Urban Dilemma #13: Bus Pariwisata

Bus Pariwisata oleh: anandastoon “Naik, naik, ke puncak gunung… tinggi-tinggi sekali.” Suara nyanyian anak-anak yang imut itu benar-benar membuatku terpesona. Perjalanan pariwisata kali ini menjadi benar-benar sesuatu bagiku sebagai tenaga pengajar. Aku, telah menjadi pengajar di sekolah dasar ini selama bertahun-tahun. Bertemu dengan anak-anak imut setiap harinya selalu membawa kenyamanan …

Baca Selengkapnya

Urban Dilemma #11: Indomie

Indomie oleh: anandastoon Siapa yang tidak tahu Indomie? Merk mie instan yang selalu diagung-agungkan oleh orang yang memang sedang kelaparan ingin menyediakan makanan dengan anggaran yang sangat ekonomis. Aku lapar, udara pun terlihat sedikit tidak bersahabat. Kulihat dari jendela sudah mulai banyak awan yang sepertinya ingin mengadakan reuni besar-besaran.

Urban Dilemma #9: Gunung

Gunung oleh: anandastoon “Tidak! Aku ingin daki gunung besok!” Aku teriak. “Jika ibu bilang jangan, ya jangan! Percayalah, ibu lebih tahu dan lebih punya insting yang kuat mengenai anaknya!” “Tapi ini sesekali bu! Pokoknya aku akan tetap naik gunung!” Kataku dengan keras kepala sambil membanting pintu.

Urban Dilemma #8: Lucunya Anak Kita

Lucunya Anak Kita oleh: anandastoon Album itu kembali kubuka. Pancaran kebahagiaan mengalir dari setiap foto-fotonya. “Pah, lihat anak kita pah…” Aku memanggil suamiku. Dia lantas menghampiri. “Dia benar-benar menggemaskan, lucunya anak kita mah. Kita seharusnya benar-benar beruntung memiliki anak seperti ini.” Suamiku menambahi pembicaraanku.

Urban Dilemma #6: Wahana Wisata

Wahana Wisata oleh: anandastoon Sarah, begitu kami memanggilnya. Dia adalah seseorang yang dikenal ceria di kalangan teman-temannya. Sebenarnya dia adalah anak yatim, dan kami benar-benar merasakan dalamnya kesedihan yang dialami olehnya. Sarah tidak memiliki saudara kandung sehingga dia seringkali kesepian karena ibunya bekerja menggantikan mendiang ayahnya sebagai pedagang sayur keliling.

Urban Dilemma #5: Mudik

Mudik oleh: anandastoon Bahagianya Teuku dapat pulang kampung menuju kampung halamannya di Aceh. Momen yang membuatnya begitu berdegup sepanjang perjalanan mengingat sudah delapan tahun dia bekerja tanpa memiliki waktu untuk bertemu dengan handai tolannya. Segala sesuatunya dia siapkan dengan matang, tanpa ada sesuatu yang terlewat.


  • Punya masalah pelik yang membuat hari kalian buruk? Mengapa tidak dilepaskan saja? Kalian dapat berdiskusi dengan saya secara pribadi dan aman dengan harapan saya dapat membantu meringankan masalah kalian. InsyaAllah akan saya tanggapi diluar kesibukan saya. Telah banyak orang yang saya balas emailnya.

    Sharing is caring.

    Surel Anda (wajib)

    Pesan Anda

    Terima kasih. :)