Horor Jadul

Siapa yang tidak kenal Suzanna? Film legendaris yang sukses membuat hampir setiap orang bergidik di sepanjang cerita.

Begitu juga dengan film-film horor jadul lainnya yang begitu legendaris hingga sukses dibuat versi remake-nya.

Saya sendiri lebih menyenangi cerita-cerita horor jadul, mungkin dari tahun 2000-an ke bawah dan hobi mengumpulkannya.

Saya hanya merasa cerita horor zaman dulu adalah yang terbaik untuk disimak. Mengapa?

Mari, saya membeberkan lima alasan mengapa horor jadul adalah yang terbaik.


Atmosfer tak terkalahkan

Suasanya yang mencekam saat matahari terbenam, belum ada cukup penerangan, suasana masih kebanyakan kebun dan hutan, perumahan yang masih sangat jarang dan berjarak, dan gambaran yang masih hitam putih.

Apa lagi yang dapat mengalahkan atmosfer kengerian seperti itu?

Tidak heran di zaman dulu, hampir tidak ada yang berani keluar setelah magrib tiba. Suasana yang begitu ramai di siang hari, mendadak bak kuburan menjelang malam.

Saya begitu rindu mendengarkan cerita horor yang sangat tidak biasa dari almarhumah nenek saya, yang mana hantu-hantunya muncul dalam bentuk yang sejadi-jadinya.

Bahkan suara tawa yang muncul secara tiba-tiba dari pojok-pojok gelap saja sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang terjaga sepanjang malam.

Kebanyakan cerita horor hari ini sudah tidak begitu menarik sebab sudah kedahsyatan atmosfernya sudah berkurang drastis. Jadi cerita-cerita horor hari ini seakan lebih condong kepada kasus kriminal daripada hantunya itu sendiri.


Kreativitas tanpa batas

Meskipun zaman dulu memiliki penerangan yang sangat terbatas, namun kreativitas masyarakat dalam mengolah kehororan tidak memiliki batas.

Saya menyenangi saat seseorang bercerita, ia mengedepankan atmosfernya terlebih dahulu sebelum masuk ke inti cerita. Dan itu kebanyakan saya dapatkan secara otomatis dari cerita horor jadul.

Saat saya menonton film jadul saja, produser seakan tidak stuck membangun kesan mistis hanya dari penerangan minim semata, melainkan juga kengerian-kengerian yang dibangun dari lingkungan sekitar.

Misalnya, saat saya melihat film horor yang berlokasi di pemakaman, bukan hanya kesan gelap saja yang ditonjolkan produser film, melainkan juga dari bentuk-bentuk batu nisan tua dan tidak terawat sukses membangun kengerian.

Atau misalnya, film horor yang bertempat di gedung tua. Ada kesan-kesan horor yang secara kreatif dibangun dari hiasan-hiasan dinding yang mengerikan, dan sejenisnya.


Konsep horor maksimal

Saya sudah lumayan jarang menonton film horor sejak tahun 2010. Entah kenapa, saya sudah jarang mendapatkan kesan horor dari film-film horor masa kini.

Memang ada satu atau dua, namun tidak sesering dahulu.

Saya agak ‘risih’ dengan film-film masa kini yang seakan-akan hanya ingin memamerkan kemampuan produsen film akan kemampuan sinematografinya.

Saya lumayan rindu film-film horor zaman dahulu yang meskipun teknologinya sangat terbatas, justru itu yang membuat para produser film lebih fokus ke kesan horornya.

Nyatanya, film jadul berkualitas rendah dengan gambar yang pecah masih memiliki banyak peminat. Bahkan film-film horor jadul tersebut mendapatkan lirikan untuk dibuat ulang (reborn/remake) oleh produser-produser film masa kini.


Hantu yang demikian rupa

Hari ini, horor yang saya nikmati hanya sebatas suara-suara misterius atau gerakan-gerakan benda semata.

Berbeda dengan cerita horor dari orang-orang zaman dulu yang memiliki hantu yang bermacam-macam rupanya.

Sejujurnya, cerita horor masa kini yang memuat trio hantu Indonesia seperti Pocong, Kuntilanak, dan Genderuwo sudah semakin jarang saya temui. Berbeda dengan masa sewaktu saya masih duduk di bangku SMP yang hampir setiap saya mendengarkan cerita horor seseorang, setidaknya ada salah satu di antara trio tersebut.

Saya merasakan konkretnya hantu-hantu zaman dulu yang saya nikmati dari berbagai cerita horor jadul.

Contohnya, tetangga saya pernah bercerita kepada saya bahwa pohon mati di belakang rumahnya memiliki mata merah melayang saat ia tidak sengaja memergokinya.

Atau cerita almarhumah nenek saya di mana beliau pernah menyaksikan gadis desa yang berubah menjadi macan setelah ia keluar dari sungai.


Frekuensi yang semakin jarang

Sebenarnya merupakan hal yang sangat baik di mana hari ini sudah jarang kita temui kemunculan hantu-hantu.

Jalanan yang sudah terang-benderang, teknologi telah yang menyibukkan manusia dari hal-hal horor, tayangan mistis yang sudah sangat dibatasi, kepercayaan-kepercayaan yang telah musnah, dan hal-hal lain yang ‘menghambat’ para hantu untuk menampakkan diri.

Kecuali mungkin di daerah pedalaman yang masih sangat terpencil.

Hari ini kebanyakan orang sudah sangat percaya diri tidur dengan ruangan gelap.

Maka dari itu, saya mencoba mengorek sisa-sisa sejarah horor yang saya dapatkan sebelum orang-orang yang mengalami hal itu tiada.

Bagaimana pun, menikmati cerita horor memiliki sensasi tersendiri bagi saya, meskipun saya akui jika saya sendiri penakut.

Alasan mengapa saya menyenangi cerita horor meski saya penakut sudah saya jelaskan di artikel lain yang kalian dapat baca di sini.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
🤗 Selesai! 🤗

Nilai Keterbacaan

Polling

Sugesti

Permainan


  • Sebelumnya
    Horor Mahasiswa Kedokteran

    Berikutnya
    5 Cerita Horor Pengemudi Malam




  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. 😊

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini Anandastoon akan menebak apa artikel yang mungkin menarik bagi kalian untuk baca.

    Temanya bermacam-macam, mulai dari humor, opini, horor, dan yang lainnya. 😊

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini kalian dapat main game langsung di artikel yang baru saja kalian baca! Wew!

    Ingin main game Anandastoon yang lain? Kalian dapat klik menu di pojok kiri bawah dan pilih Game Anandastoon. 😊