Ingat 7 Hal Ini Jika Ingin Menjadi Selebgram

Menjadi Selebgram

Hari ini menjadi terkenal benar-benar sangat mudah. Segala sesuatunya dapat menjadi viral dalam hitungan detik, sedikit lebih mengerikan daripada hanya bisik-bisik tetangga. Netizen begitu mudah mengklik tombol share setiap konten yang menurut mereka menarik, terutama di jejaring sosial Youtube dan Instagram.

Akibatnya, banyak orang yang memanfaatkan ‘kesempatan’ ini untuk menjadi terkenal terutama di kedua jejaring sosial tersebut atau biasa disebut dengan selebgram, yang mungkin merupakan kependekan dari selebriti Instagram. Semakin hari banyak netizen berbondong-bondong ingin menjadi selebgram dengan berlomba-lomba membuat konten yang menurut mereka kreatif.

Tak jarang, tidak sedikit saya dapati orang-orang yang beralih profesi menjadi Youtuber, atau Selebgram, atau artis dunia maya dari pekerjaan utama mereka yang sudah tetap.

Mungkin dari sini, setiap orang yang (berusaha ingin) populer di dunia maya akan saya generalisir dengan menyebut mereka Selebgram agar lebih mudah dalam menyebutkan.

Apakah menjadi selebgram itu dilarang? Tidak, tentu saja. Namun alangkah baiknya kalian memperhatikan beberapa faktor yang saya muat menjadi 7 hal sebelum memilih untuk mencari popularitas di dunia maya.


  • Tidak sama dengan terkenal di dunia nyata

Mungkin dengan menjadi selebgram, beberapa orang di dunia nyata mengenali siapa diri kalian, atau bahkan beberapa dari mereka akan mengajak kalian selfie bak artis sungguhan. Siapa yang tidak mau hal ini terjadi? Kita menganggap menjadi artis di televisi bukanlah hal yang mudah, tapi setiap orang kini sudah dapat membuat channel mereka sendiri di dunia maya.

Namun tetap, kita bukanlah siapa-siapa. Orang yang mungkin menyapa kalian mungkin hanya sebatas “hai”, mereka yang menjadi follower kalian 90% kemungkinan tidak akan kalian jumpai di dunia nyata. Tidak ada yang tiba-tiba membuat kalian menjadi artis hollywood dalam sekejap, atau bahkan mereka lebih memilih untuk sibuk dengan urusan mereka masing-masing, meninggalkan kalian yang kebingungan bagaimana mendapatkan perhatian lebih dari orang-orang.

  • Persaingan yang begitu ketat

Akibat begitu mudahnya hari ini dalam pembuatan konten dan media, setiap orang berlomba-lomba untuk membangun ‘brand’ mereka di setiap pijakan yang mungkin di internet. Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa jutaan dari mereka pun ikut dalam bidang yang sama.

Kalian ingin terkenal sebagai seorang gamer? Ingat bahwa jutaan orang mungkin berpikiran hal yang sama. Kalian ingin terkenal sebagai fotografer? Desainer? Musikus? Musisi? Jutaan yang lain sedang melakukan hal yang sama. Apa yang membuat kalian disukai? Apa yang membuat ‘para fans’ akan menjadikan kalian bintang di hati mereka?

Atau kalian akan tersandingkan dengan 90% yang gagal, yang selama ini tidak pernah diberitakan oleh media.

  • Haters

Adalah hal yang benar-benar lazim terjadi bahwa semakin luas seseorang tersebut dikenal, akan semakin banyak pula pembencinya. Faktor yang menyebabkan seorang pembenci atau hater muncul bervariasi mulai dari iri, dengki, murni tidak suka, atau memang mereka memandang sesuatu yang salah dari kalian. Kalian tidak akan dapat menyenangkan hati semua orang. Namun memangnya apa yang dapat dilakukan oleh seorang haters?

Hal yang paling ringan yang dilakukan seorang haters adalah mencaci kalian di dunia maya. Kemudian diikuti dengan perihal mencari kesalahan-kesalahan kalian, hingga ancaman dan teror kepada kalian siang dan malam. Pada saat itu kalian akan menjadi serba salah dan pastinya bingung bagaimana menanggapi kelakuan para haters tersebut karena taruhannya adalah fans kalian.

  • Membentuk persepsi orang lain

Apa yang terjadi ketika orang mengunggah liburan mewahnya ke ranah sosial media? Decak kagum orang-orang mungkin akan membanjiri kolom komentar, baik yang dikenal maupun sekedar netizen yang lewat. Bukankah itu hal yang menyenangkan? Benar, jika memang itu sesuai dengan kenyataan kalian.

Tetapi jangan lupakan persepsi yang akan terbentuk oleh setiap pemirsa kepada kalian. Mereka tidak mau tahu bagaimana keadaan kalian di dunia nyata, mereka hanya tahunya kalian adalah jajaran manusia yang beruntung di mana mereka hanya dapat menyaksikannya saja di jejaring sosial. Para pemirsa mungkin tidak akan percaya atau bahkan tidak akan peduli jika suatu saat kalian memiliki keluhan yang sama seperti kebanyakan orang, karena para pemirsa juga mungkin sudah lelah dengan masalah mereka masing-masing.

Dari sinilah kemudian rasa tidak hormat muncul dari para audiens.

  • Privasi

Sekarang adalah masalah mengenai bagaimana cara menanggapi dan memperlakukan para fans. Kalian mungkin akan ‘diganggu’ oleh para fans di setiap kesempatan yang mungkin mulai dari permintaan untuk mengobrol via pesan pribadi, meminta tanda tangan, kopdar, hingga kegiatan dari fans sensitif yang sangat mengganggu seperti stalking.

Waktu kalian mungkin tersita dengan request dari para fans dan tuntutan mereka agar kalian selalu update di jejaring sosial kalian. Manajemenlah waktu dan sikap kalian sebaik mungkin karena para fans memiliki sifat yang berbeda-beda, yang mungkin jika tidak kalian tanggapi di tengah deadline kalian, mereka akan menjadi haters secara instan.

  • Guyonan media

Apakah perlu bangga jika kita di interview oleh media, baik media lokal atau asing? Pasti! Namun hati-hati agar tidak salah bertindak karena membangun citra butuh waktu bertahun-tahun, sedangkan menghancurkannya akan selesai dalam hitungan menit.

Media pewawancara kalian ibarat dua sisi mata pisau, yang jika kalian mendapatkan sisi yang salah, maka berita negatif tentang kalian akan dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia dalam hitungan detik. Sedangkan media hanya mementingkan konten mereka sendiri untuk mendulang untung via iklan, setelah itu mereka akan mencari orang lain sebagai pengisi konten kosong mereka.

  • Berlalu sangat cepat

Seperti yang saya telah sebutkan, jutaan orang siap menjadi pesaing di internet. Tak peduli seberapa hebat seorang seniman, seniman lain akan berusaha merontokkan citra seniman tersebut. Ditambah, orang-orang di dunia maya yang sangat mudah bosan dengan jutaan konten yang bertema sama meski dari pembuat yang berbeda-beda.

Tahun demi tahun berlalu, kemana yang kemarin pernah viral dan terkenal di internet?


Semoga dapat dipertimbangkan. 🙂

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Ingin me-request sesuatu untuk saya bahas/saya posting? Saya akan pertimbangkan saran pembaca semuanya. Saya membuka saran kalian di kategori jalan-jalan, atau masalah sosial, atau cerita horor. Pastikan tidak spam, promosi, atau request konten dewasa. Atau bisa juga request fitur blog atau bahkan komplain.

    Isi request kalian di sini:

    Surel Anda (wajib)

    Apa yang ingin Anda request, sebuah deskripsi singkat (wajib)

    Terima kasih. :)