Urban Dilemma #12: Sepatu

Sepatu

oleh: anandastoon

Pagi itu sebelum aku berangkat kerja, aku dan istriku melihat ada anjing liar yang tiba-tiba masuk ke rumahku dan menggigit sepatuku kemudian membawanya pergi entah kemana. Istriku tentu saja langsung berdiri tegap dan berusaha mengejarnya sedapatnya.

Sepatu itu, adalah sepatu mahal pemberian dari istriku pada saat hari ulang tahunku tiga hari yang lalu. Dan aku tentu saja baru memakainya sekali. Dia benar-benar istri yang perhatian pada suaminya. Saat istriku mulai berlari keluar dari pagar rumah, aku berteriak memanggilnya agar menyudahi perbuatannya mengejar anjing itu.

Istriku sempat keras kepala ingin tetap memberi pelajaran kepada anjing tersebut, namun aku tenangkan dan kemudian aku memanggilnya dengan lembut agar dia mendekat kepadaku. Untuk menenangkan perasaannya, aku memberi kecupan hangat dikeningnya dan mulai memberinya suatu perkataan yang menyejukkan hatinya,

“Sepatu yang mahal ini dapat dibeli kembali, yang paling penting adalah mahalnya rasa perhatianmu itu kepadaku telah kurasakan.”

Istriku memelukku lagi dengan lebih erat. Aku semakin medekapnya, dan melanjutkan perkataanku,

“Kita masih punya sepatu kirinya yang masih sangat bagus. Lagipula, aku sudah tidak membutuhkan yang sebelahnya lagi.”

Aku baru pulang dari rumah sakit. Dua malam lalu kaki kananku diamputasi karena suatu kecelakaan.

 

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)