status facebook

Sering merasa tidak nyaman terhadap apa yang terjadi di sekitar saya, kerap saya tuliskan dalam bentuk status Facebook. Dan sering pula status Facebook saya tersebut kemudian disalin kembali oleh teman-teman Facebook saya yang lain yang kebanyakan adalah teman jauh dan teman yang bahkan saya tidak kenal, dengan menghilangkan ‘signature’nya. Tapi ya sudalah.

Saya sendiri juga sebenarnya sayang jika status-status saya tersebut akhirnya hilang dan saya agak kerepotan mencarinya. Lebih baik apa yang telah saya posting tersebut saya tulis lagi beberapa di sini.


1

Salah satu yang saya tanyakan jika ada teman saya yang mengeluh bahwa hidupnya selalu sempit padahal sudah berdoa dan berusaha maksimal adalah,

“Apakah kamu pernah menyakiti orang lain dengan sangat sehingga dia belum memaafkanmu?”

~AST2018

2

Saya tidak terlalu membutuhkan orang-orang yang pandai berteori. Karena saya sedang kesulitan mencari orang-orang yang pandai berdiskusi.

~AST2018

3

Seseorang yang terbiasa menyalahkan orang lain, akan sulit melihat kesalahan pada dirinya sendiri.

~AST2018

4

“Kapan Nikah?”
Saya jawab,
“Kapan kau berhenti bertanya seperti itu?”
Jawabannya akan sama.

~AST2018

5

Saya meminimalisir penggunaan frasa:
“Masih mending…”
“Yang penting kan…”

Karena tidak ada kebaikan pada pekerjaan yang separuh-separuh.

~AST2018

6

Jika saya mudik ketika lebaran atau libur panjang lainnya, saya usahakan agar tidak terlalu lama di kampung halaman.

Begitu agenda selesai, maka saya langsung balik ke ibukota karena khawatir jika terlalu lama mudik, saya semakin kehilangan semangat untuk kembali bekerja.

~AST2018

7

Setiap bulan Ramadhan, selalu saya lihat ada kemajuan yang dialami oleh beberapa hal.
1. Masjid-masjid yang shafnya semakin maju.
2. Sebagian orang membalas dendam laparnya ketika berbuka dan sahur dengan makan berlebihan sehingga perut mereka semakin maju.

~AST2018

8

Kinerja menurun ketika bulan puasa alasannya lapar.
Kinerja menurun ketika bulan biasa alasannya ngantuk.

Pada dasarnya jika memang sudah malas, ya malas saja.

~AST2018

9

Ada seseorang yang selalu menulis postingan mengenai kata-kata bijak.
Di sisi lain, dia selalu mengeluh.

Saya heran, kemana kata-kata bijak yang selalu ia tulis?

~AST2018

10

Mengapa kau iri kepada mereka yang bergaji besar?

Kau harusnya iri kepada mereka yang bergaji sedikit namun sudah dapat berbagi dan menabung.

~AST2018

11

Saya tidak share postingan yang kontroversial, karena saya khawatir akan mendapati komentar-komentar yang bukannya memberi solusi atau diskusi dengan baik, melainkan komentar-komentar dengan bahasa yang buruk dan lebih dimurkai.

~AST2018

12

Ada orang Jawa bilang,
“Keindahan alam ini Jawa punya.”
Ada orang Bali bilang,
“Keeksotisan alam ini Bali punya.”
Ada orang Maluku bilang,
“Kecantikan alam ini Maluku punya.”
dst… dst…
Saya bilang,
“Bersyukur Allah tidak jadikan kalian lahir di Gurun Sahara.”

~AST2018

13

Ada orang yang harus dikasihani karena ia rela berkorban.
Ada orang yang ingin dikasihani karena ia bermain menjadi korban.

Kedewasaan kita menuntut untuk membedakan kedua itu.

~AST2018

14

Kita sepertinya sudah terbiasa berbangga dengan suatu hal yang kecil hingga pada akhirnya dilupakan begitu saja.

~AST2018

15

Mengapa banyak orang yang sangat mudah marah-marah?

Karena sabar itu membutuhkan upaya, sedangkan tabiat kebanyakan kita adalah menyenangi yang instan.

~AST2018

16

Tidaklah disebut kerja keras jika kinerjamu masih sama dengan kebanyakan orang.

~AST2018

17

status facebook

18

Kebanyakan orang akan senang jika dipuji…

Saya juga. Tapi… setiap dipuji orang saya justru merasa khawatir, jika suatu saat pujian yang telah dilayangkan berubah menjadi kekecewaan.

~AST2018

19

Ada teman saya yang memposting sesuatu yang tidak penting di jejaring sosial, men-tag orang-orang sekitarnya yang tidak tertarik dengannya dan menuliskan,
“Kalo nggak suka hapus aja.”

Kemudian saya benar-benar langsung menghapus kontak/pertemanan dengannya, sesuai permintaannya.

Tidak, saya tetap berteman dengannya di dunia nyata, karena tidak semua nasehat baik harus dengan kata-kata.

~AST2018

20

Saya kagum dengan teman saya. Mobilnya sudah berhenti bahkan ketika lampu lalu lintas masih berwarna kuning.

~AST2018

21

Jika ada orang yang sedang menunjukkan sesuatu pada saya, saya berusaha untuk memahaminya meskipun saya tidak mengerti atau saya tidak suka.

Karena terlalu jujur dapat menghancurkan perasaan orang lain.

~AST2018

22

Saya baru saja berkata kepada teman saya,

“Cukupkanlah dengan gaji yang sedikit agar terbiasa jika suatu saat mendapatkan yang lebih besar.”

~AST2018

23

Ada orang yang berprinsip, “Sikap saya tergantung sikap Anda.”

Saya tanggapi, “Waow, kamu adalah orang yang paling tidak memiliki pendirian yang pernah saya temui.”

~AST2018

24

status facebook

25

Memang saya pun kesal kepada orang yang ketika saya beritahu dengan penuh pengertian namun bukannya introspeksi diri justru beralasan sana-sini.

Saya katakan kepadanya, “Jika kamu merasa alasanmu itu benar sangat, seharusnya kamu sudah hidup lebih sejahtera.”

~AST2018

26

Saya menegur teman saya menggunakan kalimat,
“Anda sopan, kami segan!”

Saya katakan,
“Ganti kalimatnya! Ganti menjadi, ‘Kita sopan, orang lain segan.'”

Mengapa kita selalu ingin orang lain berbuat lebih dahulu?

~AST2018

27

“Peraturan dibuat untuk dilanggar.”

Orang yang terbiasa menganut prinsip tersebut, awalnya hanya peraturan yang biasa ia langgar, namun kelamaan kesejahteraan dan kebahagiaannya sendiri ia langgar.

~AST2018

28

Menasehati orang yang bermaksiat sebenarnya mudah.

Yang sulit adalah menasehati orang yang merasa dirinya benar.

~AST2018

29

Jika kamu baik kepada saya, maka saya akan bisa lebih baik lagi kepada kamu.
Jika kamu jahat kepada saya, maka saya insyaAllah akan tetap menjadi orang baik.

Apakah orang-orang yang istiqamah di dunia ini sudah semakin jarang?

~AST2018

30

Mengapa ceramah tidak harus selalu di masjid?

Karena kebanyakan kita tidak meninggal di masjid.

~AST2018

31

It’s a fine line between ikhlas karena Allah dan ikhlas karena menunggu like.

~AST2018

32

Saya belum pernah dengar desas-desus ada orang yang membicarakan saya dari belakang.

Namun kalaupun memang ada yang membicarakan saya dari belakang, itu artinya posisi mereka memang berada di belakang saya.

~AST2018

33

Saya mewanti-wanti teman saya agar jangan pernah merasa menjadi yang paling dibutuhkan, apapun kasusnya.

~AST2018

34

Hampir setiap malam saya mengetahui bahwa teman saya terlampau sering begadang tanpa maksud yang berarti. Saya menasehati teman saya agar tidak terlalu sering begadang.

Teman saya: “Tapi dulu kamu bilang begadang itu…”

Saya: “Jangan didengarkan! Dia orang bodoh.”

~AST2018

35

Kebanyakan kita jika mendengar nasehat adalah, ingat kepada kelakuan si A dan si B yang seperti itu, namun lupa bagaimana kelakuan kita sendiri.

~AST2018

36

Komentar yang membangun meskipun negatif, dapat disebut motivasi.

Komentar yang menjatuhkan meskipun positif, dapat disebut nyinyir.

~AST2018

37

Introspeksi orang lain itu mudah karena sejajar dengan ego.

Introspeksi diri itu sulit karena melawan ego.

Lagipula, tidak pernah ada istilah introspeksi orang lain.

~AST2018

38

Banyak berita bohong dipercaya karena ditulis secara sopan dan sistematis.

Banyak berita jujur ditinggalkan karena ditulis dengan bahasa yang kurang etis dan berantakan.

~AST2018

39

Saya melarang teman saya untuk membenarkan paradigma,

“Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.”

Itu adalah prinsip dari orang-orang yang pesimis. Saya menyuruh teman saya agar keras dengan hidupnya dan bukan keras pada hidup orang lain.

Karena seperti itulah dulu teman saya juga menasehati saya.

~AST2018

40

Beberapa orang menyebarkan kebaikan namun dengan bahasa yang kurang baik, mempersulit, tidak berempati, dan cenderung ‘pamer’ ilmu.

Mereka menyampaikan satu ayat, namun melanggar ayat-ayat lainnya.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang seperti itu.

~AST2018

41

Namanya “Pecinta Alam”.
1. Merokok di alam.
2. Buang sampah sembarangan di alam.
3. Petik-petik bunga di alam.
4. Teriak-teriak ala sinetron di alam.

Nais… nais…
Karena oknum-oknum itulah pada akhirnya “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.

~AST2018

42

Manusia adalah makhluk sosial.

Berapapun harta dia punya,
Sebaik apapun rupanya,
Semewah apapun kendaraannya,
Kemanapun jauhnya dia bepergian,

Pada akhirnya yang benar-benar membuatnya bahagia adalah ketika dirinya berhasil membuat orang lain tersenyum.

~AST2018

43

Status Tahun Baru:

Jadi setelah beledar-beleder semalam, apakah kembali lagi menjadi pribadi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan keluhan dan masalah yang sama, yang sepertinya tidak pernah mau diselesaikan?

~AST2018

44

Ada yang bertanya, “Nan, apa sih yang membuat kamu menjadi lebih baik dari tahun ke tahun?”

Saya jawab, “Saya menerima komplain dari banyak orang atas diri saya dan saya mendengarkan mereka.”

~AST2018

45

Jika ada orang atau teman saya yang membela diri dan diakhiri oleh pertanyaan, “Memang begitu salah ya?!”

Kemungkinan besar akan saya jawab iya.

~AST2018

46

Kadang jika ada orang bilang,
“Yang nggak ngerti diam saja!”

Saya yang sedaritadinya memang sudah diam akhirnya angkat bicara,
“Memang kamu sendiri mengerti? Jelaskan pada saya di sini.”

~AST2018

47

Saya tidak ingin mendengarkan keluhan seseorang selama dia tidak ingin memperbaiki dirinya sendiri.

~AST2018

48

Saya mulai untuk membatasi toleransi saya kepada orang-orang.
Karena banyak saya lihat orang yang menderita karena terlalu diberi banyak kelonggaran toleransi.

Banyak toleransi yang justru menjauhkan kita dari budaya disiplin yang dapat menghambat untuk menjadi maju dan sejahtera.

~AST2018

49

Kita hidup di negara yang di mana peraturan dapat dikalahkan dengan frasa,
“Ah, tapi kan begini…”
dan
“Ah, tapi kan begitu…”

~AST2018

50

Seseorang: “Mengapa hidup saya sekarang begini?”

Saya: “Kau sendiri yang menyuruh diam orang-orang yang ingin peduli dan memberimu motivasi.”

Terkadang memang banyak orang yang sengaja menggali lubang kuburnya sendiri. Ya sudahlah, setidaknya saya bisa dapat hiburan gratis.

~AST2018

 


 

  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap