Urban Dilemma #6: Wahana Wisata

Wahana Wisata

oleh: anandastoon

Sarah, begitu kami memanggilnya. Dia adalah seseorang yang dikenal ceria di kalangan teman-temannya. Sebenarnya dia adalah anak yatim, dan kami benar-benar merasakan dalamnya kesedihan yang dialami olehnya. Sarah tidak memiliki saudara kandung sehingga dia seringkali kesepian karena ibunya bekerja menggantikan mendiang ayahnya sebagai pedagang sayur keliling.

Iba dengan kondisinya, kami memastikan agar dia tidak terlalu berlarut dalam kesedihannya. Kami mengajaknya kemanapun yang ia suka dan tidak jarang kami mentraktirnya makan. Untungnya, Sarah pandai beradaptasi, jadi kami tidak terlalu dibuat khawatir olehnya. Kami tahu dia juga sangat mencintai ibunya, karena itulah sekarang satu-satunya yang dia punya.

Suatu pagi, kami dikagetkan oleh sesuatu. Ibunya Sarah meninggal karena terjatuh di kamar mandi. Berkabunglah kami di kediaman Sarah pada saat itu. Sarah kali ini benar-benar terguncang, kami pun jadi ikut menderita karena kesedihannya. Namun salah satu dari kami ingat, bahwa pemerintah telah membuka salah satu wahana wisata baru yang mungkin membuat sarah sedikit kehilangan bebannya.

Selama perjalanan Sarah tetap bersedih, sementara kami tidak patah semangat dalam membangkitkan kembali mentari yang telah terbenam di kalbunya. Tak berapa lama, tibalah kami di tempat wisata baru tersebut. Kami membayar tiket masuk dan juga membelikannya satu untuk Sarah serta menuntunnya masuk.

Tak disangka, tempat ini begitu menakjubkan. Terletak di lembah pegunungan, segala sesuatu tempat untuk bersantai pun tersedia. Tentu saja kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah membuka tempat seindah ini. Salah satu dari kami langsung mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen spesial ini, terkhusus untuk Sarah.

Kami mulai melihat rona wajahnya yang mulai bersinar. Dia berlarian menuju tempat yang menurutnya cantik dan meminta difoto oleh kami, tentu saja kami menurut. Senang rasanya melihatnya kembali ceria.

Sarah berlari-lari kecil menuju sebuah pohon yang unik, dan kami foto. Kemudian dia kembali berlari-lari kecil menuju sebuah padang yang luas, dan kami foto. Kemudian dia kembali berlari-lari kecil menuju sebuah kebun bunga yang berwarna-warni, dan kami foto. Kemudian dia kembali berlari-lari kecil menuju sebuah jembatan sungai yang sangat memesona, dan kami foto. Kemudian dia… melompat.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)