Waktunya Tidur

urban legend by : anandastoon

Aku hari itu sedang benar-benar marah dengan suamiku hanya masalah sepele. Aku tidak ingin berbicara bahkan kuacuhkan ia saat ia berangkat kerja. Sampai akhirnya tiba waktunya tidur, aku lihat suamiku sudah berada di tempat tidur, duduk memandangi jendela.

Aku yang begitu kesal dengannya langsung tidur tanpa perlu mengucapkan selamat tidur, memunggunginya. Aku lebih baik membuka smartphone dan bermain game sampai aku benar-benar mengantuk. Semoga dia mau minta maaf.

Saat ingin membuka game, layar smartphoneku diganggu sebuah popup yang bertuliskan,

“Sayang, maaf atas kejadian tadi pagi. Omong-omong, malam ini aku lembur ya…” Pesan WhatsApp dari suamiku. Dari layar smartphone kini terpantul seseorang yang begitu hitam.

Sekarang. Siapa. Yang. Berada. Di. Belakangku.

  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap