?

AST Lendah

Wah, kamu menemukan tempat rahasia Anandastoon!
Hehe, nggak deng. Ini adalah lokasi journaling atau diari Anandastoon yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan produktivitas Anandastoon baik langsung maupun tidak langsung.

Misalnya, tentang inspirasi, motivasi, pengembangan diri, atau sesuatu di balik layar bagaimana konten di Anandastoon bisa muncul.
Bukan curhatan masalah pribadi kok. Isinya tentang progres atau calon progres saja.

Kamu juga bisa mencari lebih banyak diarinya dengan menelusuri kalender di bawah.
Makanya saya sebut "AST Lendah", alias AST Kalender dengan kelebayan lokal wakakak.

Yah, intinya hanya catatan kecil kira-kira satu atau beberapa paragraf.
Semoga bisa saling menginspirasi ya!

Selengkapnya mengenai bagaimana si Lendah ini bisa lahir ke dunia, silakan kunjungi diari di tanggal 2 Mei 2025 atau klik di sini.

✕

0

1234
?
53 hari lagi menuju 2027
85.8%

Nggak ada diari di tanggal ini 🤷🏻

Namun imajinasi adalah kunci...

7 November 2026 Neurodivergen Sebagai Sarana Healing Neurotipikal

Pernahkah kita mendengar istilah “Baterai Sosial”?

Misalnya, ada introvert bilang, “Aduh baterai sosial gue udah mau habis nih. Nggak pengen ngobrol sama siapa-siapa pengen langsung pulang aja!”

Atau kira-kira seperti itu, pernahkah kita menemukannya?

Sebenarnya baik introvert atau ekstrovert punya potensi kehabisan baterai sosial yang membuat mereka harus memiliki waktu menyendiri (me time) untuk mengisi ulang daya baterai sosialnya.

Kebetulan memang introvert memiliki daya yang jauh lebih rendah sehingga harus membatasi interaksi sosial lebih sering.

Dari sini sebuah pertanyaan unik muncul:

Apa yang menyebabkan baterai sosial seseorang habis terkuras? Bukankah manusia adalah makhluk sosial?

Pengalaman saya pribadi, beberapa neurotipikal yang mengobrol dengan saya justru merasa energi sosial mereka terisi kembali. Bukankah itu kebalikan?

Bahkan dari mereka ada yang bilang, “Ngobrol sama mas Nanda kayak ada efek ‘healing’nya.”

Saya mungkin senang mendengar itu, tetapi di sisi lain sebagai ADHD yang perlu kejelasan makna, saya bertanya-tanya apa yang membuat mereka bisa berkata seperti itu.

Maksudnya, di saat mengobrol dengan sesama neurotipikal bisa menguras baterai sosial, justru saat mengobrol dengan saya justru mereka bisa mengisi ulang baterainya?

Poin “Unik” Neurotipikal

Sebenarnya, baik neurodivergen dan neurotipikal punya fitur unik masing-masing.

Tetapi karena jumlah neurotipikal jauh lebih banyak dan lebih umum daripada neurodivergen, maka keunikan neurotipikal jadi terasa normal.

Sekarang ada satu hal yang ingin saya katakan mengenai fenomena baterai sosial yang berkurang ini,

Tahukah kalian kalau para neurotipikal juga melakukan “masking” seperti kita para neurodivergen?

Baterai sosial bisa habis bukan karena interaksi sosialnya, melainkan karena energi dari masking yang terbuang.

Saat energi bersosialisasi sudah habis terkuras, efeknya bisa menyebabkan isolasi mandiri, hingga kesepian dan bahkan burnout.

Inilah kenapa mengisi ulang daya baterai sosial bisa disebut sebagai “healing”, dan kita bisa merasakan kesejukannya saat baterai itu sedang dalam mode pengisian daya.

Semuanya Tetap Kepada Fitrah

Tadi saya sebutkan kalau para neurotipikal juga melakukan masking. Apakah ada bedanya dengan masking para neurodivergen?

Tentu saja ada.

Para neurodivergen melakukan masking karena mereka cenderung aneh, spontan, dan hiperaktif yang berpotensi mengganggu para neurotipikal.

Sedangkan neurotipikal melakukan masking supaya mereka bisa menyamakan diri mereka dengan standar masyarakat yang berlaku.

Inti dari masking atau memakai topeng sebenarnya hanya satu: agar bisa diterima di kalangan masyarakat luas.

Para neurotipikal melakukan masking saat berbicara dengan para rekan yang sarat pencapaian, membangga-banggakan diri sendiri, dan membahas kesenangan masing-masing.

Banyak dari neurotipikal yang khawatir jika mereka “jujur” dengan kondisi emosional mereka, itu dianggap sebagai kekalahan atau bahkan cacat (disfungsi).

Padahal setiap manusia, orang yang paling berhasil sekali pun, pasti memiliki sisi emosional yang harus mereka akui dengan jujur.

Saat seluruh percakapan kebanyakan hanya berupa polesan, dangkal, dan tidak berkesan, kita pasti merasa adanya ketidakjujuran di sana dan itu cukup menguras “baterai sosial”.

Bagaimana pun manusia perlu satu ruang aman di mana mereka bisa melontarkan apa pun secara bebas mengenai sisi lain yang mereka pendam.

Kekuatan Super yang Teraplikasikan

Di sinilah peran para neurodivergen, khususnya yang sudah matang, bisa menjadi oase bagi para neurotipikal sebagai salah satu media pengisian daya.

Mengapa hanya para neurodivergen yang sudah matang? Karena mereka sudah mengenal diri mereka sendiri serta seluruh potensinya, tidak lagi sibuk dengan masking apalagi sampai ketergantungan obat hanya untuk menyetarakan diri dengan neurotipikal.

Di awal artikel, saya sebutkan kalau ada orang yang bilang kalau mengobrol dengan saya bisa menjadi sarana healing baginya.

Dia menambahkan, “Serius deh mas, temen saya hampir nggak ada yang bisa saya ajak obrol kayak mas Nanda.”

Apa yang membuat dia bisa mengeluarkan pernyataan itu. Maka saya tanya dia lebih lanjut.

Ternyata dia bilang, kebanyakan rekannya sibuk dengan membahas diri mereka sendiri, pencapaian, flexing, tren yang sedang ramai, drama yang melelahkan, saling meminta validasi, dan hanya membahas kesenangan masing-masing.

Sedangkan menurutnya, saat mengobrol dengan saya, ia bisa meluapkan keresahan dan “sisi lain” yang rawan dinilai oleh rekan-rekannya sesuka hati kepada saya.

Dan ia juga bilang kalau dia kerap mendengar topik baru yang isinya begitu “renyah”.

Saya mengangguk mendengar pernyataan jujur darinya. Spark-nya terlihat lebih menyala.

Saya menyadari kalau banyak orang yang sumringah saat mereka mengobrol dengan saya, baik rekan dan tim saya, bahkan sampai auditor, atau hingga orang tua saya sendiri.

Oasis Autentisitas

Otak ADHD punya resistensi dengan gejala hiper-masking para neurotipikal, dan bisa peka saat kejujuran mulai pudar dari masyarakat.

Maksud kejujuran di sini lebih kepada fitrah, bukan berbicara bohong.

Banyak orang yang hanya melakukan sesuatu demi mencari validasi atau engagement dari orang lain, bukan lagi murni dari hati mereka sendiri.

Kejujuran dari hati inilah yang saya bisa merasakaan saat itu sudah memudar.

Beberapa seniman berlomba menghasilkan karya keren demi mendulang banyaknya like dan comment di media sosial. Tetapi saya tahu saat beberapa karya mereka kosong tak berkesan.

Artinya, tidak ada kejujuran di balik karya keren tersebut.

Bukan berarti sebuah karya tidak perlu keren, namun kita sedang berbicara mengenai dagingnya alih-alih kulit luar atau polesannya.

Tidak heran hari ini sebagian besar orang mengeluh kehilangan spark di usia produktif mereka. Bisa jadi karena mereka selalu disuapi hiburan-hiburan yang tidak jujur.

Bukankah melakukan segala sesuatu secara performatif demi penilaian orang lain itu melelahkan?

Bahkan ekstrovert pun akan mengalami baterai sosial yang cepat terkuras saat terpapar banyak hal yang tidak jujur.

Pada akhirnya, setiap orang perlu ruang aman untuk mengisi ulang baterai sosialnya.

Dan ADHD bisa menjadi ruang aman tersebut di mana kejujuran bisa tersalurkan tanpa adanya kekhawatiran untuk dinilai yang tidak-tidak.

✕

Kalender diari Anandastoon

←
November 2026
→
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab

Numpang ngiklan dikit hehe...

Di bawah iklan ini ada galeri dan game tebak kata harian.


Progres Anandastoon

Anandastoon lagi ngerjain apa ya? Apakah ada update gebrakan baru?

Menampilkan maks 3 progres terakhir

Postingan Interaktif: Warna

40%

Update: Persepsi Warna
03 November 2026, pukul 01:55

Postingan Interaktif: Database HP Nokia

25%

Update: Narasi Awal
03 November 2026, pukul 01:54

Postingan Interaktif: Stasiun Kereta Indonesia

0%

Update: -
28 Agustus 2026, pukul 16:57

Catatan Terakhir

Membuat Custom Post Type baru khusus pemrograman

28 September 2026, pukul 00:57

Galeri Hari Ini

Hasil jepretan foto Anandastoon sendiri lho...

Foto Anandastoon
Gunung Papandayan, 2024
Selengkapnya di sini

Gim Hari Ini

Menunggu...

K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K

Numpang ngiklan lagi dong...