Short Urban Legend #17 : Wajahku Jelek

Wajahku Jelek

urban legend by : anandastoon

Aku mengurung diri di kamar dalam waktu yang cukup lama. Wajahku memang jelek, dan kebanyakan orang tahu itu. Bahkan ketika melihat ke cermin pun, aku merasakan bahwa cermin itu akan meledak dengan segera. Tetapi ketika dilihat-lihat, wajahku tidak terlalu jelek sebenarnya, aku mungkin hanya terlalu banyak termakan paradigma. Namun entah mengapa, setiap aku pertama kali memandang wajahku, aku seperti agak ketakutan.

“Jelek!” atau “Jelek banget sih!” Begitu kata beberapa orang yang meledekku dengan berbisik-bisik. Aku benar-benar risih kepada hampir setiap orang.

Sampai suatu hari aku tidak lagi mentolerir apa yang terjadi. Keponakanku baru pertama kalinya berkunjung ke rumahku tetapi dia berteriak “jelek” kepadaku sambil berlari terbirit-birit. Aku tahu kelakuan anak-anak, namun yang satu ini sudah agak keterlaluan.

Orang tuanya melihat kelakuan anaknya dan memintanya segera untuk meminta maaf, tetapi keponakanku justru kabur sambil berkata, “Jelek, jelek!”

Karena malu, orang tuanya yang notabene masih saudaraku akhirnya meminta maaf kepadaku dan pulang. Apa wajahku ini memang begitu jeleknya? Membuatku dilarut dalam kesedihan yang luar biasa. Aku langsung menutup pintu rumahku. Aku tidak berani bercermin, aku selalu sedikit ketakutan saat pertama kali memandang cermin.

Esoknya, mereka meneleponku dan berbicara sesuatu tentang anaknya.

“Maafkan kelakuan keponakanmu, aku sudah berbicara bahwa tidak boleh menyebut orang lain begitu.”

“Si kecil hanya membela dirinya, dan dia berkata, “Tidak, aku tidak bilang dia jelek, Bu!”.”

Aku sadar, ketika orang-orang menyebutku jelek, tidak ada yang benar-benar melihat kepadaku.

Keponakanku melanjutkan, “Di belakangnya…”

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Ingin me-request sesuatu untuk saya bahas/saya posting? Saya akan pertimbangkan saran pembaca semuanya. Saya membuka saran kalian di kategori jalan-jalan, atau masalah sosial, atau cerita horor. Pastikan tidak spam, promosi, atau request konten dewasa.

    Isi request kalian di sini:

    Surel Anda (wajib)

    Apa yang ingin Anda request, sebuah deskripsi singkat (wajib)

    Terima kasih. :)