Kendaraan ListrikDi tengah-tengah kepedulian dunia tentang masalah pemanasan global (global warming) yang terjadi mulai dari tahun 2010-an ini, setiap pegiat lingkungan berlomba-lomba untuk menjadi bagian penyelamat lingkungan.

Mengingat betapa mengerikannya efek yang akan dihasilkan oleh pemanasan global ini di puluhan tahun mendatang, beberapa cara dilakukan untuk mencegahnya.

Salah satu yang menjadi titik bahasan kali ini, seperti judul artikelnya, adalah merealisasikan program imbauan kepada masyarakat agar beralih ke kendaraan listrik.

Kendaraan bermotor yang menggunakan listrik lebih ramah lingkungan (eco-friendly) daripada kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan polusi udara dan dapat menjadi salah satu sebab terjadinya perubahan iklim.

Saya termasuk orang yang sangat bersemangat dalam menjadi bagian orang yang peduli terhadap pemanasan global ini. Minimal saya ikut menanam pohon, memberikan beberapa edukasi ringan kepada kerabat dan rekan kerja, atau hanya mengurangi penggunaan plastik dan tidak menyisakan makanan.

Namun… untuk kendaraan listrik ini, saya sepertinya masih belum merekomendasikan untuk beralih. Mengapa?


Memahami tujuan utama

Dear, kita semua tahu jika tujuan utama beralih kepada kendaraan listrik adalah untuk membantu mencegah pemanasan global. Seperti yang telah disebutkan, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi atau buangan yang dapat memperparah polusi udara.

Masalahnya, beberapa saya perhatikan, imbauan untuk beralih kepada kendaraan listrik ini memiliki tujuan yang lain. Ada yang mengimbau untuk beralih kepada kendaraan listrik hanya karena ingin mendapatkan gengsi, ikut-ikutan, hingga terlihat berbeda dengan orang lain.

Orang-orang yang tidak memahami konsep peralihan kendaraan listrik, mungkin mereka dapat mengurangi polusi udara saat menggunakan kendaraan listrik, namun mereka masih memiliki kemungkinan besar dalam menjadi penyebab pemanasan global dari faktor lainnya.

Mereka tutup satu lubang, namun membiarkan lubang lainnya menganga lebar.


Faktor yang lebih prioritas

Saya masih agak heran jika ada yang menggembar-gemborkan penggunaan kendaraan listrik sedangkan infrastruktur jalan di daerahnya masih banyak yang masih berupa tanah merah, minim penerangan, dan akses yang masih ekstrem.

Bahkan pengisian bahan bakar saja masih bergantung dari pom bensin mini atau eceran milik warga.

Jadi, ternyata masih sangat jauh untuk berpikir tentang ketersediaan stasiun pengisian daya listrik kendaraan untuk membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik.


Melihat akar masalah lebih luas

Benar bahwa menggunakan kendaraan listrik berarti mengurangi polusi udara yang mana itu termasuk bagian dari mencegah fenomena perubahan iklim akibat pemanasan global.

Tetapi bukan berarti kemudian si pemilik kendaraan listrik dapat langsung merasa menjadi pahlawan lingkungan, sebab ada hal yang masih harus lebih diperhatikan dari itu.

Perlu diketahui, penggunakan listrik pun masih dapat menjadi sebab pemanasan global pula.

Sebagian besar listrik yang dihasilkan masih bergantung dari batu bara, cakupan energi terbarukan masih sangat sedikit sekali.

Pembakaran batu bara adalah salah satu masalah yang serius dalam hal perubahan iklim. Inilah mengapa pada hari bumi, dianjurkan untuk turut memadamkan lampu listrik selama satu jam karena dapat menghambat kegiatan pengolahan batu bara meskipun hanya sebentar.

Kita dapat mulai mengampanyekan pentingnya membangun dan memakai sumber-sumber energi terbarukan seperti menggunakan panel surya atau mendorong pemerintah untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik dari angin, air, hingga petir.


Dimulai yang paling berpotensi

Saya justru lebih mendukung jika penggunaan kendaraan listrik dimulai dari transportasi masal terlebih dahulu semisal bus dan kereta.

Di Jakarta, bus dan kereta listrik sudah beroperasi secara penuh meski rute bus listrik masih sangat terbatas. Setidaknya itu sudah sangat saya apresiasi.

Dengan transportasi umum yang dapat diandalkan seperti di negara maju, maka ketergantungan masyarakat dengan kendaraan pribadi akan berkurang sendirinya.

Apalagi jika transportasi umum sudah memakai bahan bakar listrik.

Ditambah lagi, membangun stasiun pengisian daya listrik untuk kendaraan umum pastinya jauh lebih mudah karena dapat dibangun di sepanjang rute kendaraan umum tersebut atau tidak jauh dari itu.


Kebutuhan mendominasi

Sekali lagi, mungkin atau tidaknya melakukan peralihan kepada kendaraan listrik untuk mencegah pemanasan global dapat dikembalikan lagi kepada kebutuhan masing-masing.

Jika di lingkungan seseorang sudah tersedia banyak stasiun pengisian daya kendaraan listrik yang memadai, terutama dari jarak rumahnya ke tempat-tempat yang sering ia kunjungi seperti kantor, pasar, atau tempat-tempat hiburan, maka dipersilakan untuknya untuk beralih kepada kendaraan listrik.

Jika belum, tidak perlu dipaksakan. Apalagi untuk orang yang sering bepergian jauh ke tempat yang jauh di luar kota, yang infrastrukturnya masih jauh dari mumpuni.

Bahkan penggunaan kendaraan hybrid sekali pun yang dapat menggunakan bahan bakar listrik dan fosil sekaligus, juga kembali ke kebutuhan masing-masing. Tidak ada paksaan sama sekali.

Sekali pun kita masih belum dapat berkontribusi dalam pencegahan pemanasan global lewat penggunaan kendaraan listrik, jangan khawatir karena masih sangat banyak yang dapat dilakukan untuk menjadi bagian dari komunitas yang memerangi perubahan iklim.

Yuk tanam pohon karena negeri ini sudah indah. Saya sangat sedih jika saat saya sedang melakukan piknik, saya menemukan lahan terbuka yang masih ada bekas hitam seperti gosong. Biasanya, area tersebut baru saja dilakukan pembukaan hutan, baik secara liar atau… saya tidak tahu.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
๐Ÿค— Selesai! ๐Ÿค—
Ada masalah kesehatan mental? Bingung curhat ke mana?
Curhat ke Anandastoon aja! Mari, klik di sini. ๐Ÿ’—

  • Sebelumnya
    Tips Lebih Bahagia 10: Melayani Diri Sendiri

    Berikutnya
    Skripsi Bukan Hanya Menguji Kualitas Mahasiswa


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. ๐Ÿ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. ๐Ÿ˜Š


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. ๐Ÿ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. ๐Ÿค—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Atau, sedang tidak ingin mengisi poll?

     

    Wah, poll telah selesai. ๐Ÿค—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll ๐Ÿ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya Anandastoon akan menebak rekomendasi artikel yang kamu inginkan ~

    Heihei maihei para pembaca...

    Selesai membaca artikel Anandastoon? Mari, saya coba sarankan artikel lainnya. ๐Ÿ”ฎ

     

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya kamu bisa main game langsung di artikelnya.

    Permainan di Artikel

    Bermain dengan artikel yang baru saja kamu baca? ๐Ÿ˜ฑ Kek gimana tuh?
    Simpel kok, cuma cari kata dalam waktu yang ditentukan.

    Mempersiapkan game...

    Aturan Permainan

    1. Kamu akan diberikan sebuah kata.

    2. Kamu wajib mencari kata tersebut dalam artikel.

    3. Kata yang ditemukan harap diblok atau dipilih.
    Bisa dengan klik dua kali di laptop, atau di-tap dan tahan sampai kata terblok.

    4. Terus begitu sampai kuota habis. Biasanya jumlahnya 10 kuota.

    5. Kamu akan berhadapan dengan waktu yang terus berjalan.

    6. DILARANG Inspect Element, CTRL + F, atau find and replace. Juga DILARANG berpindah tab/windows.