Menulis ReviewSaat kita menggunakan sebuah layanan apa pun, biasanya kita meninggalkan kesan yang beberapanya seperti harus diutarakan. Baik pengalaman positif atau negatif. Dan kesan yang diutarakan inilah yang kemudian disebut dengan ‘review’, atau ulasan.

Hari ini, teknologi benar-benar sudah hampir menyertai kehidupan kita sehari-hari. Dan berkat teknologi tersebut, uneg-uneg yang kita benar-benar ingin sampaikan pun ikut terfasilitasi.

Saya sendiri terbantu dengan beragam ulasan di Google Maps sebelum saya pergi untuk ngebandel. Jika tempat yang saya datangi tersebut ternyata memiliki akses yang sangat tidak menyenangkan atau pelayanan yang sangat buruk, saya memilih tempat lain.

Namun sayang di sayang, masih cukup banyak orang-orang yang sepertinya tidak paham bagaimana cara memberikan review yang baik. Sering sekali saya melihat orang menulis review hanya “bagus”, “mantap”, “ok”, tanpa adanya detail yang benar-benar membantu.

Maka dari itu, saya berkeinginan untuk membuat panduan menulis review atau ulasan yang bermanfaat, dan tentu saja dapat benar-benar menolong orang.

Jangan salah, penulis review yang baik dapat menjadi bagian dari ‘pahlawan tanpa tanda jasa’.

Saya hanya terpikirkan lima, namun simaklah. 😉


1. Pahami metode review

Mohon maaf saya mulai dari yang paling klise, yakni memberikan review itu harus memperhatikan bagaimana kelakuan sistem review. Ada yang memakai bintang, atau emoji. Ada yang memakai 5 rating, ada yang memakai 10 rating.

Kebanyakan orang awam yang mungkin telah ‘terdoktrin’ sistem ranking di sekolah, menyangka bahwa bintang 1 adalah yang terbaik dan semakin besar rating adalah semakin buruk.

Maka dari itu tidak jarang kita saksikan banyak ulasan positif yang berbintang satu, atau ulasan negatif namun justru berbintang lima.

Atau juga beberapa dari kita bahkan ada yang kadang ‘meleset’ memberikan rating. Misalnya, kita telah terbiasa memberikan bintang lima untuk layanan yang sangat memuaskan, namun suatu saat bisa saja kita berikan bintang lima dari sistem rating yang berjumlah sepuluh.

2. Detailkanlah sedikit

Saya sebenarnya kurang menyukai review yang kurang dari dua kalimat, apalagi hanya berisikan satu atau dua kata saja.

Mengapa harus repot-repot memberikan keterangan review jika reviewnya hanya satu atau dua kata saja? Padahal memberikan bintang saja sudah cukup tanpa harus memberikan ulasan yang sangat tidak membantu.

Seorang pengulas atau reviewer akan dihargai jika menuliskan ulasan yang benar-benar pada tempatnya.

Seperti jika seorang pengulas menuliskan review tentang sebuah restoran, bukan hanya makanannya saja yang ia review, namun bagaimana kualitas layanan, fasilitas, dan kemudahan aksesnya.

Nyatanya memang kebaikan itu selalu membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga lebih. Namun setelah itu seorang reviewer akan menjadi favorit bagi banyak orang sebab reviewnya yang begitu lengkap dan menarik.

Bahkan tidak ada salahnya jika seorang reviewer menambahkan beberapa foto pelengkap apabila disediakan tempat untuk mengunggah foto dalam sebuah kolom ulasan.

3. Kritik bukan berarti harus merendahkan

Beberapa orang yang saya jumpai ternyata masih memiliki paradigma bahwa kritikus itu adalah orang yang ahli melihat yang buruk-buruk dalam sebuah produk.

Sangat disayangkan, beberapa orang mencoba memberikan kritik dengan menambah-nambahkan atau melebih-lebihkan sesuatu yang sedikit hanya agar mereka dipandang sebagai kritikus sejati.

Maka dari itu tidak heran jika beberapa kritikus kerap digambarkan sebagai orang yang menakutkan.

Padahal, kritikus itu seharusnya digambarkan sebagai orang yang pandai menilai segala aspek, bukan pandai mencari keburukan.

Seorang kritikus sejati dapat memberikan ulasan yang detail tak peduli sesuatu itu baik atau buruk. Jika memang ia harus memberikan ulasan positif, ia jelaskan mengapa ia memuji aspek tersebut. Begitu juga saat ia memberikan ulasan negatifnya.

Sebaliknya, sebuah nilai plus jika seorang kritikus memberikan toleransi seperti menambal beberapa kekurangan disertai dengan saran dan solusi yang ia dapat dari pengalaman serupa.

4. Tenangkan diri sebelum mereview

Hal terpenting dalam mereview apa pun adalah objektivitas.

Kita mungkin marah saat mendapatkan pelayanan yang sangat tidak menyenangkan, namun bukanlah hal yang baik jika kita langsung menulis review tentang hal itu dengan kalimat yang menyeramkan dan penuh emosi.

Atau kita mungkin sedang begitu bahagia dengan fasilitas yang disediakan di suatu tempat. Namun alangkah baiknya kita tidak menuliskan review dengan bahasa yang menggebu-gebu.

Review yang baik adalah mereka yang mencoba untuk netral.

Karena bisa jadi yang mereka tulis dengan menggebu-gebu itu hanya kebetulan atau tidak permanen, atau bahkan tidak sehebat yang ditulis serta cenderung melebih-lebihkan membuat orang lain menilai sang pengulas memiliki emosi yang kurang stabil.

Tidak masalah jika kita ingin lebih menjadi ekspresif. Tetapi yang saya tekankan di sini adalah untuk tetap dalam lingkaran penyampaian emosi yang wajar, seperti tidak sering menggunakan huruf kapital dan tanda seru yang berkepanjangan.

Lagipula, orang yang terlalu ekspresif akan dapat dengan mudah memberikan review yang sangat subjektif. Sebuah layanan yang harusnya cukup mendapatkan bintang tiga, namun ia langsung berikan bintang satu.

5. Pikirkan jika ingin memberi rating terendah

Tidak ada orang yang ingin dinilai dengan sangat buruk. Jadi sangat disarankan jika ingin memberikan rating terendah seperti bintang satu, pastikan memang hal itu layak untuk diberi bintang satu.

Tips dari saya sebelum memberikan bintang satu, sebaiknya mencari dahulu celah untuk melakukan perbaikan.

Contohnya, saat kita bertemu seorang staf yang tidak ramah dan tidak menyenangkan, daripada langsung memberikan bintang satu untuk bisnis tersebut yang pastinya akan memberikan dampak buruk bagi seluruh staf di perusahaan tersebut, lebih baik untuk mencari layanan aduan pelanggan untuk melaporkan ketidaknyamanan yang dialami.

Kecuali jika memang sudah tidak ada harapan lagi untuk dilakukannya perbaikan, dengan memberikan bintang satu diharapkan dapat memberikan ‘pukulan’ kepada bisnis tersebut agar terus berimprovisasi. Dengan catatan, memberikan bintang satu sebagai pilihan jalan yang paling terakhir.

Bonus: Jujur

Tantangan terberat yang harus dihadapi oleh setiap reviewer dalam memberikan ulasan adalah kejujuran.

Ada beberapa reviewer yang cenderung condong ke salah satu hal sebab ada faktor lain.

Contohnya, seorang reviewer tidak jujur menulis review karena diiming-imingi upah jika menulis review yang baik untuk sebuah bisnis.

Atau sebaliknya, seorang reviewer tidak jujur menulis review sebab takut akan teror dari pemilik bisnis jika ia menulis review yang buruk untuk bisnis tersebut.

Bahkan, beberapa reviewer akan menambahkan drama yang menjadikan ia tidak jujur dalam menuliskan reviewnya.

Dalam sebuah kasus, saya seringkali mendengar orang yang enggan memberikan bintang lima sebab dirasa itu terlalu sempurna. Padahal ia sendiri tidak mengetahui apa perbedaan bintang empat dan bintang lima itu sendiri dalam skalanya.

Inilah mengapa review yang jujur cukup sulit ditemui.

Jadi, jika memang sebuah bisnis layak diberikan bintang satu, berarti memang harus diberi bintang satu. Jika belum layak diberikan bintang lima, seharusnya tidak diberikan bintang lima.

Sebagai penutup, saya memiliki standar rating (5 bintang) yang saya deskripsikan dengan harapan dapat membantu kalian untuk memberikan rating yang pas saat mereview:

5 Bintang: Sangat memuaskan dan menyenangkan hati. Sekalipun ada kekurangan, itu benar-benar minor dan sangat tidak mengganggu.

4 Bintang: Ada kekurangan yang begitu signifikan, namun masih minor dan dapat dengan mudah dimaafkan dan ditutupi oleh faktor positif lainnya.

3 Bintang: Kesalahan yang terjadi cukup mengganggu, namun jumlah faktor positifnya juga sama kuatnya.

2 Bintang: Kekurangannya sudah sangat banyak dan sepertinya ada yang tidak dapat dimaafkan begitu saja. Tetapi masih ada kelebihan yang mendapatkan tempat di sanubari.

1 Bintang: Tidak ada kelebihan, atau kekurangannya sudah begitu parah hingga menutup setiap kelebihan yang tersisa. Tidak ada celah dan harapan untuk diperbaiki serta orang-orang harus menghindari layanan atau tempat ini.


Saya pun suka membaca review, semoga setelah ini saya dapat memberikan lebih banyak pelangi di setiap ulasan yang saya baca. 🤗

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas