Negeri Dongeng

Suatu malam saya tiba-tiba penasaran mengapa begitu banyak kastil indah di Eropa. Kemudian saya menyadari bahwa banyak sekali cerita-cerita dongeng yang berasal dari sana.

Apa ini berlaku untuk seluruh negara di Eropa? Saya jawab tentu saja. Sekalipun tidak semua negara, namun sepertinya sebagian besar negara di benua tersebut memang terlihat maju dan sejahtera. Hanya beberapa saja yang tidak.

Bahkan saat saya membuka Google Maps dan saya arahkan ke benua tersebut lalu saya celupkan secara acak untuk melihat street viewnya, peluang untuk mendapatkan pemandangan indah itu sangat besar. Baik pemandangan alam, pemandangan kota, pinggiran, desa, atau pemandangan interior.

Bahkan kebun-kebun dan taman-tamannya di sana terlihat begitu tertata dan indah.

Sampai akhirnya saya terbesit mencari pertanyaan dengan mengetik di Google, “Why Europe is so beautiful?”

Saya mendapatkan jawaban yang beragam.

Sebelumnya jangan khawatir, saya menyadari bahwa negeri ini juga indah, tapi bukan itu yang ingin saya bahas.

Baiklah, berikut lima alasan yang saya telah kumpulkan dari jawaban indahnya Eropa yang bervariasi.


1. Beatiful people build beautiful things

Alasan mengapa banyak negara Eropa yang indah dan maju, karena orang-orang di sana banyak yang berprinsip kira-kira “Beautiful people build beautiful things”. Maksudnya adalah orang-orang Eropa hanya memastikan seluruh kegiatannya mencerminkan keindahan sebagai representasi dari cantiknya alam di sana.

Inilah mengapa tingkat korupsi di negara-negara Eropa cenderung rendah, karena mereka hanya ingin semua anggaran tersalurkan kepada sesuatu yang indah.

Dengan anugrah keindahan alam yang luar biasa, orang-orang Eropa cenderung ingin terus menikmatinya dengan membuat standar kebersihan yang tinggi. Bahkan di banyak tempat, gang-gang di sela-sela rumah penduduk sampai dibuat begitu instagrammable.

Negeri Dongeng

Dan inilah pula jawaban mengapa hampir tidak ada pencakar langit di Eropa. Sekali pun ada, hanya ada di beberapa tempat seperti London. Sisanya hanya gedung bertingkat yang tidak sampai sepuluh lantai. Alasannya simpel, karena pencakar langit dapat menyebabkan polusi visual.

Mereka mencontohkan Paris sebagai alasan utama ketidakcocokan Eropa dengan pencakar langit. Ada orang yang mencoba-coba membangun pencakar langit (Montparnasse Tower) di Paris dan masyarakat sana menyebutnya sebagai gedung terjelek di negeri itu.

Negeri Dongeng

Setelah itu mereka belajar bahwa gedung pencakar langit benar-benar tidak dapat bersatu dengan cantiknya arsitektur di sekelilingnya.

Sekarang lihat kepada negara-negara bekas jajahan Eropa, termasuk negara kita, Indonesia. Arsitektur bersejarah yang dibangun para penjajah kini menjadi tempat wisata.

Bahkan mereka begitu gigih dalam membangun tempat jajahannya dahulu yang masih kita nikmati sampai saat ini seperti jembatan dan rel kereta.


2. Belajar dari sejarah

Seluruh dunia tahu bahwa banyak sekali peperangan yang berasal dari Eropa. Bahkan kolonial-kolonial korup dahulu benar-benar bertebaran di mana-mana.

Pada akhirnya, negara-negara di Eropa menyadari buruknya dampak yang dihasilkan paska perang. Bencana kemanusiaan dimana-mana, kelaparan dan kerugian finansial, mereka sendiri yang juga pada akhirnya bertanggungjawab untuk memulihkan negaranya.

Negeri Dongeng

Sampai saat ini, setelah perang dunia kedua, hampir seluruh penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa secara otomatis telah berakhir. Mereka sudah anteng di negaranya masing-masing sampai saat ini.

Hal itu menjadi sebab mengapa warga negara Eropa mulai memperbaiki sistem pendidikan dan akhlak mereka.

Tidak heran banyak warga Eropa yang berkontribusi dari sisi sains dan seni. Bahkan banyak negara Eropa yang meraih peringkat sepuluh besar dalam berbagai macam kategori terbaik dari seluruh dunia.


3. Kekayaan alam yang tidak sia-sia

Mungkin saya di sini tidak akan membahas masalah pengelolaan sumber daya alam seperti pertambangan dan pertanian. Saya akan lebih fokuskan sesuatu yang lain.

Seperti yang telah kita ketahui, Eropa adalah benua yang sangat indah.

Dan yang membuatnya lebih sempurna, adalah masyarakatnya yang menyadari keindahan alam tersebut dan benar-benar menerapkannya kepada diri mereka sendiri.

Negeri Dongeng

Masyarakat dari negara-negara Eropa yang menyadari bahwa negeri mereka dikaruniai pemandangan alam yang sangat indah, mereka tidak memanfaatkannya hanya dengan berfoto ria di alam untuk pamer di media sosial mereka sambil diberi caption, “Eropa itu indah, jangan di rumah melulu!”

Mereka justru mengelola keindahan alam di dalam diri mereka untuk dijadikan sebagai sumber motivasi dan inspirasi.

Banyak arsitektur Eropa yang dibangun dengan indah, banyak literatur dan karya sastra yang terlahir dengan cantik. Jika kita lihat, banyak film-film animasi Disney zaman dulu yang memiliki setting atau tempat di Eropa seperti Cinderella, Putri Salju, The Hunchback of Notre Dame, Putri Tidur, dan lain sebagainya.

Atau berapa banyak permainan digital yang mengambil setting waktu dan tempat di Eropa? Dari mulai yang bertema perang abad pertengahan, teka-teki, petualangan, apa pun semacamnya.

Bahkan grup musik favorit saya, ABBA, berasal dari Swedia, yang masih bagian dari Eropa juga.

Saya hanya menilai banyak lagu ABBA yang sulit dilupakan dan menempel di kepala saya karena melodi-melodinya seperti berasal dari alam.

Lagu-lagu ABBA inilah yang menjadi patokan saya dalam memberikan efek sentuhan dalam foto-foto saya di Instagram. Dan itu tidak hanya satu tema, melainkan banyak, sangat banyak.

Keindahan alam Eropa benar-benar memberikan efek yang luar biasa bagi masyarakat di sana. Atau masyarakat Eropa benar-benar pandai dalam menangkap keindahan alam dan mengolahnya menjadi produk yang dapat dinikmati orang banyak.

Padahal jumlah penduduk dari seluruh negara di Eropa hanya setengah dari total jumlah penduduk India, namun kontribusinya terlihat ikut mendominasi dunia.


4. Komunitas masif

Pernahkah kita menyadari bahwa negara-negara dengan berpenduduk sedikit ternyata dapat menjajah seluruh dunia? Dengan berbekal gospel, gold, dan glory, mereka seakan kompak membagi-bagi daerah jajahan mereka tanpa adanya ribut-ribut yang terlalu mendalam.

Bahkan pembagian wilayah di antartika berjalan dengan begitu khidmat.

Negeri Dongeng

Apa rahasianya? Solidaritas. Negara-negara Eropa bahkan sampai saat ini memiliki komunitas masif dan komite yang dipercaya untuk mengatur sebagian besar negara di Eropa. Komunitas ini kita kenal dengan European Union (EU) atau Uni Eropa.

Dengan adanya komunitas yang menyatukan sebagian besar negara-negara Eropa tersebut, kini banyak negara Eropa yang menyelaraskan mata uang mereka dengan menggunakan Euro. Atau bahkan dapat bepergian antar negara-negara di Eropa yang tergabung dalam EU tanpa perlu visa.

Bahkan di satu tempat, batas negaranya hanya ditandai dengan garis atau perbedaan struktur jalan, tidak ada pengecekan paspor sama sekali.

Dan komite inilah yang kemudian memberikan banyak arahan mengenai fitur-fitur baru nan positif yang dapat diterapkan kepada seluruh negara seperti batas privasi, batas kejernihan udara, hingga batas polusi cahaya.

Bahkan EU adalah salah satu organisasi pertama yang peduli tentang perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri.


5. Tidak berusaha memiliki gengsi

Negara-negara Eropa tentu memiliki daerah kumuh dan miskin. Tingkat kemiskinan di benua tersebut jika dirata-ratakan ternyata cukup tinggi hingga lebih dari 20% per tahun 2021.

Tetapi dari yang saya sering lihat lewat artikel-artikel, berita, atau apa pun yang berhubungan dengan Eropa, sepertinya kesenjangan sosial begitu rendah di sana.

Maksudnya meskipun terlihat perbedaan antara si kaya dan si miskin, saya jarang menemukan adanya tembok batas yang begitu memisahkan keduanya.

Bisa jadi karena sebagian besar warganya lebih mementingkan keindahan pencapaian lewat kerja keras sehingga itu dapat meluruhkan gengsi mereka.

Jika seseorang telah memiliki prestasi yang bermanfaat untuk orang banyak, secara tidak langsung sifat egois akan mereda dengan sendirinya.

Negeri Dongeng

Berbeda dengan orang yang tidak pernah punya pencapaian namun ia begitu bernafsu untuk memamerkan sesuatu kepada lingkungannya, ia akan cenderung melakukan berbagai cara demi memenuhi nafsunya tersebut tidak peduli orang lain akan suka atau tidak.


Akhir kata

Semoga kita dapat belajar hal-hal yang positif dari masyarakat yang tinggal di negara-negara Eropa.

Indonesia ini sudah indah, namun kapan indahnya Indonesia akan tercermin kepada akhlak sebagian besar penduduknya?

Masalahnya, hampir setiap hari, atau bahkan setiap hari saya selalu menemukan berita kriminal besar yang jumlahnya lebih dari satu.

Atau dari yang paling dasar, masih sangat banyak berita-berita tentang kelakuan warga Indonesia yang merusak alam mereka sendiri, mulai dari buang sampah sembarangan, penebangan liar, dan sebagainya.

Seakan-akan keindahan alam bumi pertiwi yang dibangga-banggakan tidak pernah meninggalkan bekas di benak sebagian besar warganya selain dari bentuk kenangan dan galeri foto.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 2 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    1. Kapan ya Indo kek Europe?
      haha mau jalan-jalan ke Europe ajaaaaaa

      • Thank you Nis komentarnya.
        Bandung sebenernya udah jadi Europenya Indo Nis. Sebutannya Paris van Java malah.
        Cuma ya… masih belom mirip Europe banget hehe.
        Semoga kedepannya anak-anak muda makin aware dengan pelestarian alam dan bangunan, ketertataan jalan, dan kemudahan akses via transportasi umumnya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas