Jujur Kepada Diri Sendiri

Beberapa banyak yang heran mengapa beranda media sosial saya bersih dari keluhan masalah-masalah pribadi. Beberapa bahkan pernah bertanya apakah saya pernah terkena masalah, saya menjawab tentu saja iya. Masalah pribadi saya bahkan segunung.

Kemudian beberapa orang bertanya kembali mengapa saya seakan-akan seperti tidak punya masalah, saya hanya tertawa sedikit kemudian saya bercerita tentang apa yang terjadi pada diri saya yang sebenarnya, lalu secara dramatis mereka spontan mengusap-usap punggung saya. Dude, relax…

Saya tahu sulit sekali mencari orang yang dapat diajak mendengar tanpa harus mendapatkan penilaian awal. Maka dari itu, saya membuat ramuan saya sendiri agar saya tetap terlihat bahagia.


Tips Lebih Bahagia Ala Anandastoon #2

Jujur Kepada Diri Sendiri

Sekarang kita masuk ke zaman di mana sebagian besar pengguna telepon selular sudah mengenal media sosial. Namun sayangnya, kita tidak siap untuk menyambut kecanggihan ini. Kita tidak pernah mendapatkan edukasi mengenai bagaimana mengendalikan media sosial yang baik dan benar. Lalu apa selanjutnya yang terjadi? Tabrakan, kecelakaan.

Betul bahwa setiap orang memiliki hak untuk memposting di jejaring sosial apa yang ia mau. Namun sebagai manusia yang bermartabat, seseorang pastinya tahu batasan yang telah ia pelajari semenjak ia masih duduk di sekolah dasar.

Hari ini begitu banyak orang-orang yang menyaksikan glamor seseorang di dunia maya tanpa ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Inilah kemudian mengapa dimensi tersebut dinamakan dunia “maya”.

Masalahnya, orang yang tidak siap dengan gadgetnya merasa dirinya tersaingi oleh koneksi di media sosialnya atau bahkan menjadi minder, meningkatkan rasa ketidakamanan sosial hingga krisis kepercayaan.

Saya mengenal seseorang yang memamerkan sepeda motor besarnya di profilnya, yang beberapa saat kemudian ia mendatangi saya untuk meminjam uang untuk menambal cicilan kendaraannya itu. Dude, what the he..?! Jadi apa yang selama ini kau pamerkan?

Saya tidak memberinya sepeser pun, sungguh. Saya bahkan pada waktu itu tidak punya kendaraan bermotor sama sekali, ditambah tidak dapat mengendarainya. Saya akhirnya dengan tegas untuk menggantinya dengan sepeda motor yang ‘lebih wajar’ untuk kondisi finansialnya.

Begitu banyak orang yang berlomba-lomba meraih gengsi dan status sosial dengan menjerumuskan mereka sendiri ke dalam jurang penderitaan bahkan sampai menyeret orang lain ke dalamnya. Padahal mereka tahu mereka belum dan tak akan mampu, namun sayangnya nafsu telah mengambil alih jalan hidupnya.

Mereka tidak jujur kepada diri mereka sendiri jika kehidupan mereka sedang dalam ‘episode’ masa sulit.

Saya memahami bahwa ada beberapa orang yang tidak tahan dengan pandangan orang lain terhadapnya hingga mereka pada akhirnya hilang kesadaran dan mengambil jalan-jalan pintas. Bagi yang tidak menemukan jalan pintas, mereka akan ditimpa depresi yang luar biasa.

Perlu dicatat bahwa, saat kalian tidak tahan dengan keadaan kalian lalu kalian memilih menjadi ular naga sebelum waktunya padahal kalian masih dalam tahap cacing, perlu diketahui itu akan merusak roda takdir kalian.

Roda takdir yang telah rusak akan membuat kehidupan kalian menjadi berantakan dan sulit untuk kembali normal.

Mungkin kalian akan berhasil meraih perhatian kerabat kalian saat kalian pamer, namun sebagian besar mereka bukanlah orang-orang yang akan melirik kalian saat kalian susah. Yang ada, mereka justru mempertanyakan mengapa barang yang dipamerkan tidak dapat menjadi pereda masalah kalian, hingga cenderung mengejek.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mengabaikan status sosial kita yang sedang rendah di hadapan orang lain? Banyak sekali. Sayangnya, sebagian besar kita tidak terpikirkan apa itu dan lebih condong kepada materi.

Padahal, mengakui diri sendiri masih dalam masa-masa sulit adalah suatu tahap awal yang sangat membantu. Kemudian kita dapat berusaha untuk memutar roda takdir kita pelan-pelan dengan memberikan hasil lebih dari apa yang kita gemari.

Daripada mendengarkan celotehan yang membuat kita minder, lebih baik mendengarkan celotehan yang membuat kita lebih baik.

Racun dan obat sama-sama pahit, namun keduanya adalah hal yang jauh berbeda.

 

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap