What? Seorang Anandastoon berak di celana? Idiw jijayyy… Kapan???

Yup, sebenarnya dengan begitu malu saya akui, saya pernah berak di celana, sekitar dua minggu dari ditulisnya artikel ini.

Saya bingung apakah saya ingin menulis artikel ini dengan bahasa yang formal atau…

Yaudadeh pake bahasa campur aja. Jadi gini, tujuan saya menulis ini, adalah semoga pengalaman saya yang sangat memalukan ini dapat menjadi hikmah bagi para pembaca…

…untuk gak berak di celana hehe…

Jadi gimana kejadiannya? Ceritain dong…

Waktu itu saya sedang berada di kantor, duduk manis di depan komputer sedang sibuk dengan kerjaan, tiba-tiba seperti biasa saya mulai mules.

Sebelumnya saya sarankan agar jangan baca postingan ini saat makan. Just… don’t ~

Saya memang biasanya jam biologis untuk melakukan buang hajat itu di jam 10 sampai jam 11 pagi, yang artinya saat saya berada di kantor.

Karena sedang asyik dan sangat tanggung dengan kerjaan, saya tahan mules padahal saya tahu yang akan keluar sepertinya tidak sedikit.

Akhirnya seperti biasa untuk mengurangi rasa mules yang begitu menyiksa di tengah asyiknya pekerjaan, saya keluarkan gasnya sedikit dengan harapan bunyinya tidak seperti bom atom dan baunya bak radiasi Chernobyl.

Disclaimer, saya belom pernah nyium bau radiasi Chernobyl, kalo sekalipun uda pernah nyium ya saya otomatis uda jadi Hulk wakakak. Metafor say, metafor…

Pas begitu gas dikeluarkan, alhamdulillah kalem. Apalagi di samping saya ada air purifier yang baunya kesedot semua ke sana. Mules hilang sementara dan saya kembali asyik bekerja.

Tak terasa sudah lunch dan saya ternyata sudah lupa dengan mules saya. Pas begitu baru bangun dari kursi, mulesnya langsung kembali mendobrak bokong saya dan saya panik.

Saat saya ke toilet, ternyata toilet full semua. Duh, duh ini yang di pantat udah kayak rombongan emak-emak yang gak sabaran mau nyerbu obral murah. Saya panik, udah gak bisa tahan lagi…

Saya akhirnya memakai jurus buang angin lagi, seenggaknya untuk mengurangi rasa mules yang menyiksa ini.

Cesss…. Ah… Mules berkurang.

Ternyata saya masih menunggu lama sampai mules saya kambuh lagi dan saya did another cess…

Eh, ada orang keluar! Saya buru-buru mendobrak masuk toiletnya takutnya ada yang nyela lagi wakakak.

Begitu saya buka celana, oh dear God, celana saya belepotan coklat semua. Ternyata waktu tadi cessss tuh pada keluar. Duh mana banyak lagi yang keluar. agak berair masalahnya. 😭😭😭

Dear, sekali lagi, moga-moga gak ada yang lagi makan pas baca ini.

Di tengah itu, saya baru sadar sesuatu. SAYA PAKE CELANA PUTIH! Eh nggak, krem deh… TAPI TETEP AJA WARNANYA HAMPIR PUTIH!

Pastinya keliatan banget coklatnya dari belakang. Mana luas banget lagi coklatnya.

Saya hanya berpikir, jika ada orang yang melihat kalau celana saya ada coklat-coklat begitu, citra saya akan porak-poranda dan tidak akan ada lagi kesempatan bagi saya untuk bisa jadi presiden… 😭😭😭

Ahelah lebay. Tapi serius, citra saya gimana di hadapan orang-orang nanti??? Saya kan termasuk salah satu orang ‘penting’ di area kantor huhu… (Beneran atau ngaku-ngaku?)


Nah, apa yang saya lakukan setelah itu?

Pertama, saya menenangkan diri dan tersenyum, sambil dalem ati ngebatin, “Anandastoon what are you doing?! What’ve you done?! What did you do?!”

Toiletnya tidak ada semprotan air. Hanya pancuran bidet (jet shower) dan tisu. Saya hanya tarik nafas dan pertama-tama membuang everything yang coklat itu dari celana saya, termasuk celana dalamnya juga.

Kemudian ini bagian paling menantangnya. Yakni membersihkan warna coklat.

Dimulai dari celana dalam yang saya tidak ambil pusing langsung saya basahi dan saya kucek di bidet hingga setidaknya tidak bau lagi. Ngelaundry di toilet buk?

Saya membuat ‘popok’ dari tisu toilet, mungkin panjangnya sekitar tiga gulung. Setelah saya peras hingga airnya sulit netes, barulah celana dalamnya saya beri popok tisu agar saya nyaman.

Lalu ke final boss, yakni si celana kremnya.

Saya mulai membuat lipatan tisu toilet yang diberikan sedikit air. Ikat pinggang celana saya buka karena sangat mengganggu.

Saya mulai hati-hati mencongkel-congkel bagian yang coklat, hingga warna coklat yang menempel di tisunya tidak lagi sedahsyat saat congkelan pertama.

Okai, setelah lima menit lebih melakukan sesuatu yang saya bahkan tidak tahu saya sedang apa itu, akhirnya warna coklat di celana sudah sangat berkurang. Jadi saya dapat beralasan kalau kursinya ketumpahan kopi. πŸ˜‰

Tapi semoga gak ada yang nanya hahah, berbohong itu gak baik. 🀭

Dan langkah final, saya menetesi air dari tisu agar dapat sedikit terbasuh celananya. Kemudian saya menekan tisu kering tiga lapis dari dua arah, saya pencet-pencet sampai tidak terlalu terlihat basah.

AKHIRNYA JADI DEH CELANA BERCORAK COFFEE STAIN KARYA MASTERPIECE ANANDASTOON! BRUAKAKAKAK!

Lalu bagaimana shalatnya? Saya tetap shalat kok, cuma sesampainya di rumah, shalatnya saya ulangi dari zhuhur sampai maghrib hehe. Dengan celana yang udah ganti dong.

Finn~

Eh, alhamdulillah gak ada yang nanya dan gak ada yang ngeh juga pas saya kasih tahu seminggu kemudian. Baguslah.

 

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
πŸ€— Selesai! πŸ€—

Nilai Keterbacaan

Polling

Sugesti

Permainan

  • Sebelumnya
    Kendaraan Listrik, Sepertinya Masih Belum Perlu...

    Berikutnya
    Skripsi Bukan Hanya Menguji Kualitas Mahasiswa



  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. πŸ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. 😊


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. πŸ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. πŸ€—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Wah, poll telah selesai. πŸ€—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll πŸ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini Anandastoon akan menebak apa artikel yang mungkin menarik bagi kalian untuk baca.

    Temanya bermacam-macam, mulai dari humor, opini, horor, dan yang lainnya. 😊

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini kalian dapat main game langsung di artikel yang baru saja kalian baca! Wew!

    Ingin main game Anandastoon yang lain? Kalian dapat klik menu di pojok kiri bawah dan pilih Game Anandastoon. 😊