Prinsip Aneh

Setiap orang berhak membuat prinsipnya sendiri. Bahkan bukan hanya setiap orang, setiap kelompok pun tentu saja memiliki hak untuk memiliki prinsipnya sendiri. Kita semua sudah paham itu.

Tetapi masalahnya, yang membuat prinsip mungkin bukanlah orang yang ‘ahli di bidangnya’ sehingga prinsipnya tidak memiliki standar. Yang membuat lebih parah adalah jika prinsipnya itu justru disetujui oleh orang banyak yang juga merasa sependapat.

Artikel ini singkat dan manis, hanya berisi sepuluh prinsip aneh yang saya dengar beredar di masyarakat, yang seharusnya dapat diperbaiki.


1.

Anda sopan, kami segan!

Well dear, sekarang apakah si “kami”nya juga sopan?

Sejujurnya saya agak kurang senang dengan prinsip tersebut. Saya sendiri telah menggantinya dengan “Kita sopan, mereka segan” untuk diterapkan oleh diri saya sendiri.

Mengapa kita selalu menginginkan orang lain yang berbuat lebih dahulu? πŸ€·β€β™€οΈ

2.

Orang jahat dulunya adalah orang baik yang tidak dihargai.

Yup, orang jahat dulunya adalah orang baik yang tidak ikhlas. Kita mendapatkan pelajaran dari prinsip yang cukup lucu ini. Jadi dari sini saya akan mulai menjaga jarak dengan orang baik yang serba pamrih, haus untuk dihargai oleh orang lain, sebab orang-orang seperti itu mungkin saja suatu saat akan menjadi orang jahat.

Saya sendiri juga sering mengalami kebaikan saya tidak dihargai orang lain, dan saya akui saya sebal akannya. Tapi kata “ikhlas” muncul karena suatu alasan bukan? 😊

3.

Lo baik sama gua, gua bisa lebih baik sama elo.
Lo jahat sama gua, gua bisa lebih jahat sama elo.

Ok, prinsip ini ada dua cabang. Pertama, “Kalau kamu baik kepada saya, saya bisa lebih baik kepadamu”. Coba dipikir kembali, kapan terakhir kali kita berbuat lebih baik dari orang yang berbuat baik kepada kita?

Kemudian “Kalau kamu jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepadamu”, waw dear, itu adalah prinsip dari orang yang benar-benar tidak berpendirian. Saya sendiri, “Kalau kamu jahat kepada saya, insyaAllah saya akan tetap menjadi orang baik.” πŸ‘

4.

Gaya lo gua beli.

Kata orang yang masih kesulitan membayar cicilan. 😜

5.

Kami maafkan namun hukuman harus tetap jalan.

Sejujurnya ini adalah salah satu prinsip terkonyol yang pernah saya dengar. Jika hukuman masih tetap dijalankan, artinya belum dimaafkan dong? Allah saja jika telah memaafkan hambaNya, Dia tidak jadi menghukum hambaNya.

Jika sudah dimaafkan, cabutlah hukumannya, atau mungkin ke depannya prinsipnya bisa diganti menjadi, “Kami akan maafkan setelah dirimu menjalani hukuman.” πŸ˜‰

6.

Nerakaku bukan urusanmu. Apalagi surga belum tentu jadi tempatmu.

Aamiin, semoga yang berprinsip seperti itu benar-benar masuk neraka. 🀭

It’s OK jika seseorang tidak ingin menerima penilaian buruk dan cuma ingin mendengar penilaian yang baik-baik saja dari orang lain, namun jika sampai menginginkan diri sendiri untuk berada di neraka? Padahal merasakan ‘neraka’ dunia saja sering mengeluh. Ya sudahlah.

Oh my dear God. Saya sih ogah masuk neraka. Tapi baguslah biar surga bisa jadi ‘semakin lega’. Saya tidak sabar nanti untuk melihat orang-orang yang sudah booking tempat duduknya di neraka. 😁

7.

Kecil disuka, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.

Satu lagi prinsip yang bikin ‘ngakak’. Say, tahu dongeng Cinderella? Untuk mendapatkan pangeran tampan saja Cinderella harus bersabar dan tangguh menghadapi ujian dan siksaan.

Saya baru tahu ternyata ada prinsip yang bahkan di negeri dongeng saja tidak berlaku karena sangat tidak masuk akal. 😏

8.

Sudah, pikirin diri sendiri saja dahulu, tidak perlu pikirkan orang lain.

Prinsip ini sejujurnya tidak salah. Namun prinsip ini dapat berubah menjadi berbahaya, atau bahkan sangat berbahaya. Duh, memang bisa menjadi seburuk apa prinsip tersebut?

Say, coba sekarang pikirkan, apa yang akan terjadi jika yang berprinsip seperti itu adalah para pejabat dan aparat pemerintah? 😲

9.

Peraturan dibuat untuk dilanggar.

Bagi orang-orang yang ‘mengimani’ prinsip seperti itu mungkin peraturannya harus diubah menjadi, “Wajib mencuri!”, “Wajib melanggar rambu lalu lintas!”, “Wajib korupsi!”

Kita lihat apakah mereka melucuti prinsip mereka sendiri atau tidak.😎

10.

Kalau nggak beli sekarang, kapan punyanya?

Wow serakah… inilah kenapa saya memfilter orang-orang yang ingin berhutang kepada saya.

Dulu waktu saya belum punya sepeda motor, ada orang tiba-tiba meminjam uang kepada saya untuk membantu cicilan mogenya. What in the name of F***?! πŸ₯±


Terus kenapa kalo gua pake prinsip ituh? Masalah buat loh?!

Pada akhirnya memang yang berprinsip seperti itu akan menyusahkan setiap orang.
πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! πŸ˜‰

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas