Urban Dilemma #13: Bus Pariwisata

Bus Pariwisata

oleh: anandastoon

“Naik, naik, ke puncak gunung… tinggi-tinggi sekali.”
Suara nyanyian anak-anak yang imut itu benar-benar membuatku terpesona. Perjalanan pariwisata kali ini menjadi benar-benar sesuatu bagiku sebagai tenaga pengajar. Aku, telah menjadi pengajar di sekolah dasar ini selama bertahun-tahun. Bertemu dengan anak-anak imut setiap harinya selalu membawa kenyamanan sendiri dari dalam hidupku. Aku bahkan tidak peduli jika di antara mereka ada yang susah diatur, yahh… namanya mereka anak-anak bukan?

“Ardi…!” Sahutku dengan tegas namun lembut.

Anak itu lagi, kali ini membuat ulah dengan menarik rambut teman perempuan disebelahnya hingga menangis. Aku pun kemudian menasehati anak itu dan menenangkan si anak perempuannya.

Entah kenapa, setiap melihat wajah Ardi, aku selalu teringat anakku. Aku akui wajah anakku lebih imut darinya, namun sifatnya sama seperti Ardi. Tetapi aku masih sangat cinta kepada anakku, namanya juga anak satu-satunya. Aku selalu mendidiknya dengan didikan terbaik dengan harapan dia akan menjadi anak yang baik kedepannya.

Aku kembali ke depan duduk di samping pak supir.

“Pak, di depan boleh berhenti sebentar?” Kataku kepada pak Supir.

“Ibu ada keperluan apa? Ini kita ada di tengah tanjakan gunung?”

“Saya ada suatu keperluan sebentar…”

Sang supir menurut, berhentilah ia di tempat yang aku inginkan.

Kulihat anak-anak tampak bingung denganku. Aku tetap melanjutkan keinginanku. Aku berjalan menuju sisi jalan, aku berdiri di sana sambil memegang sesuatu.

“Ibu, saya tahu pemandangannya terlihat bagus. Namun jika ingin menikmati pemandangan yang lebih bagus lagi, di puncak gunung pun bisa bersama anak-anak.” Ujar sang supir.

Tidak, aku tidak sedang melihat pemandangan. Di sini aku sedang mengenang kematian anakku yang tewas karena bus pariwisatanya terjatuh minggu lalu. Karangan bunga yang sedaritadi kupegang, aku lemparkan ke arah langit biru yang berlandaskan deretan jurang yang kejam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Punya masalah pelik yang membuat hari kalian buruk? Mengapa tidak dilepaskan saja? Kalian dapat berdiskusi dengan saya secara pribadi dan aman dengan harapan saya dapat membantu meringankan masalah kalian. InsyaAllah akan saya tanggapi diluar kesibukan saya. Telah banyak orang yang saya balas emailnya.

    Sharing is caring.

    Surel Anda (wajib)

    Pesan Anda

    Terima kasih. :)