Rumah Berhantu

Ini salah satu cerita teman saya pada akhir tahun kemarin yang kebetulan saya undang dia ke kontrakan saya. Namanya Roslan.

Roslan kini sudah berkeluarga dan memiliki kontrakan kecil di pinggiran Bekasi.

Nah, saat pembicaraan temu kangennya telah berakhir, sayaΒ nyeletuk ingin mendengar kisah horor darinya. Saya yakin Roslan pasti punya beberapa karena dia “spesial”.

Ini bermula dulu ketika Roslan bergabung dengan sebuah komunitas pencak silat, sekitar tujuh tahun lalu.

Ada saat di mana ia diguyur oleh pelatihnya dengan segayung air kembang tujuh rupa.

Karena Roslan tidak paham dan niat awalnya memang hanya iseng ingin menjadi pesilat, jadinya setiap ada kegiatan aneh selepas latihan rutin komunitasnya, ia hanya mengikuti saja.

Sampai akhirnya, ia ternyata mengikuti sebuah ritual yang membuka mata batinnya.

Semenjak itu, kehidupan Roslan menjadi berubah. Ia menjadi paranoid karena ia tiba-tiba bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak. Entah tiba-tiba ia melihat rambut melayang di pojok kamarnya, dan lain sebagainya.

Roslan pun tidak ingin lagi mengikuti kegiatan silat setelah itu.

Awalnya Roslan begitu penakut karena kemampuan luar biasanya itu. Tetapi perlahan Roslan beradaptasi dengan penampakan yang aneh-aneh setiap harinya, yang hanya bisa dilihat olehnya.

Ada cerita menarik dari Roslan, yang mana belum lama ini rumahnya tiba-tiba berhantu.


Kecipak-kecipuk

Suatu malam, saat Roslan sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi, sayup-sayup ia mendengar sesuatu yang tidak biasa.

Suara itu terdengar berulang-ulang, asalnya dari kamar mandi. Seperti ada yang bermain-main dengan air di ember.

Kecipak, kecipuk, kecipak, kecipuk.Β Begitu yang ia dengar.

Istrinya sedang berada di luar, dan anaknya yang masih bayi, berada di ayunan kain yang diikat ke salah satu besi di langit-langit rumah.

Saat Roslan memutuskan untuk mengecek kamar mandi…

Kosong. Air di ember begitu tenang. Tidak ada bekas yang janggal sama sekali.

Besoknya, istri Roslan kembali mengikuti kegiatan ibu-ibu komplek perumahan selepas isya sehingga meninggalkan Roslan dan anaknya di rumah.

Karena Roslan ingin bermain dengan bayinya, ia menggendongnya dari ayunan untuk ia timang-timang.

Namun, baru saja Roslan menimang sang bayi, tiba-tiba bayinya menangis dengan keras.

Roslan yang kaget langsung melihat kemana anaknya memandang.

Pandangannya mengarah kepada kamar mandi yang lampunya mati. Tidak sepenuhnya gelap karena terkena sinar lampu dari ruang tamu.

Roslan menangkap sesuatu yang aneh dari kamar mandi, dan itu membuatnya membatu sesaat di tengah lengkingan tangisan si buah hati.

Begitu sadar, Roslan langsung menaruh kembali anaknya di ayunan.

Yang tadi dilihat oleh Roslan adalah, sesosok pocong yang seolah keluar dari dinding kamar mandi, hanya terlihat sedada, ternyata kepalanya sedang bermain air dengan ember yang berada di bawahnya.

Ternyata itu sumber suaraΒ kecipak-kecipuk yang Roslan dengar kemarin.

Sesaat setelah anaknya menangis yang membuat Roslan langsung menengok ke arah kamar mandi, sosok pocong itu berhanti dari bermain airnya dan sempat bertatap-tatapan dengan Roslan sejenak.

Roslan yang marah karena pocong itu telah mengganggu anaknya, langsung berlari menghampiri sosok pocong itu.

Namun sosok itu dengan cepat masuk kembali ke dalam dinding kamar mandi, membuat Roslan menendang dinding di posisi sosok pocong yang tadi itu muncul.

Roslan masih tetap marah. Ia tidak lagi takut dengan hal-hal seperti itu.

Pintu kamar mandi ia tutup dari dalam. Dan di ruangan kamar mandi yang hampir sepenuhnya gelap, Roslan menunggu sosok pocong itu kembali untuk muncul.

Hingga istrinya pulang, sosok pocong tadi tidak pernah muncul kembali.


Gantungan handuk

Beberapa malam kemudian, tidak lama dari kejadian pocong itu, Roslan tengah bermain-main dengan anaknya.

Sampai pada suatu titik di mana anaknya memandang sesuatu ke belakang badannya.

Roslan pikir anaknya memandang ibunya. Jadi Roslan berusaha untuk kembali meraih perhatian anaknya dengan membuat wajah-wajah lucu dan menyebut-nyebut namanya.

Tetapi anaknya masih diam tidak berkutik melihat ke belakang Roslan.

Penasaran dengan konsistensi si anak yang begitu mantap melihat ke arah belakangnya, Roslan pun ikut menoleh ke belakang.

Istrinya ternyata berada di ruang tamu, bukan di ruangan di belakangnya, yakni dapur.

Roslan melihat kembali kepada anaknya, dan menyadari kalau anaknya agak memandang ke arah atas. Roslan kembali mengikuti arah yang dipandang oleh anaknya.

Di dapur ada handuk yang berwarna hijau lusuh tergantung di atas besi gantungan yang menjuntai dari langit-langit. Tidak ada yang aneh.

Akhirnya Roslan mengalihkan kembali pandangannya ke arah anaknya, tidak ingin berpikir yang aneh-aneh.

Tetapi sesaat kemudian Roslan sadar, kalau ia belum pernah melihat handuk yang warnanya seperti itu sebelumnya.

Roslan langsung berdiri dan berlari ke arah handuk yang tergantung itu.

Saat ingin didekati Roslan, handuk itu tiba-tiba lepas dari gantungan dan melayang sendiri, terbang ke arah langit-langit.

“Grep!” Roslan berhasil memegang “handuk” tersebut, yang teksturnya ternyata tidak terasa seperti handuk.

Istrinya yang kaget melihat suaminya dari lorong ruang tamu tiba-tiba berlari ke arah dapur pun ikut beranjak ke dapur karena penasaran dengan apa yang terjadi.

“Ay, ngapain narik-narik handuk?!”Β Kata sang istri setelah itu.

“Tangan saya nggak narik kok. Tangan saya diam.” Balas Roslan.

Istrinya perlahan melihat ke ujung handuk tersebut di bagian paling atas.

Istrinya mematung.

Tak lama, istri Roslan langsung teriak dan membawa anaknya ke ruang tamu dekat pintu masuk sebagai tempat aman.

Roslan yang sudah lelah dengan kegiatan tarik-menarik itu pada akhirnya membiarkan sesuatu itu terbang dan menghilang menembus langit-langit.

Roslan kemudian langsung menenangkan istrinya yang masih ketakutan di ruang tamu, berkata kalau ia harus mencari sumbernya.

Ia sendiri juga bingung rumahnya entah kenapa tiba-tiba berhantu.


Penyebab utama

Masih selang beberapa hari paska tarik-menarik dengan handuk itu, ada kejadian lain yang menghantui keluarga Roslan.

Malam hari itu, Roslan memang sedang berada di dapur, menemukan kembali kejanggalan.

Ia melihat ada yang bergerak-gerak di dekat kamar mandi.

Ada sebuah kain putih yang tiba-tiba melayang, seperti berasal dari kamar tidur menuju ke arah kamar mandi.

Roslan kembali mengambil gerak cepat, yang ternyata berhasil menarik kain putih tersebut.

Kain itu terasa berisi sesuatu, tanpa pikir panjang Roslan langsung membukanya.

Sebuah batu berukuran kelereng besar yang bergerak-gerak. Batu tersebut langsung digenggam Roslan dan ditaruh ke dalam sebuah toples kosong.

Ia menyimpan batu tersebut.

Esoknya, Roslan bertemu dengan tetangga di belakang rumahnya dan sempat berbincang setelah menyapa.

Kata tetangganya, ia sedang mencari batu akik hasil peninggalan bapaknya.

Menurutnya hilang di pekarangan rumahnya yang berbatasan dengan tembok belakang rumah Roslan. Di sana Roslan seolah terklik sesuatu.

Perbincangan selesai, Roslan kembali ke dalam rumahnya, menuju toples dengan batu bermasalah itu yang ia yakin punya tetangga belakangnya.

Namun Roslan tidak serta-merta langsung mengembalikan batunya.

Ia ingin “bermain-main” dahulu dengan batu ajaib itu.

Roslan siapkan baskom kecil yang ia isi dengan air panas. Batu tersebut ia cemplungkan ke dalam baskom.

Sambil ia aduk-aduk dengan sendok kayu baskom tersebut, Roslan juga membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an terutama ayat kursi dan tiga surat terakhir.

Batu tersebut bergerak sendiri kesana kemari tidak tentu arah, dan saat Roslan mengangkat batu itu…

Batunya belah dan terpecah menjadi lima bagian.

Ada asap putih keluar dari dalam batu saat pecah, yang kemudian menghilang menembus langit-langit.

Itu bukan asap, melainkan sosok penghuni batu itu.

Roslan ingat kalau dulu di desanya sewaktu ia remaja juga pernah mendengar peristiwa seperti ini.

Biasanya, jika rumah tiba-tiba berhantu, ada orang yang meneluh kita atau tetangga sekitar kita yang “berbisnis” dengan alam gaib, seperti menggunakan jimat, susuk, dan semacamnya.

Roslan menyangka tetangga belakangnya menggunakan jimat karena dalam seminggu ini suka ada hal yang dipamerkannya, seperti kendaraan baru, atau istrinya yang tiba-tiba memakai banyak perhiasan.

Masalahnya, sosok yang terikat perjanjian dengan tetangga belakangnya, pasti berkeliaran dan mengganggu tetangganya yang lain. Itu menarik makhluk lain untuk ikut bergabung juga.

Sayangnya, tidak ada makan siang yang gratis, setiap ada perjanjian dengan makhluk gaib, kita mengetahui pasti ada yang harus ditumbalkan, yakni tumbal.

Apalagi saat jaminannya, yang dalam hal ini batu yang baru saja meneror Roslan, telah rusak. Maka tumbalnya bisa ditagih dengans segera.

Besoknya istrinya mengabari kalau anak tetangga belakangnya sakit demam parah.

Kata Roslan, selama seminggu lebih sampai terakhir bertemu saya, anak tetangga belakangnya masih belum sembuh.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke X
πŸ€— Selesai! πŸ€—
Punya uneg-uneg atau saran artikel untuk Anandastoon?
Yuk isi formulir berikut. Gak sampe 5 menit kok ~

  • 0 Jejak Manis Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. πŸ˜‰

    Kembali
    Ke Atas