?

AST Lendah

Wah, kamu menemukan tempat rahasia Anandastoon!
Hehe, nggak deng. Ini adalah lokasi journaling atau diari Anandastoon yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan produktivitas Anandastoon baik langsung maupun tidak langsung.

Misalnya, tentang inspirasi, motivasi, pengembangan diri, atau sesuatu di balik layar bagaimana konten di Anandastoon bisa muncul.
Bukan curhatan masalah pribadi kok. Isinya tentang progres atau calon progres saja.

Kamu juga bisa mencari lebih banyak diarinya dengan menelusuri kalender di bawah.
Makanya saya sebut "AST Lendah", alias AST Kalender dengan kelebayan lokal wakakak.

Yah, intinya hanya catatan kecil kira-kira satu atau beberapa paragraf.
Semoga bisa saling menginspirasi ya!

Selengkapnya mengenai bagaimana si Lendah ini bisa lahir ke dunia, silakan kunjungi diari di tanggal 2 Mei 2025 atau klik di sini.

0

1234
?
127 hari lagi menuju 2027
65.6%

Nggak ada diari di tanggal ini 🤷🏻

Selamat mencari inspirasi ~

27 Agustus 2026 Mengelola 5 Superpower ADHD

Bagi para ADHD yang sering dicap nakal, tukang ngaret, hingga memiliki “kelainan”, itu menjadi batu sandungan untuk melihat potensi dalam diri.

Banyak juga yang menolak bahwa ADHD sebenarnya adalah salah satu bentuk “superpower”. Tidak sedikit juga yang menyebutkan bahwa itu hanya akal-akalan ADHD untuk menghibur diri mereka dengan menyebut kalau mereka memiliki superpower.

Begini, setiap manusia memiliki superpower masing-masing. Sebenarnya yang dimaksud superpower di sini tidak lain adalah “bakat” unik manusia itu sendiri.

Ada orang yang sedari lahir memiliki “superpower” suara yang bagus. Maka baik untuknya mendapatkan pengarahan menjadi penyanyi atau narator.

Analoginya seperti bibit unggul. Seunggul apa pun bibit tersebut, jika tidak ditanam atau dirawat dengan baik, tentu tidak akan ada yang bisa merasakan manfaatnya.

Jadi memang kita sedang bicara “apa sih bakat ADHD?”

Kita kemas sebagai “superpower” karena masyarakat sudah kadung menganggap ADHD sebagai gangguan mental atau bahkan disabilitas. Padahal bukan sama sekali.

Sekali lagi, hanya karena para neurodivergent berbeda dari kebanyakan orang, mereka langsung dicap “kelainan”.

Apa memangnya superpower atau bakat unggul ADHD yang bisa tumbuh?

Saya akan bicara dari pengalaman saya sendiri sebagai neurodivergent yang merasakan langsung agar kalian bisa mendengar langsung pengalamannya, bukan lagi teori.

1. Hyper-fixation

ADHD memang sulit fokus. Tetapi begitu mendapatkan momen yang tepat sebagai pemicu fokusnya, mereka bisa begitu terpaku dengan kegiatan mereka secara totalitas.

Orang menyebut hyper-fixationatau hiperfokus seringkali sebagai “time blindness” karena para ADHD jika sudah “anteng”, mereka benar-benar akan lupa waktu.

Tiba-tiba sudah malam saja, padahal tadi baru selesai maghrib.

Di sinilah sebenarnya kekuatan super itu harus dikelola. Sebab jika para neurodivergent sudah masuk ke mode hiperfokus ini, mereka akan benar-benar mengorek ke dasarnya hingga bersih.

Seperti saya sendiri, menyediakan waktu setelah pulang kerja atau selepas isya untuk fokus untuk membuat lab khusus tempat saya belajar dan mengasah kemampuan.

Saya sendiri seorang programmer, yang jika sudah fokus, saya menjadi paham fundamental mengoding dengan jauh lebih mudah karena kuncinya sudah saya temukan di dasar palung berkat fokus saya itu.

Hikmahnya, kemampuan jauh lebih stabil bahkan terus meningkat bagi para neurodivergent karena sekalinya mereka menggali, mereka begitu terkoneksi hingga benar-benar paham cara sesuatu bisa bekerja.

Dan itu jauh lebih baik daripada orang yang sekadar menyelesaikan pekerjaan mereka kemudian “pulang”.

2. Hyper-empathy

Meski namanya ada kata empatinya, hiperempati bukanlah perasaan gampang kasihan pada orang lain.

Justru para neurodivergent yang sudah matang akan jauh lebih waspada dan mawas diri pada setiap drama yang hanya menguras emosi batin tanpa ada manfaatnya buat mereka.

Saya benci sekali dengan setiap sadfishing di media sosial. Apalagi jika itu dikemas dalam istilah “Konten Bersyukur” yang sama sekali tidak mengandung rasa syukur.

Menjadi gampang kasihan ini saya hindari karena hanya membuat saya tidak produktif.

Padahal jika saya menjadi produktif dan mendapatkan hasil yang lebih, tentu saja itu bisa menjadikan saya lebih bermanfaat seperti membuka peluang bersedekah lebih banyak juga.

Hiperempati di sini adalah peristiwa di mana para neurodivergent bisa merasakan koneksi perasaan dari sesuatu yang sepele di mata orang lain pada umumnya.

Misalnya, saat saya mendengarkan sebuah musik game, saya bisa menilai apakah nadanya itu bercerita tentang kesepian, harapan, semangat, petualangan, atau kasih sayang.

Bukan sekali dua kali di mana mendengarkan musik video game, yang pada kasus saya seperti game-game Nintendo dan Mega Man bisa menggerakkan hati saya dengan lebih peduli dengan orang lain.

Saya bisa menangkap itu.

Tidak harus lewat musik juga sebenarnya. Para neurodivergent lain bisa merasakan sesuatu dari apa yang mereka lihat, dengar, atau rasakan dengan begitu mendalam.

Jika dikembangkan, manfaatnya akan luar biasa

Di saat banyak orang yang hanya terpaku oleh rasa kasihan, kita sudah tahu bagaimana solusi terbaiknya.

3. Fokus Pada Detail

Kita fokus pada detail.

Saya pernah berjam-jam naik Transjakarta, bahkan sampai sebelas jam dalam sehari, keluar halte hanya untuk salat dan makan.

Orang lain menilai saya aneh karena melakukan sesuatu yang kurang berguna.

Padahal selama saya berkeliling Jakarta dengan Transjakarta, saya juga memperhatikan letak haltenya seperti:

  1. Apakah akses masuknya mudah?
  2. Apakah jembatan penyebrangannya langsung mengarah ke gang pemukiman terdekat? Atau malah menjauhinya?
  3. Saat saya ingin keluar salat maghrib, seberapa jauh masjid dari halte terdekat?
  4. Apa yang bisa saya nikmati dari rute atau koridor ini?
  5. Dan sebagainya.

Saya sampai hafal itu semua pada seluruh halte Transjakarta pada saat itu. Bahkan saya tahu letak potensial sebuah halte di mana ada daerah ramai dan dilewati rute Transjakarta namun tidak ada halte di sana.

Hikmahnya, saya tersenyum saat saya bisa mengarahkan penumpang secara mendetail mengenai arah dan tujuan dari setiap pertanyaan mereka.

Saya bahkan terkoneksi dengan beberapa orang yang bagi saya hebat dan mengoleksi beberapa cerita inspiratif dari mereka.

Maka dari itu “attention to detail” atau perhatian mendalam kepada detail dari setiap kegiatan neurodivergent bisa membuat mereka unggul daripada kebanyakan orang.

Saya sekarang sudah menjadi CTO atau direktur utama IT di perusahaan yang saya bangun bersama tim.

Sejujurnya, peduli dengan detail menjadi salah satu kekuatan super saya untuk bisa mendeteksi fitur sebelum dilayangkan oleh para pelanggan.

Ditambah lagi, kekuatan hiperempati membuat saya bukan hanya memahami kebutuhan pelanggan, melainkan juga kebutuhan tim-tim saya supaya pekerjaan mereka bisa lebih mudah.

4. Extra-mile

Ini masih berhubungan dengan dengan poin-poin sebelumnya, karena mereka terkoneksi satu sama lain.

Tadi telah saya sebutkan, kalau neurodivergent bukan tipikal orang yang menyelesaikan sebuah pekerjaan kemudian “sudah”.

Jika seorang ADHD mencintai suatu tugas, ia bukan hanya menyelesaikan, namun juga membuatnya lebih baik.

Persis seperti prinsip “Kaizen” dalam budaya Jepang, yang artinya selalu melakukan perbaikan atau improvisasi secara berkala.

Sebagai seorang CTO juga, saya bukan hanya membangun aplikasi atau produk IT, melainkan saya membangun rumah kedua bagi para tim saya.

Lucunya, jika saya sedang WFH, maka satu divisi IT kompak melakukan WFH juga.

Meskipun begitu, saya sangat tegas dengan tim, yang mana akan saya jelaskan pada poin berikutnya. Tetapi, bagaimana pun saya berikan kenyamanan ekstra juga kepada mereka.

Saya pernah bahas di artikel tentang bagaimana cara saya mempertahankan perusahaan saya dan terus mengembangkannya di sini.

Atau saat saya mendesain website, seperti blog Anandastoon ini, saya tidak hanya ingin mendesain dengan gaya yang terlalu mainstream seperti terlalu minimalis dan terlalu korporat.

Justru saya menginginkan desain yang hangat dan inviting, seperti rasa kangen kita kepada suasana rumah nenek.

Saya paham kaidah UX (user experience) dan performa, namun tidak ingin desain yang seragam dan sekadar jadi. Bahkan desainnya saya buat dari awal.

Saya hanya desain yang memiliki “sparks” atau “charm” yang mana sudah jarang saya temukan dalam desain lain.

Blog Anandastoon cabang Neurodivergent ini desain dan tata letaknya tetap saya perbarui secara berkala, di mana usianya masih sangat muda daripada blog utamanya.

5. Hyper-justice

Inilah kekuatan super para neurodivergent yang sangat kontroversial lagi sarat trauma.

Bagi seorang neurodivergent, seperti saya, hukum itu absolut. Salah ya salah, benar ya benar.

Dalam kata lain, kompas moral para neurodivergent itu sangat tangguh.

Para neurodivergent, termasuk ADHD dan autisme dapat melihat dengan jelas fenomena masyarakat membela suatu penyimpangan hanya karena pelakunya terlihat kasihan.

Atau contoh lain, saat orang lain melihat gangguan secara disengaja saat kita sedang di jalan, mereka mungkin menganggap itu hari sial mereka saja.

Namun neurodivergent tidak bisa begitu. Perilaku masyarakat yang meresahkan justru akan semakin menjadi jika mendapatkan toleransi dan pembiaran.

Saya begitu jeli melihat bibit toksik di kantor saya, dan saya biasanya langsung bertindak untuk melindungi tim saya supaya tidak terpapar orang-orang toksik di area kerja.

Saya tidak ingin gangguan dari orang yang tidak bertanggung jawab menjadi penyebab terhambatnya produktivitas kerja tim saya dan membuat mereka sedih selama seharian.

Banyak juga kata-kata bijak namun sebenarnya begitu beracun yang beredar di masyarakat seperti:

“Kecerdasan emosional paling tinggi itu pas kamu gak emosi lagi sama kelakuan toxic seseorang. Kamu malah kasihan, karena bayangin seumur hidup dia harus tinggal di dalam kepala dan sifatnya yang sekacau itu.”

Kutipan di atas seolah bijak, namun sebagai neurodivergent saya bisa menangkap sesuatu yang sangat fatal dari sana:

  1. Banyak orang yang trauma namun tetap memilih menjadi orang baik dengan kesadaran penuh.
  2. Mengapa harus kasihan dengan orang toksik? Saya lebih kasihan dengan korbannya.
  3. Orang toksik punya solidaritas, jadi tidak perlu dikasihani. Justru solidaritasnya yang juga toksik tersebut akan menyerang kita yang mengasihani karena mereka tahu kitalah yang lemah.

Bukan sekali dua kali saya melihat orang yang mengasihani preman. Kenapa dia tidak kasihan dengan para korban akibat ulah si preman tersebut?

Bagi saya, kompas moral seperti ini yang kacau.

Sama seperti banyak orang bilang “Jakarta itu keras!” namun penyebab kerasnya Jakarta justru mereka toleransi.

Penutup

Masih banyak juga neurodivergent yang masih belum menyadari bakat mereka karena memang lingkungan sekitar tidak mendukung mereka.

Wajar. Kita mengikuti lingkungan kita tumbuh, cara berpikir kita pun mengikuti standar kebanyakan masyarakat.

Saya pun dulu begitu.

Cuma karena saya mulai menyadari sebuah ketidaknyamanan karena mengikuti standar masyarakat, dari sana saya mencoba mengasingkan diri dan menggeluti hobi yang mana saya tertarik dengannya.

Kemudian, karena seringnya otak saya otomatis terfokus dengan kehidupan sosial di sekeliling saya, saya bisa lebih mudah melihat setiap fenomena yang terjadi di saat orang lain menganggap itu lumrah.

Hasilnya, saya tidak FOMO, tidak pernah merasakan kehilangan “sparks”, tidak punya cicilan apa pun, tidak tergiur pinjaman online termasuk paylater, serta tidak terlalu peduli dengan berbagai macam flexing di media sosial.

Alhamdulillah, “sparks” saya menjaga saya untuk fokus dengan bakat yang saya punya sehingga sudah tidak lagi tertarik mengikuti orang lain.


Kalender diari Anandastoon

Agustus 2026
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab

Numpang ngiklan dikit hehe...

Di bawah iklan ini ada galeri dan game tebak kata harian.


Progres Anandastoon

Anandastoon lagi ngerjain apa ya? Apakah ada update gebrakan baru?

Menampilkan maks 3 progres terakhir

Postingan Interaktif: Titik-Titik di Huruf Arab


SELESAI!

Update: TERBIT
19 Agustus 2026, pukul 01:28

Postingan Interaktif: Database HP Nokia

0%

Update: -
17 Agustus 2026, pukul 00:47

Postingan Interaktif: Warna

0%

Update: -
17 Agustus 2026, pukul 00:47

Catatan Terakhir

Buat Custom Post Type baru di Anandastoon

06 Agustus 2026, pukul 23:35

Galeri Hari Ini

Hasil jepretan foto Anandastoon sendiri lho...

Foto Anandastoon
Area Curug Cilame, 2024
Selengkapnya di sini

Gim Hari Ini

Menunggu...

K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K
K

Numpang ngiklan lagi dong...