Manajemen Bahasa Pemrograman

     BrosurBelakangSebagai programmer pemula, saya sering membuat struktur kodingan yang boleh dikatakan ‘bar-bar’ sehingga menyulitkan saya sendiri untuk mengedit ulang kode tersebut bahkan kadang harus merombaknya dan menulisnya dari awal.

     Seseorang yang pernah sekolah di luar negeri pernah memberi saya beberapa tips mengenai cara manajemen sebuah bahasa pemrograman yang baik, dalam hal ini saya memakai contoh bahasa C#.

  • Penulisan nama variabel, huruf awal besar untuk public dan kecil untuk private.
 

  • Memakai keyword “this” untuk penggunaan variabel yang di deklarasi dalam kelas, guna membedakan variabel yang di deklarasi dalam fungsi.

     Perhatikan bahwa nilai test yang di deklarasi dalam sebuah kelas disetel oleh nilai test dari dalam fungsi. Manfaatnya adalah untuk mencegah penggunaan variabel yang ambigu ketika ada dua variabel yang bernama sama namun tempat pendeklarasiannya berbeda (yang satu di dalam kelas, yang satu lagi di dalam fungsi).

      Singkatnya, kata kunci “this” merujuk kepada variabel yang di deklarasi di kelas dan bukan yang di dalam fungsi.

 

  • Nama Fungsi harus memiliki huruf awal kapital, dan pemberian nama yang jelas

     Nama fungsi harus di awali dengan huruf kapital dan dengan nama yang mudah dimengerti seseorang. Contohnya jika ada fungsi tentang operasi penjumlahan, cukup tulis nama fungsi Jumlahkan(nilaiA, nilaiB) atau jika dalam bahasa Inggris cukup Add(valueA, valueB). Sehingga nama fungsi lebih simpel lebih baik.

 

  • Selalu berikan komentar

     Jadilah programmer yang baik dan tidak menyusahkan, penambahan komentar dapat membantu dirimu sendiri dan orang lain. Umumnya komentar dapat ditambahkan hanya dengan menambah dua buah garis miring (slash) di depan komentar. Hal ini ditujukan agar baris yang dikomentari tidak di-compile dan menimbulkan error.

     Mungkin terlihat begitu sepele, namun kurangnya komentar akan berakibat bencana jika seseorang membuat kode sekitar ribuan baris.

 

  • Jangan menghapus kode yang meragukan

     Sangat dianjurkan untuk tidak menghapus kode yang kemungkinan masih dapat digunakan kembali, gunakan komentar untuk menjadikannya tidak terdeteksi compiler.

 

  • Jangan gunakan nilai ajaib, gunakanlah constant.

     Biasanya banyak pemula yang memakai nilai ajaib atau magic value, sebenarnya tidak begitu jadi masalah jika konsekuensinya bagus. Namun sangat dianjurkan agar mendeklarasi constant untuk menjadikannya lebih rapi.

     Penulisan constant adalah dengan huruf besar seluruhnya dan jika memakai pemisah, gunakanlah underscore. Pastikan nilai constant selalu tetap bagaimanapun kondisinya, karenanya bisa dibuat variabel statis.

 

  • Gunakanlah switch…case sebagai pengganti if…else

     Pemula biasanya menggunakan if…else jika terdapat kondisi, sebanyak apapun kondisi tersebut. Gunakanlah switch…case dikarenakan lebih intensif dan efisien khusus untuk kondisi yang sangat kompleks.

     Perlu diingat bahwa setiap case harus ditutup dengan break. Ini dimaksudkan agar kode dari case berikutnya tidak tereksekusi. Singkatnya, ini sama saja dengan kurawal tutup dari setiap statement dari if. Untuk case yang memiliki nilai sama, cukup ditulis seperti ini :

 

  • Perhatikan indentasi dan spasi

     Ini akan membuat tampilan kode menjadi lebih rapi dan indah.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Apa tema yang kalian inginkan untuk postingan baru saya selanjutnya?

    Terima kasih atas pilihannya, Anandastoon akan terus berusaha memenuhi keinginan para pembaca yang tercinta. :)