doppelganger

Saya begitu senang sekali saat berkumpul-kumpul dengan lingkaran saya, dan saya sendiri terkadang suka merayu beberapa orang agar menceritakan pengalaman horor yang pernah ia rasakan.

Akhirnya saya mendapatkan satu, dari salah seseorang yang bernama Fauzi (bukan nama sebenarnya) yang menurut saya cukup unik. Saya akan ceritakan kisahnya kepada kalian, yang terbaik yang saya ingat.


Fauzi menghabiskan waktu kecilnya di Pontianak, di daerah pinggirannya. Rumah di Pontianak tersebut memiliki pemandangan hutan lebat di bagian belakangnya, menyejukkan saat siang, mencekam saat malam.

Rumahnya cukup luas memiliki dua lantai. Di tengah rumah terdapat sebuah taman terbuka yang membagi rumah menjadi bagian depan dan belakang.

Bagian depan adalah ruang tamu dan kamar tidur, bagian belakang adalah dapur dan jemuran. Setiap bagian rumah memiliki kamar mandi dan juga memiliki tangga masing-masing.

Tangga bagian depan adalah tangga kayu yang tebal dan berlapis karpet, sedangkan tangga belakang hanya kayu biasa.

Suatu hari di tengah malam, Fauzi masuk kamar mandi untuk buang air kecil di bagian depan rumah. Saat sedang menikmati hajatnya, tiba-tiba terdengar suara beberapa orang berlari menaiki tangga dengan kencang tepat di depan pintu kamar mandinya.

“bregdebrugedbregdebrug…”

Kamar mandi bagian depan itu sendiri berada persis di bawah tangga. Akhirnya Fauzi keluar dari kamar mandi dan langsung tidur tanpa melihat tangga lagi.

Siangnya, Fauzi menyadari jika tangga di bagian depan itu sendiri tertutup oleh karpet sehingga tidak mungkin suara tersebut dari tangga bagian depan. Padahal Fauzi yakin suara banyak orang berlari tersebut berasal dari tangga bagian depan.

Kemudian Fauzi menuju tangga bagian belakang. Ia mulai berjongkok di anak tangga paling bawah, menaruh tangannya di anak tangga berikutnya, persis seperti orang yang ancang-ancang ingin berlari.

Kemudian Fauzi mulai berlari menaiki tangga bagian belakang dengan cepat, namun dengan merangkak. Seluruh tangan dan kakinya dipakai untuk naik tangga.

“Ini… kayak gini suara yang gue denger tadi malam… Bukan banyak orang lari, tapi cuma seorang, larinya ngerangkak.”

Namun selanjutnya tidak pernah diketahui apa gerangan yang membuat suara misterius di malam itu. Keluarganya bahkan tidak tahu.

Hingga ia pindah ke Bogor, dan bekerja di Jakarta.

Suatu malam, setelah pulang kerja di malam yang cukup larut, sekitar pukul sepuluh malam, Fauzi menaiki bus Transjakarta terakhir menuju stasiun Manggarai untuk menggunakan KRL ke Bogor.

Tetapi aneh, sepanjang jalan hanya ada dia seorang dan petugas pintu. Apa Jakarta sudah sesepi ini? Bukan kali ini saja Fauzi pulang cukup larut, malam itu hanya… cukup aneh.

Hingga turun bus di seberang stasiun, sekeliling jalan pun begitu sepi. Tidak ada kendaraan, tidak ada yang berjualan, bahkan tidak ada seorang pun yang lewat. Lapangan yang biasanya ramai, malam itu sudah bak kuburan.

Mencoba untuk tetap berpikir positif, Fauzi menuju zebracross untuk menyebrang ke stasiun.

Menyebrangnya perlu dua kali, sebab jalanannya terpisah oleh sebuah taman kecil di tengahnya.

Di ujung jalan, tepatnya di depan pintu stasiun, ada anak muda seusianya juga yang ingin menyebrang. Saat Fauzi mulai menyebrang, anak muda tersebut juga mulai menyebrang.

Namun Fauzi terklik sesuatu. Ia mengenali jaket yang dipakai oleh anak muda itu.

“Mirip jaket gue yang dulu… Apa masih tren sampe sekarang jaket begituan?”

Fauzi memperhatikan anak muda itu dari kaki hingga kepala. Saat masing-masing mulai mendekat ke taman di median jalan, Fauzi merasa jika anak muda tersebut sangat mirip dengan dirinya.

Yang dipakai anak muda tersebut adalah yang ia pernah pakai beberapa tahun lalu. Bahkan saat wajahnya sudah mulai lebih tampak, anak muda tersebut ternyata memiliki wajah yang serupa dengannya.

Sampai akhirnya mereka berpapasan di tengah taman, Fauzi semakin menatap dengan seksama siapa pun yang begitu mirip dengannya pada saat itu. Namun anak muda tersebut seakan tidak mempedulikan tatapan Fauzi tersebut dan tetap berjalan.

Sampai akhirnya Fauzi bergumam dengan lirih, “Idih, itu gue banget tu orang.”

Anak muda ‘kembarannya’ itu tiba-tiba menjawab gumamannya, dengan suara yang benar-benar sama dengan suara Fauzi, “Kok tau?”

Fauzi kaget dan berhenti seketika di tengah jalan, menoleh ke belakang, ke arah anak muda tersebut.

Anak muda yang mirip dengannya itu sudah hilang, namun lingkungan sekitar tiba-tiba menjadi ramai dan dipenuhi banyak orang seperti biasanya.

“Ngguuuungggg!!!”

Suara mobil dan sepeda motor tiba-tiba terdengar di sekeliling Fauzi. Lalu ia menyadari jika ia sedang berada di tengah jalan!

Menyadari hal itu, ia langsung berlari ke seberang. Hampir-hampir ia tertabrak kendaraan bermotor.

Mendengar cerita Fauzi tersebut, kini saya teringat bahwa saya juga kadangkala mendengar orang yang menyebrang dengan tenangnya di tengah jalan atau rel kereta namun seakan tidak mendengar kendaraan bermotor hingga kereta yang sedang menghampirinya.

Ia mungkin sedang dialihkan oleh sesuatu.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
πŸ€— Selesai! πŸ€—

Nilai Keterbacaan

Polling

Sugesti

Permainan

  • Sebelumnya
    Kripikpasta Horor #46: Pabrik Tempatku Bekerja Berhantu

    Berikutnya
    Horor Mahasiswa Kedokteran



  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. πŸ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. 😊


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. πŸ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. πŸ€—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Wah, poll telah selesai. πŸ€—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll πŸ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini Anandastoon akan menebak apa artikel yang mungkin menarik bagi kalian untuk baca.

    Temanya bermacam-macam, mulai dari humor, opini, horor, dan yang lainnya. 😊

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini kalian dapat main game langsung di artikel yang baru saja kalian baca! Wew!

    Ingin main game Anandastoon yang lain? Kalian dapat klik menu di pojok kiri bawah dan pilih Game Anandastoon. 😊