Urban Dilemma #8: Lucunya Anak Kita

Lucunya Anak Kita

oleh: anandastoon

Album itu kembali kubuka. Pancaran kebahagiaan mengalir dari setiap foto-fotonya.

“Pah, lihat anak kita pah…” Aku memanggil suamiku. Dia lantas menghampiri.

“Dia benar-benar menggemaskan, lucunya anak kita mah. Kita seharusnya benar-benar beruntung memiliki anak seperti ini.” Suamiku menambahi pembicaraanku.

“Eh, lihat!” Sambungku setelah membuka beberapa halaman. “Ini kan sewaktu dia mengencingi tetangga kita. Aduh, malunya luar biasa pada saat itu. Tetapi mengapa aku justru sempat-sempatnya foto dia ya?”

“Tapi tidakkah kau lihat? Tawanya, pipinya yang gemuk, rambutnya yang agak ikal, kulitnya yang putih, tidak semua orang punya.”

Kami tertawa sejenak. Kemudian kembali membolak-balik album. Setelah selesai melihat isinya semua, aku mendesah, lalu menutupnya.

Aku mengakhiri pembicaraan, “Itu dulu sebelum dia menjadi dewasa dan membuang kita ke panti jompo.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Punya masalah pelik yang membuat hari kalian buruk? Mengapa tidak dilepaskan saja? Kalian dapat berdiskusi dengan saya secara pribadi dan aman dengan harapan saya dapat membantu meringankan masalah kalian. InsyaAllah akan saya tanggapi diluar kesibukan saya. Telah banyak orang yang saya balas emailnya.

    Sharing is caring.

    Surel Anda (wajib)

    Pesan Anda

    Terima kasih. :)