Zootopia 2

Waktu beneran cepet banget, tiba-tiba ini film udah keluar aja dari trailernya yang terakhir.

Dan karena saya baru nyadarnya sebulan kemudian, yang mana ada di masa-masa kekosongan antara libur Natal dan Tahun Baru, jadinya saya nonton ini aja deh.

Masih film animasi sekuelnya Disney, dengan embel-embel “2” mirip Moana kemarin.

Dan, Disney udah terkenal payah kalau bikin sekuel. Maka dari itu saya ragu pas mau nontonnya.

Jangan-jangan ceritanya juga bakalan dipaksain dengan jalan cerita yang mungkin udah bisa saya tebak, kayak si Nick dan Judy jadian terus nikah punya anak bla-bla-bla. Udah “trauma” sama Frozen 2 soalnya. 🤣

Tapi saya liat sih di trailernya yang terakhir, keliatannya bakal ada villain atau penjahat baru. Bahkan jelas banget di trailernya ada tokoh ular yang bisa bikin jalan ceritanya menarik, semoga.

Maka dari itu, pas banget momennya bisa saya konsumsi aja tontonannya mumpung saya nggak lagi ada kegiatan di akhir tahun.


Animasi: 8/10

Disney cukup jawara kalau bicara masalah render animasi. Jadi untuk kualitas udah nggak perlu kita pertanyakan lagi.

Kalau emang gitu, harusnya saya kasih nilai sempurna, 10 dari 10 dong? Kok cuma 8?

Maksudnya, nilai 8 ini juga masih dalam standar Disney kok.

Zootopia 2 Zootopia 2

Cuma di film yang satu ini, kok kayak fantasinya agak kurang ya? Nggak seintens film pertamanya.

Karakter-karakter barunya juga kurang berkesan bagi saya.

Kalau kemarin ada Flash si Sloth itu yang kocak, terus ada Officer Clawhauser si macan endudh yang bikin gemes.

Di sekuelnya ini, karakter barunya nggak ada yang nyantol di saya. Ada si berang-berang vlogger, sama kadal yang jalan di air, semuanya kayak “yaudah ada” dan bahkan tokoh ularnya yang jadi titik poin ceritanya  aja nggak seberkesan yang saya kira.

Terakhir ada tokoh walikota yang baru gantiin walikota singa yang sebelumnya, yakni seekor kuda yang sok kecakepan. Itu pun agak kurang terekspos banyak.


Musik: skip/10

Zootopia 2 ini masih sama seperti pendahulunya yang menitikberatkan ke action.

Sebenernya ada satu kegiatan nyanyi-nyanyinya, dan penyanyinya juga masih sama, si Gazelle itu. Cuma ya saya nggak pengen komentar.

Saya sebut nadanya jelek juga nggak, tapi nggak ngeklik aja. Lagipula saya nonton Zootopia ini karena bukan film musikal ala inces-inces Disney dan lebih ke action. 😅

Saya lewatin aja ya?


Komedi: 6/10

Nggak disebut Disney kalau di sepanjang filmnya nggak disisipin adegan-adegan konyol dari para tokohnya, seserius apa pun itu filmnya.

Zootopia 2 tentu masih memiliki komedi khas Disney yang kikuk, canggung, dan spontan. Saya beberapa kali agak cekikikan selama nonton dan orang-orang di bioskop kedengeran menggelegar sesekali.

Zootopia 2

Sayangnya, beberapa humor keliatannya terlalu dipaksain dan memang ada sedikit penurunan kualitas dari yang pertama. Saya cuma nilai, ini kok Zootopia 2 lebih banyak dramanya yang saya malah ngira mirip kayak sinetron-sinetron SC*TV.

Masalah drama ini saya jelasin di poin berikutnya.


Cerita: 8/10

Kalau saya abaikan karakter-karakter barunya yang nggak terlalu berkesan dan bahkan beberapa agak annoying, jalan cerita Zootopia 2 ini cukup bikin saya takjub.

Sebagai sekuel yang Disney biasanya nggak punya reputasi bagus dalam hal itu, tapi Zootopia punya beberapa alur yang lumayan padat berisi.

Dalam kata lain, jalan ceritanya cukup kompleks dan bahkan punya beberapa plot twist yang nggak kaleng-kaleng.

Sekitar 50% lebih filmnya berisi adegan kejar-kejaran, dan itu bukan hal yang buruk.

Zootopia 2

Cuma, cuma… Zootopia 2 ini agak banyak deus ex machina-nya.

Deus Ex Machina itu gampangnya adalah sebuah peristiwa klise perfilman yang tokoh utamanya tiba-tiba datang entah dari mana dan penyelamatan tiba-tiba berhasil dari yang tadinya udah nggak ada harapan.

Contoh populer Deus Ex Machina itu biasanya ada pada film Superhero, yang pas ada tokoh penting jatuh dari gedung, tiba-tiba pahlawannya muncul begitu aja dan menyelamatkan si tokoh itu.

Banyaknya Deus Ex Machina ini bikin saya nggak terlalu menikmati bagian yang bikin deg-degannya, karena biasanya suka ada aja penyelamatnya di waktu yang tepat.

Zootopia 2

Kembali masalah drama yang sempet saya singgung sebelumnya, dan yes, si Nick dan Judy beberapa kali cuma ngobrol dan minim aksi.

Maksud saya, dua tokoh utamanya, si Nick dan Judy pasti ngobrol sepanjang jalan cerita, dari mulai diskusi sampe cekcok, lengkap semua. Tapi ada saat di mana mereka cuma ngobrol kayak buat ngulur-ngulur waktu gitu.

Sekarang kita bicara tentang klimaks, yang saya akui cukup bikin tegang. Di sini baru saya bisa apresiasi kalau bagian intinya begitu berlapis.

Antiklimaksnya juga bukan tipikal yang “hah, udah gitu doang?” kayak sekuel-sekuel Disney yang lain.


Kesimpulan

Sekuel Zootopia kali ini bagi saya cukup solid dan mengena setelah kemarin dibuat kecewa sama Moana 2.

Meski karakter-karakter barunya ini kurang berkesan bagi saya, tetapi jalan ceritanya cukup layak untuk dinikmati. Aksinya dapet, komedinya ada, dan plot twistnya nggak keliatan dipaksain.

Nggak ada cuplikan yang aneh-aneh juga kayak promosi agenda tersembunyi seperti LGBT, atau politik-politik yang kita nggak pengen liat. Soalnya film yang ada “itu”nya biasanya malah jadi nggak bagus kualitasnya.

Nilai keseluruhan: 8/10

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke X
🤗 Selesai! 🤗
Punya uneg-uneg atau saran artikel untuk Anandastoon?
Yuk isi formulir berikut. Gak sampe 5 menit kok ~

  • 0 Jejak Manis Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. 😉

    Kembali
    Ke Atas