Urban Dilemma #10: Kesendirian

Kesendirian

oleh: anandastoon

Beginilah hidupku, di tengah kesendirian. Belum menikah, meski sudah memasuki usia 30. Setiap hari hanya hidup di depan komputer mengerjakan apapun yang bisa aku kerjakan. Selesai dari pekerjaanku, aku hanya dapat berbaring, menatap langit-langit yang tidak memiliki bintang. Aku hanya menunggu sebuah kebosanan yang aku harap dapat membunuhku.

Setiap hari aku melakukan hal yang sama, tanpa memiliki rekan kerja yang dapat diajak untuk melakukan travel seperti beberapa orang yang aku lihat di dunia luar. Rumah yang berantakan, kasur yang bau, dan beberapa perabotan yang telah usang selalu setia menemani hari-hariku yang bahkan aku tidak dapat mendeskripsikan bagaimana kelamnya.

Aku bosan! Titik!

Aku mematikan komputerku di tengah kesibukanku. Berjalan keluar menuju minimarket terdekat. Bukan untuk berbelanja, melainkan untuk menarik uang dari ATM yang berada di dalamnya.

Berapa saldoku yang tersisa? Oh, 5 milyar rupiah. Aku menariknya sebagian untuk membeli narkotika.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)