Short Urban Legend #4 : Jam Dinding

Jam Dinding

urban legend by : anandastoon

Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam namun pacarku belum tiba juga. Menunggu adalah pekerjaan paling membosankan. Di rumahku tidak ada TV, ponselku juga sedang di-charge. Jadi aku menunggu di sini seperti orang-orangan sawah.

Tapi lihat jam dinding pemberian pacarku itu, benar-benar unik sesuai dengan seleraku, aku betah memandangnya berlama-lama. Pacarku memang tahu apa seleraku.

“Tok tok.” Kudengar suara pintu diketuk.

Ah itu pasti dia, pikirku. Aku berlari menuju arah pintu dan langsung membukanya. Apa yang terlihat di depan mataku kini membuat aku lemas.

“Lihat, siapa yang datang!” Seorang pria tertawa di depanku sambil menenteng kepala pacarku yang sudah tidak bernyawa.

Aku pernah direbut pacarku dari mantan pacarku dengan sedikit kejam. Dia sepertinya datang untuk balas dendam.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Untuk peningkatan pelayanan Anandastoon kepada para pembaca, apakah website anandastoon.com lambat untuk dimuat? (Pastikan bukan karena faktor koneksi internet yang mungkin sedang lambat)

    Mohon agar setiap saran, komplain, dan keluhan yang dialami oleh para pembaca anandastoon.com agar disampaikan ke anandastoon@gmail.com supaya dapat dijadikan pertimbangan untuk dijadikan sebagai peningkatan pelayanan situs anandastoon.com kepada para pembaca. Terima kasih. :)