Waktunya Tidur
urban legend by : anandastoon
Aku hari itu sedang benar-benar marah dengan suamiku hanya masalah sepele. Aku tidak ingin berbicara bahkan kuacuhkan ia saat ia berangkat kerja. Sampai akhirnya tiba waktunya tidur, aku lihat suamiku sudah berada di tempat tidur, duduk memandangi jendela.
Aku yang begitu kesal dengannya langsung tidur tanpa perlu mengucapkan selamat tidur, memunggunginya. Aku lebih baik membuka smartphone dan bermain game sampai aku benar-benar mengantuk. Semoga dia mau minta maaf.
Saat ingin membuka game, layar smartphoneku diganggu sebuah popup yang bertuliskan,
“Sayang, maaf atas kejadian tadi pagi. Omong-omong, malam ini aku lembur ya…” Pesan WhatsApp dari suamiku. Dari layar smartphone kini terpantul seseorang yang begitu hitam.
Sekarang. Siapa. Yang. Berada. Di. Belakangku.
🤗 Selesai! 🤗
Sebelumnya
Kesenjangan Sosial Buatan di Dunia Modern
Berikutnya
Horor Pendek 38: Teman Sekamar
Penasaran dengan kegiatan Anandastoon di belakang layar? Yuk intip diari, journaling, dan progresnya di sini.
Sebentar ya... Anandastoon ganti kulit dulu hehe... 🤭
Menerapkan tema