Short Urban Legend #11 : Boneka Manusia

Boneka Manusia

urban legend by : anandastoon

Sebuah jalan dekat kosanku menjadi menakutkan semenjak ada rumah kosong yang seluruh penghuninya dibantai minggu lalu. Dan yang paling membuat seram adalah, ada sebuah boneka manusia yang ditaruh menghadap jalan di sebuah jendela di rumah kosong tersebut yang seakan menatap dengan tatapan kosong setiap orang lewat.

Memang aku sering melihat boneka tersebut selagi keluarga itu masih hidup karena boneka tersebut selalu ditaruh di jendela sebuah kamar yang langsung menghadap jalan, mungkin itu adalah boneka kesayangan anak keluarga malang tersebut. Kasihan.

Kebetulan tetangga-tetangga satu indekosku senang hal-hal berbau mistis. Maka kami berlima sepakat untuk mendatangi rumah tersebut dan memindahkan boneka itu agar tidak mengganggu.

Ketika kami sampai di rumah itu, boneka manusia tersebut seakan menatap kami dari balik jendela yang mulai terlihat usang itu. Tanpa basa-basi lagi kami langsung masuk dan memulai aksi kami.

Aroma-aroma darah segar masih menyelimuti hidung kami di dalam rumah kosing itu, serta penerangan yang hanya bermodal senter smartphone. Hingga akhirnya kami sampai di kamar yang kami duga ada boneka menyeramkan itu. Namun kami justru tidak menemukannya di jendela, dan tidak kami temukan dimanapun.

Kami semua tiba-tiba merinding hebat, atmosfirnya berubah drastis, seakan banyak ‘sesuatu’ mengerumuni kami. Jelas kami langsung berlari tunggang-langgang menuju indekos.

Sampai akhirnya kami semua tiba di depan pagar indekos, salah seorang temanku berteriak histeris sambil menujuk sesuatu dan kemudian kami melihat apa yang ditunjuknya.

Boneka manusia itu kini menatap kami dari balik jendela depan indekos.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)