Cerita Horor Quora 1: Apartemen Berhantu Bag.1

Saya menemukan ini di situs Quora ketika menyusuri pertanyaan-pertanyaan seputar Paranormal Activity. Kemudian saya menemukan salah satu jawaban yang benar-benar menakjubkan, begitu berkesan hingga saya tertarik untuk menerjemahkan di sini.

Ini adalah cerita dari Gloria Stefanacci tentang apartemennya yang begitu berhantu setelah dia menemukan basement di apartemennya yang begitu misterius. Silakan di nikmati.

Cerita ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian karena terlalu panjang.



Apartemen Berhantu, bagian 1.

Pada tahun 2005, setelah aku dan suamiku satu tahun menikah, kami memutuskan untuk mulai mencari apartemen yang lebih besar untuk ditinggali. Kami telah menghabiskan tiga tahun sebelumnya tinggal di apartemen yang sangat kecil di atas garasi yang hanya muat 2 mobil. Tidak mengapa untuk pasangan muda yang baru menikah, namun kami tahu bahwa kami ingin segera membutuhkan rumah yang lebih besar untuk mengakomodasi kebutuhan kami.

Kembali pada zaman Internet dial-up yang lambat, koran adalah metode pilihan terbaik kami untuk mencari daftar apartemen. Aku ingin tinggal di kota yang sama tempat kami tinggal, tempat kami berdua menghabiskan waktu kami setelah menikah, tetapi suamiku akhirnya memilih di kota seberang, sepuluh menit berkendara tepat di seberang sungai dari daerah kami tinggal.

Aku tidak menyetujui mengingat tingkat kejahatan kota tersebut yang tinggi dan reputasinya yang buruk, tetapi aku akhirnya bersedia untuk mencobanya. Kedengarannya terlalu bagus untuk sebuah apartemen. Bayangkan, apartemen tiga kamar tidur yang luas hanya dengan $550 sebulan sekaligus gas dan air. Tanpa sewa. Kami dapat keluar kapan saja. Iklan tersebut mencuri perhatian kami!

Bangunan itu berusia sekitar seratus tahun. Itu tidak rusak, tetapi sangat membutuhkan sedikit pemugaran. Aku tidak mengapa tinggal di sana karena apartemen itu sendiri baru saja dicat dan bersih, meskipun sudah sangat tua.

Aku terpesona oleh tempat itu segera. Aku selalu memiliki indra keenam tentang tempat tinggal dan aku merasakan sesuatu yang menggelitikku tentang tempat ini. Apartemen baru kami berdinding kayu asli dan sebuah jendela kaca besar yang indah di ruang tamu. Aku selalu terpesona oleh bangunan-bangunan tua dan antik dengan sejarah. Di awal tahun 1900-an, lantai pertama adalah bar yang populer, sedangkan lantai kedua dan ketiga adalah kamar apartemen.

Tidak ada yang istimewa di luar gedung. Sederhana, hanya bata merah standar.

   Cerita Horor QuoraApartemen ini terdiri dari tiga lantai. Lantai dua adalah apa yang kami ingin tempati. Aku senang melihat bahwa apartemen ini memiliki ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang sangat besar, bersama dengan ruang kantor dengan banyak jendela. Tiga kamar tidurnya luas. Memiliki dua pintu masuk, banyak jendela, fasilitas londri, dua ruang parkir pribadi di luar jalan, halaman besar, dan unit penyimpanan ruang bawah tanah.

Kami tidak bisa menolaknya. Kami pikir kami akan mendapatkan uang untuk menemukan tempat sebesar ini hanya dengan $ 550 sebulan, dengan tambahan untuk membayar listrik dan kabel. Kami tidak bisa menahan kegembiraan kami saat kami memberi tahu pria Yunani sang pemiliknya bahwa kami akan mengambilnya.

Namun, di sinilah segala sesuatunya kemudian menjadi unik… bangunannya kusadari ternyata sempit, tetapi sangat panjang. Di luar dapur ada lorong menuju kamar tidur dan kamar mandi. Kami ditunjukkan lemari pantry di dalamnya, lemari sapu kecil yang lucu, dan lemari besar lainnya untuk penyimpanan. Nilai tambah untuk apartemen ini begitu banyak.

Tetapi ada satu pintu di lorong yang mencuri perhatianku dan aku menunggu dengan sabar untuk pemilik menjelaskan tujuan itu. Dia tidak pernah melakukannya.

Ketika ia selesai memberitahu seluruh pelosok apartemen ini dan melakukan negosiasi untuk serah terima, aku menyela pemilik dan suamiku untuk bertanya tentang pintu misteri tersebut. Itu tepat di sebelah pintu yang akan menjadi kamar tidur kami, jadi aku harus memecahkan misteri itu.

Aku: “Jadi, pintu apa ini? Lemari lain? “

Pemilik: “Tidak, tidak. Tidak apa.”

Aku: “Tidak, serius, ada apa?”

Pemilik: (dengan nada kesal) “Anda tidak perlu khawatir tentang itu. Tidak apa. Anda hanya tidak perlu pergi ke sana. Jangan dibuka saja. Lagipula pintu tersebut terkunci rapat.”

Um, tidak. Benar-benar tidak dapat diterima. Secara alami, aku bersikukuh. Dia akhirnya hanya mengatakan itu mengarah ke “tungku untuk menghangat gedung”. Baik. Masa bodoh. Tidak apa-apa. Aku terlalu bersemangat tentang apartemen ini sehingga aku menerima jawaban itu dan melupakannya.

Ternyata aku tidak dapat melupakannya, karena rasa penasaran yang tinggi, aku kemudian menemukan apa yang mengarah ke pintu itu dan itu menyeretku ke titik di mana aku akhirnya membenci pintu itu.

Beberapa hari kemudian kami pindah dan mencoba untuk menetap. Ibuku datang untuk membantu kami. Dalam kegembiraanku, aku melupakan pintu misteri itu sampai ibuku menyadarinya dan bertanya apa itu. Aku hanya mengatakan kepadanya bahwa aku tidak tahu dan menerima penjelasan pemilik bahwa itu hanya mengarah ke tungku sesuatu.

Memang benar. Aku masih muda dan begitu naif untuk menerima kata-kata dan perintah pemilik rumah untuk tidak pernah membuka pintu. Aku tidak peduli saat itu. Aku hanya ingin apartemen besar yang terjangkau.

Untungnya, ibuku tidak menerima jawaban itu dan memutuskan untuk menyelidiki. Itu adalah pintu kayu kuno dengan daun pintu yang sudah goyah dan kunci geser logam tua. Ibuku perlu mengambil palu untuk kuncinya meluncur ke posisi tidak terkunci, dan dia berhasil.

Lalu dia memutar kenop. Dia harus memutarnya sedemikian rupa sehingga dapat terbuka. Pintunya agak berat dan membutuhkan kekuatan lebih untuk membukanya. Ibuku membulatkan tekad dan akhirnya pintunya terbuka. Kami bertemu dengan apa yang sejujurnya adalah salah satu hal paling mengerikan yang pernahku lihat.

Itu adalah lubang, begitu curam hingga dasarnya, mungkin lehermu akan patah jika kau jatuh. Lubang itu seperti yang ada di film-film horor. Seperti sebuah portal ke dimensi lain di kastil Dracula.

Ada saklar lampu kuno di sebelah kanan yang kebetulan ditemukan ibuku, dan lampunya berhasil dinyalakan, sedikit menerangi lubang tersebut dengan cahaya redup dan menakutkan dari bola lampu yang menonjol keluar dari dinding.

Ada serangkaian anak tangga yang curam mengarah ke dasar basement.

Cerita Horor Quora

Tidak mungkin aku pergi ke sana. Yang kutahu, tangga itu bisa mengarah ke neraka. Ibuku yang pernah menjadi petualang sejati, dia dengan hati-hati menuruni anak-anak tangga tersebut.

Udara dingin keluar dari bawah. Aku merasa ngeri dan sepertinya hanya menunggu suara jeritan. Atau geraman monster. Atau iblis. Atau entah. You name it.

Ibuku muncul kembali beberapa menit kemudian benar-benar geli dan memanggil aku dan suamiku untuk turun melihat.

Aku merangkak perlahan dan berhati-hati di setiap langkah. Setiap permukaan ditutupi dengan tanah tebal, debu, dan jaring laba-laba. Untungnya ada susur tangga, meskipun ada lapisan kasar di atasnya yang membuatku ngeri. Aku ingat hanya ingin pergi ke sana jika ibu dan suamiku tepat di depan dan di belakangku.

Langkah-langkah yang curam berliku ke kanan, lalu mereka berbelok ke kiri. Kami berputar-putar sampai tiba di sebuah ruangan. Ibuku menemukan saklar lampu lain di bawah, tetapi tidak cukup untuk menghilangkan atmosfer menyeramkan di sana.

Ada rak-rak di sepanjang dinding dengan benda-benda acak di atasnya, telepon tua, barang antik, peralatan, dan sekitar selusin stoples batu dengan isi yang aku tidak tertarik untuk memeriksanya. Semua itu ditutupi dengan lapisan debu yang tebal.

Di sebelah kanan ada boiler raksasa yang sangat besar, sangat jelek, dan sangat menyeramkan yang mengendalikan semua radiator di gedung. Seukuran truk. Karena saat itu adalah musim panas, jadi boiler-boiler tersebut tidak dijalankan.

Pemiliknya benar, pintu tersebut mengarah ke “tungku” seperti yang dia sebut, tapi dia tidak harus begitu mencurigakan dalam menjawabnya. Aku hanya berpikir ada bagian-bagian bangunan yang dia tutup-tutupi yang mungkin berisi mayat-mayat atau entah.

Di bagian belakang ruangan ini ada ketel dan rak-rak sampah tua berdebu, dan ternyata ada tangga lainnya yang menuju ke pintu lain. Suamiku menganggap bahwa itu mengarah ke halaman belakang. Aku bingung karena bangunan ini sudah memiliki ruang bawah tanah tempat ruang binatu dan gudang kami, tetapi tempat ini seperti ruang bawah tanah kedua yang jauh di dalam perut bangunan. Mereka harus melakukan banyak penggalian yang dalam untuk membangun gedung ini.

Sementara satu sisi ruangan mengarah ke pintu yang membawa kami ke halaman belakang, sisi lainnya mengarah ke sebuah terowongan. Lorong panjang itu memiliki lantai dan dinding bata yang belum dipoles. Melihat bagaimana bangunan itu panjang dan sempit, terowongan ini terus berlanjut. Tidak ada lampu di sepanjang jalan. Hanya ada satu di awal tadi. Itu membuat indra keenamku berputar-putar, jadi tidak mungkin aku melangkah lebih jauh. Bahkan ibu dan suamiku pun tidak ingin.

Cerita Horor Quora

Aku menyadari itu mungkin hanyalah pondasi dari sebuah bangunan tua, tetapi percayalah ketika aku mengatakannya, ini adalah tempat di mana kau dapat “merasakan” energi dan firasat aneh. Aku tidak tahan berlama-lama di sana dan ini adalah kali terakhir kami mengunjungi tempat mengerikan ini.

Kami berhasil membuat lelucon bahwa apartemen kami dibangun dengan “penjara bawah tanah” gratis. Kami menawarkan teman-teman kami menuruni tangga dan melihatnya ketika mereka berkunjung. Kami bercanda bahwa di situlah pemiliknya menyembunyikan mayat. Kami bercanda bahwa kami akan mengunci seseorang di ruang bawah tanah jika mereka membuat kami marah. Rasanya seperti atraksi sampingan di taman hiburan.

Tetapi, itu selalu membuatku merasa tidak enak karena pintu yang mengarah ke halaman belakang, baik di dalamnya atau di luar, tidak memiliki kunci. Siapa pun bisa masuk seperti para tuna wisma yang mencari tempat untuk tidur, pencuri, pecandu narkoba mencari tempat untuk berlindung, sedangkan dan di sisi lain mengarah langsung ke apartemenku hanya dengan pintu tua dan kunci gesernya yang juga sudah tua.

Syukurlah ayahku kemudian memasang kunci yang lebih kuat beberapa hari kemudian, satu alasannya adalah untuk menjaga agar orang tidak membobolnya, dan alasan kedua adalah karena kami akan segera memiliki anak dan orang tuaku tidak ingin mereka membuka pintu dan jatuh ke dalam lubang tersebut.

Kami akhirnya tinggal di apartemen itu selama enam tahun yang menyiksa. Karena ruang bawah tanah itu, akhirnya apartemen kami menjadi berhantu.

Setiap kali aku berjalan menyusuri lorong dan melewati pintu itu, rasa dingin merambat ke tulang belakangku. Kami mengundang paranormal dan pemburu hantu beberapa tahun kemudian yang mana mereka memberi tahu kami bahwa pintu itu mengarah ke sarang aktivitas gaib dan setidaknya dua sosok makhluk penghuni ruangan itu yang sangat tidak ramah.

Sejujurnya aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan hidup enam tahun di apartemen itu.

Bersambung…

Isi kotak di bawah untuk berkomentar, atau artikel di atas dapat kalian diskusikan di Forum Terbaru Anandastoon. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon