediakan itu semua? Atau blog dan youtube saya dihapus saja dan membuatnya baru lagi?

        • Baik, saya juga berterima kasih kembali.

          Tidak apa, selama pertanyaannya baik (maksudnya answerable) insyaAllah saya akan jawab.

          Islam sudah sempurna, tidak ada keraguan di dalamnya, meskipun Rasulullah Muhammad saw. telah tiada namun warisan Beliau yaitu ulama masih banyak yang siap untuk mengakomodir fikih kontemporer.

          Baik software bajakan dan musik memiliki 2 pendapat, yaitu ada yang mengatakan haram dan mengatakan boleh dengan syarat. Jika diminta, saya siap untuk menjelaskan haram dan bolehnya musik dan software bajakan lebih lanjut namun tidak di sini, mungkin di postingan terpisah.

          Hanya saja saya lihat bahwa bapak sudah condong dan mengambil pendapat yang haram untuk software bajakan, lalu mengapa tidak sekalian untuk musik? Maka untuk sekaligus membersihkan diri mengapa juga tidak sekalian mengharamkan musik? Bahkan untuk kedepannya jika bapak lebih condong ke hukum yang haram, maka setiap kegiatan menggambar makhluk, mengambil foto orang yang terlihat auratnya seperti perempuan yang terlihat rambutnya, menyanyi, dan lain sebagainya juga harus condong ke haram.

          Terima kasih. 🙂

          Wallahu A’lam Bishshawaab.

  20. Assalamua’laikum
    Mau nanya saya masih ragu gan ,saya adalah pengusaha penerima jasa download.Banyak yang meminta untuk download software atau game bajakan.Lalu bagaimana hukumnya denga penghasilan yang saya terima tetapi saya hanya mematok harga untuk mengganti kuota yang terpakai dan jasanya??
    Mohon penjelasannya
    Wassalamua’laikum

    • Waalaikumussalaam wr. wb.

      Baik, terima kasih atas komentarnya. Saya senang.

      Saya sarankan agar kamu segera mencari pekerjaan yang lain, karena menerima bayaran dari hasil menyebarkan pembajakan seakan-akan menerima bayaran dari orang yang membantu ‘maling’. Jika memang kamu perlu bayaran, cukup hanya untuk sebatas mengganti kuota internet saja. Selebihnya jika memang tidak darurat sekali, lebih baik jangan.

      Jika memang terdesak, ada pendapat yang mengatakan, tidak apa kamu tekuni saja kegiatan jasa downloadmu itu selagi kamu masih belum mendapatkan pekerjaan yang lebih baik namun tetap berusaha dalam mencari pekerjaan yang lebih layak tersebut.

      Jangan khawatir, insyaAllah ada jalan selama ada tekad. Saya sarankan kamu coba melamar sebagai freelancer lain seperti yang bertugas input data atau sejenisnya.

      Bagaimana dengan uang yang selama ini saya makan? InsyaAllah dimaafkan selagi kamu terus beristighfar.

      Wallahu a’lam.

  21. Hello mas, mau tanya. Jika kita membeli atau melisensi produk tersebut pake uang/penghasilan yg didapat dari software bajakan sebelumnya apa boleh? Atau tetap tidak boleh?

    • Halo Rangga, terima kasih atas komentarnya. 🙂

      Jika memang ditujukan untuk software yang sama, itu seakan-akan seperti mengembalikan uang hasil curian, dan sebaiknya harus. Karena jika memang tidak ingin dituduh mencuri, maka uang itu dapat disebut sebagai hutang kepada software bajakan yang dipakai tersebut.

      Terima kasih.

      Wallaahu A’lam.

  22. Mlm mas/admin..
    Bisa kita diskusi lewat telpon. . Kirim nomer hp lewat email y.. Basidabdul74@gmail.com
    Ini masalah sdh beberapa tahun.. dlm pekerjaanku. Sdh kuperbaiki.. tpi akhirnya ini kambuh lagi masalah software..
    Makasih

    • Malam Abdul, terima kasih komentarnya.

      Tentu saja boleh, sudah beberapa orang lebih memilih berdiskusi dengan saya lewat jalur pribadi dan saya insyaAllah terbuka. Namun saya tidak akan memberikan kontak saya di kolom komentar, jadi dimohon ajukan via email mas Abdul agar dapat saya kirimkan kontaknya.

      Terima kasih.

      • mana no tlpnya mas,, ko belum dikirim di email

        • Baik bapak Abdul, biasanya untuk pengajuan untuk nomor telepon dibuat oleh sang pemohon kemudian dapat dikirim via email pribadi saya seperti beberapa orang yang telah berdiskusi dengan saya lewat jalur pribadi.

          Saya akan dengan senang hati menerima pengajuan email tersebut. Untuk email saya dapat dilihat di menu Hubungi Saya atau dapat diajukan di kolom pertanyaan pada sidebar untuk melakukan pengajuan. Terima kasih. 🙂

  23. pak admin
    boleh gk klo saya pakai windows xp sp2 bajakan dikomputer saya, lalu saya punya niat beli laptop yg pakai windows 10 ori pakai uang hasil dari komputer yg pake windows xp bajakan tadi. Terima kasih

  24. Assalamua’laikum
    Saya ingin bertanya saya mempunyai laptop gaming dan saya ingin menyewakan untuk bermain game kepada anak anak namun saya memakai game bajakan.
    Apakah boleh seperti itu ??

    • Waalaikumussalaam wr. wb.

      Semoga mas dapat membeli lisensi permainan tersebut secara sah dari uang hasil sewanya.

      Mereka hanya butuh uang dari mas, dan membajaknya sudah mereka anggap sebagai hutang yang harus dibayar.

      Terima kasih atas komentarnya.
      Wallaahu A’lam.

  25. ok terima kasih min

  26. assalamu’alaikum mas bisa minta nomornya kah? ada yg saya ingin tanyakan perihal software bajakan.
    kirim ke gmail saya : iqbalarrahim11@gmail.com
    Terima Kasih…
    wassalamu’alaikum

    • Waalaikumussalaam wr. wb.

      Baik bapak Iqbal, biasanya untuk pengajuan untuk nomor telepon dibuat oleh sang pemohon kemudian dapat dikirim via email pribadi saya seperti beberapa orang yang telah berdiskusi dengan saya lewat jalur pribadi.

      Saya akan dengan senang hati menerima pengajuan email tersebut. Untuk email saya dapat dilihat di menu Hubungi Saya atau dapat diajukan di kolom pertanyaan pada sidebar untuk melakukan pengajuan. Terima kasih. 🙂

  27. min jika saya mendapat uang dari penjualan barang bajakan harus kemanakan hasil uang itu karena saya ingin berhenti menjual barang bajakan

    • Terima kasih atas komentarnya.

      Uang tersebut lebih baik bapak Firlands gunakan untuk membeli lisensi yang baru. Selama bapak sudah bertaubat, bapak sudah tidak boleh meneruskan aktivitas cracking tersebut.

      Pada dasarnya software yang dicuri adalah hutang, jadi harus dilunasi hutangnya. Namun jika memang tidak tahu akan ‘keharaman’ uang hasil penjualan cracking, maka komitmennya adalah segera menyedekahkan sebagian harta tersebut dengan niat yang baik.

      InsyaAllah dimaafkan. Allah Maha Baik dan tidak pernah mempersulit ciptaanNya sendiri.

      Terima kasih. Wallaahu A’lam.

  28. Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatu
    Min, ane mau tanya… Kalau ane download game bajakan yang semata-mata hanya untuk keperluan pribadi (sama sekali tidak dikomersilkan (dijual ataupun disewakan) dan benar-benar didownload secara gratis itu bagaimana ?

    Terima Kasih sebelumnya

    • Waalaikumussalaam wr. wb. Terima kasih atas komentarnya.
      Game bajakan yang mana?
      Jika masih memungkinkan untuk membeli, maka sangat dianjurkan untuk membelinya.
      Karena saya pernah membaca keluhan seorang developer game yang 97% gamenya dibajak bahwa dia tidak memiliki pekerjaan tetap, bukan perusahaan besar, dan dia bilang, “I just want pennies from ya.” Kira-kira begitu.

      Jadi meski untuk keperluan sendiri, selama masih memungkinkan untuk membeli, harus tetap menghargai kerja keras pembuat game. Jika memang tidak memungkinkan, insyaAllah dimaafkan namun jangan dijadikan suatu keabsahan, dan jika memungkinkan dari produk perusahaan yang memang sudah besar sehingga tidak terlalu memberatkan mereka.

      Wallaahu A’lam. Terima kasih.

      • Makasih banyak min…

        Maaf min, ane mau nambah, buat mempertegas aja.
        Kalau seandainya belum mampu untuk beli, namun manfaatnya apabila digunakan cukup besar (ex : mengasah kemampuan bahasa Inggris, menambah kreativitas, belajar sejarah, etc) dan developer game ini perusahaan besar (ex: Mojang, EA games, Microsoft Games, Bethesda, DICE, etc) itu bagaimana ??

        Sekali lagi terima kasih… Maaf merepotkan

        • Baik, senang dapat membantu. Tidak apa, saya senang.

          Mohon maaf saya baru balas, saya sedang sangat sibuk sejak kemarin-kemarin.

          Sebenarnya alasan-alasan seperti mengasah kemampuan bahasa Inggris, menambah kreativitas, belajar sejarah, dst hanyalah sebuah klise tanpa sedikit pun mengurangi kedudukan pemakaian game bajakan. Dan sepertinya ada sedikit perbedaan pandangan antara software bajakan dengan game bajakan. Jika software bajakan, mungkin penggunanya masih sangat mungkin untuk membeli lisensi aslinya lewat penghasilan mereka dari software bajakan tersebut. Namun jika game bajakan? 🙂 Kemungkinannya sangat kecil kecuali dia adalah seorang gamer sejati yang sudah memiliki penghasilan sendiri.

          Jadi terlepas dari alasan-alasan tersebut, jika ingin mencoba memainkan game bajakan dan masih belum memungkinkan untuk membelinya maka silakan saja. Namun seperti yang saya singgung pada komentar sebelumnya, hal seperti ini jangan dijadikan kebiasaan atau bahkan keabsahan sehingga kita seakan tidak pernah ingin menghargai kerja keras developer anymore.

          🙂

          Wallaahu A’lam, terima kasih.

  29. Jadi gini
    Gw youtubers
    Gw udh sampe 50K
    Gw dari pas awal youtube sampe pas penarikan pertama youtube pake software bajakan
    Dan pas pertama kali narik gw baru cari2 apakah jika ngeyotube pake software bajakan itu uangnya bakal hallal/haram..dan gak ketemu
    Gw tanya ketemen2 youtube gw yang udh lebih lama ngeyoutube,katanya sih hallal aja
    Jadi gimana nih?
    Uang gw selama ngeyoutube halal atau haram?
    Tapi..semenjak penarikan pertama itu gw udh kgk pake software crack lagi walaupun ada yg ngatain hallal,gw berpindah keyang Free ae :v
    Uangnya udh gw beliin buat beli HP,bantu ortu,traktir temen2,dll(bukan bermaksd sombong..gw cmn pengen ngasih tau ae kalo uangnya gw manfaatin sebaik2nya)
    Jadi gmn?
    Halal atau haram pendapatan gw selama itu?
    Dan halal kah hpnya,uang buat bantu ortu,dan traktir temen2 gw?
    Thx
    Oh iya..nama yt gw RakaGaming30
    Biar bukti klo gw ytbers yg pernah narik ae :v
    Klo mau subs silahkan :v
    Otw 50K subs
    Ea malah promosi :’v
    Jawab yee..

    • Sebentar, sebentar…
      Pelan-pelan…

      Baik, mas Raka. Untuk software cracking tebusannya adalah dengan membeli lisensi aslinya. Jadi saya tidak peduli dikemanakan uang dari hasil monetizing Youtube, karena hal tersebut tidak mengubah status harta mas Raka sedikit pun. Jika uang hasil maling, maka lebih baik kembalikan dahulu uang hasil malingnya sebelum digunakan untuk menyumbang masjid, bahasa kasarnya begitu.

      Seperti yang saya singgung di komentar-komentar sebelumnya, barang bajakan adalah seperti sesuatu yang terhutang, maka sebaiknya prioritaskan dahulu untuk membayar hutang tersebut sebelum digunakan untuk yang lain, sebermanfaat apapun itu.

      Wallaahu A’lam. Terima kasih.

      • Jadi gw kudu ngebayar berapa lamanya gw pake software cracknya gitu?
        Misalkan pakenya 7 bulan
        Nah harus beli software yg 7 bulannya yak?
        Oh iya satu lagi
        Kan biasanya kalo bayar tuh kebanyakan lewat paypal,dan sedangkan buat paypal itu harus pake KTP,nah disini gw bingung..bayarnya harus gmna yak?
        Apakah harus disumbangin aja ke kotak amal? Atau gimana?
        Maaf klo kebanyakan nanya
        Biasa..gini bocah mah :v
        Thx

        • Saya sebenarnya bingung ingin menanggapi darimana untuk komentar mas Raka ini.

          Baik, yang lalu biarlah berlalu selama sudah taubat dan beralih ke free dikarenakan adanya kendala pada proses pembayaran. Namun di Mangga Dua sepertinya banyak agen-agen software ori yang tidak harus memakai PayPal jika memang ada.

          Lagipula sepertinya mas Raka masih belum genap usia, sehingga berdiskusi dengan orang tua lebih diutamakan agar dapat mendapatkan banyak informasi dan tata bicara yang lebih baik secara langsung mengenai hal ini.

          Terima kasih. 🙂

  30. Gan… Jujur sya masih gelisah???,, sya pengen tau kalau agan lebih memilih pendapat yg mana,.. Haram atau boleh….. Smoga pendapatnya bisa jd acuan atau pertimbangan.

    • Mohon maaf baru saya balas, saya sedang ada banyak kesibukan. Terima kasih.

      Mengenai haram atau boleh, itu sifatnya kondisional. Makan daging babi pun hukumnya menjadi boleh apabila sedang dalam keadaan terdesak/terpaksa dan dalam jumlah yang sangat wajar.

      Jika memang agan Nyoman ingin benar-benar ingin menggunakan software bajakan, pastikan untuk memiliki tekad untuk membayar lisensinya dikemudian hari, karena seperti saya yang telah jelaskan sebelumnya, penggunaan software bajakan adalah seperti hutang yang belum dibayar.

      Wallaahu A’lam.
      Terima kasih. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)