Ibuku Memanggilku

urban legend by : anandastoon

“Yolanda!”

Mataku terbuka, sepertinya aku baru saja terbangun dari tidurku.

“Yolanda. Kemari…!”

Ibuku memanggilku. Aku hanya diam, tidak beranjak.

“Yolanda? Dengar tidak?”

Aku tidak menggubrisnya, kembali tidur, kuseret kembali selimutku.

“Yolanda! Ibu ingin berbicara kepadamu!”

Ibuku memang bawel, tapi, tidak bisakah dia membiarkan aku tenang?!

“Yolanda!”

Aku semakin memejamkan mataku, seakan tidak mendengar apa pun.

“Yolanda. Kemari…!”

Aku gemetaran, jantungku berdebar.

“Yolanda? Dengar tidak?”

Aku semakin ketakutan. Aku hanya memaksa mataku untuk tidur.

“Yolanda! Ibu ingin berbicara kepadamu!”

Aku tidak akan lagi berkemah sendirian di tengah gunung.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke X
🤗 Selesai! 🤗
Punya uneg-uneg atau saran artikel untuk Anandastoon?
Yuk isi formulir berikut. Gak sampe 5 menit kok ~

  • Anandastoon punya rubrik baru spesial untuk para neurodivergent, termasuk ADHD dan autisme, khusus untuk yang telah dewasa berusia 30 tahun lebih.
    Sila klik di sini untuk meluncur ~

    1 Jejak Manis Ditinggalkan

    1. B****at!! Memang ga jelas, tapi merinding

    Minta Komentarnya Dong...

    Anggap rumah sendiri, utarakan uneg-uneg kalian.
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. 😉

    Kembali
    Ke Atas