11 Alasan Ilmiah Mengapa Berada di Alam Bikin Rileks

Alam Bikin Rileks

Saya pribadi sebenarnya juga bingung mengapa setiap orang, termasuk saya, meyakini bahwa jika kita berada di alam, entah liburan, atau hanya sekedar berjalan-jalan, atau pun hanya sekedar melihat ‘yang hijau-hijau’ dapat membuat rileks dan menyegarkan pikiran untuk melanjutkan aktivitas.

Apakah ada efek yang semagic itu di alam? Mengapa kita tidak buka gadget kita dan melihat warna-warna biru dan hijau atau sekedar melihat video dari balik layar kaca? Sensasinya berbeda dibandingkan langsung berada di alam terbuka. Saya menemukan artikel dari situs mentalfloss mengenai alasan ilmiah mngapa berada di alam bikin rileks dan bikin pikiran menjadi lebih segar.

Saya terjemahkan menjadi artikel berikut, silakan disimak.


  • Vitamin D membantu mengefisienkan fungsi tubuh

Pergi keluar untuk “mendapatkan vitamin D” telah menjadi sesuatu yang sudah menjadi tradisi untuk beralaan. Tetapi apa yang diperbuat Vitamin D sebenarnya untuk kalian? Dengan membantu memaksimalkan penyerapan kalsium, vitamin D meningkatkan kesehatan tulang dan gigi. Ini juga dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan banyak lagi. Vitamin D juga meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah dengan melemaskan pembuluh darah kalian.

  • Pencahayaan alami menormalisasi jadwal tidur

Mendapatkan dosis sinar matahari yang disarankan dokter juga dapat membantu kalian merasa segar dan rileks dengan membantu mengatur produksi melatonin tubuh kalian. Melatonin adalah hormon yang mengontrol jam internal tubuh kalian (pada dasarnya, ini membuat kalian mengantuk). Bagian otak kalian yang memproduksi melatonin (kelenjar pineal) secara langsung dipengaruhi oleh akses cahaya luar ruangan, ia tetap tidak aktif di siang hari dan baru aktif ketika malam mulai tiba. Jumlah melatonin yang tepat memastikan kalian tidur nyenyak, dan bangun perasaan lebih segar.

  • Berada di alam mengistirahatkan tubuh dari rutinitas

Multi-tasking, terutama dengan perangkat elektronik, adalah penyebab utama stres. Sebuah studi di University of California, Irvine menemukan bahwa orang yang memiliki akses menerima aliran email sepanjang hari memiliki detak jantung yang lebih tinggi daripada mereka yang terputus dari komunikasi elektronik. Jadi mengambil liburan menjauhi pusat aktivitas dapat membantu kalian sepenuhnya bersantai.

  • Alam membantu memusatkan pikiran

Meninggalkan gadget kalian dan pergi keluar ke alam juga bisa menenangkan karena alasan yang lebih metafisik. Sebuah studi oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin menemukan bahwa lingkungan alami memungkinkan orang untuk meninggalkan tekanan kehidupan sehari-hari mereka dan sebaliknya memfokuskan pikiran mereka pada sesuatu yang lebih murni. Dengan memusatkan pikiran kalian, kalian dapat merilekskan tubuh kalian.

  • Memberikan kesempatan otak untuk melakukan pengisian ulang

Otak manusia menuntut 20 persen dari seluruh energi yang diproduksi tubuh, dan kebutuhan ini meningkat 5 hingga 10 persen ketika kalian fokus pada tantangan mental. Namun, ketika tubuh dalam keadaan istirahat, otak tetap tidak menghentikan aktivitas seperti yang kalian harapkan. Namun ketika orang berada dalam keadaan melamun dalam lingkungan alam yang tenteram, otak mereka berada dalam apa yang oleh para ilmuwan disebut Default Mode Network (DMN). DMN adalah sirkuit kompleks komunikasi terkoordinasi antara bagian otak dan sangat penting untuk proses mental yang mengembangkan pemahaman kita tentang perilaku manusia, menanamkan kode etik internal, dan membantu kita mewujudkan identitas kita.

  • Mengurangi tingkat hormon stres

Sebuah studi Belanda baru-baru ini menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam dan melakukan kegiatan di alam yang rutin seperti berkebun dapat melawan stres lebih baik daripada kegiatan rekreasi lainnya. Dalam studi tersebut, satu kelompok orang diminta membaca di dalam ruangan setelah menyelesaikan tugas yang menegangkan sementara kelompok lainnya diminta berkebun selama 30 menit. Para tukang kebun tidak hanya melaporkan suasana hati yang lebih baik daripada para pembaca, tetapi juga memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah.

  • Udara segar memperbaiki tekanan darah

Dalam lingkungan yang berpolusi atau di dalam ruangan, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya untuk berfungsi. Ini dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah kalian.

  • Bernafas adalah pelawan stres internal

Penelitian menunjukkan bahwa teknik pernapasan memiliki kemampuan untuk meredam produksi hormon stres serta melatih reaksi tubuh kalian terhadap situasi stres. Napas cepat melibatkan sistem saraf simpatis tubuh kalian, yang diaktifkan oleh stres dan bekerja untuk memberi energi pada tubuh. Napas yang lambat dan dalam merangsang reaksi parasimpatis tubuh, yang menenangkan kita. Dengan berhenti untuk mencium aroma mawar, kalian dapat mengerem respon stres alami tubuh kalian dan sedikit bersantai.

  • Oksigen mempengaruhi cara bersikap

Tingkat oksigen di otak kalian terkait dengan tingkat serotonin, neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati, nafsu makan, ingatan, perilaku sosial, dan proses lainnya. Jika terlalu banyak serotonin, kalian bisa menjadi mudah tersinggung dan tegang, tetapi terlalu sedikit serotonin, kalian bisa depresi. Karena itu menghirup udara segar dapat membantu mengatur kadar serotonin kalian dan meningkatkan kebahagiaan serta kesejahteraan.

Oksigen kaya ion negatif yang ditemukan di alam juga memiliki efek relaksasi pada tubuh. Untuk meletakkan segala sesuatunya dalam perspektif, jalan tol memiliki jumlah ion negatif di bawah 100 per sentimeter kubik, sementara daerah di sekitar air terjun besar dapat meledakkan jumlah ion negatif hingga 100.000 per sentimeter kubik (rata-rata udara segar memiliki 2.000 – 4.000 ion negatif per sentimeter kubik). Udara yang terionisasi secara negatif mempromosikan gelombang otak alfa dan meningkatkan amplitudo gelombang otak, yang menciptakan efek jernih dan menenangkan secara keseluruhan, jadi berwisata air terjun di liburan kalian berikutnya benar-benar dapat membantu kalian rileks. Anandastoon punya banyak artikel wisata tentang air terjun.

  • Bakteri tanah meningkatkan kadar serotonin

Efek menenangkan alami datang tidak hanya dari udara segar, tetapi juga dari tanah. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Colorado di Boulder menunjukkan bahwa Mycobacterium vaccae, bakteri tidak berbahaya yang biasa ditemukan di tanah, dapat bertindak sebagai antidepresan alami dengan meningkatkan pelepasan dan metabolisme serotonin di bagian otak yang mengontrol fungsi kognitif dan suasana hati. Bakteri juga dapat mengurangi peradangan pada sistem kekebalan tubuh kalian, sehingga mengurangi masalah dari penyakit jantung hingga diabetes.

  • Aktivitas fisik dapat memproduksi endorfin

Latihan fisik yang umumnya berjalan seiring dengan menghabiskan waktu di luar rumah (hiking, bersepeda, kegiatan air) memacu produksi endorfin, neurotransmiter “rasa-nyaman” di otak kalian. Dengan peningkatan kadar endorfin, kalian akan merasa longgar, berkepala jernih, dan tenang.


Sumber: Mental Floss

Apakah kalian memiliki masalah yang begitu sulit dan pelik serta kalian bingung ingin mengobrol dengan siapa? Jangan khawatir, daripada terus down dan banyak waktu terbuang karena meratapi nasib, mari buka-bukaan dengan Anandastoon dengan mengunjungi forum terbaru Anandastoon. InsyaAllah dalam selama situs ini dapat di akses akan saya balas. Klik dimari untuk menuju forum dan membuat topik kalian sendiri. Bisa privat lho. Tengkyuk... ^_^

  . Bookmark.

Isi kotak di bawah untuk berkomentar, atau artikel di atas dapat kalian diskusikan di Forum Terbaru Anandastoon. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon