Review Film Ralph: Breaks The Internet

Review Film Ralph: Breaks The Internet

RALPH BREAKS THE INTERNET: WRECK IT RALPH, sebuah sekuel Disney dari Film video permainan retro Wreck It Ralph, di mana kali ini sekuelnya berlokasi bukan lagi di kios-kios game, melainkan di internet. Biasanya sekuelnya Disney itu jelek, tapi yang ini mungkin pengecualian.

Saya tipikal orang yang tidak begitu suka nonton bioskop. Bukan karena jarang ada film yang bagus, tapi karena memang tidak hobi saja hehe… kecuali kalo diajak seperti sewaktu saya menonton film “Annabelle Creation” di mana tiketnya dibelikan oleh teman saya. Tapi saya jujur puas dengan filmnya waktu itu.

Film ini sudah saya tunggu-tunggu bahkan ketika masih Agustus! Alasannya karena 1, film ini berani. Bahkan trailernya pun saya lihat, film ini menampilkan banyak produk-produk besar milik orang lain seperti Facebook, Line, Twitter, dst, dst… ditambah lagi, ada adegan inces-inces sama karakter Star Wars. UoU!

Jujur, ini adalah film pertama yang dari trailernya saya selalu mencari-cari episode trailer yang baru hehe, karena tumben-tumbenan saya begitu excited begini. Hingga hari H, saya menonton di Pejaten Village XXI dengan alasan dekat halte busway dan dekat dari rumah. Jadi pulang kerja bisa langsung cusss…

Eh, bahagia banget saya akhirnya beli tiket sendiri, biasanya dibeliin mulu hahah. *pamer


OK, reviewnya mulai dari sini.

Bagi yang belum menonton filmnya, lebih baik langsung ke bagian paling bawah artikel ini, alias langsung ke kesimpulannya saja. Kecuali bagi yang memang tidak tertarik untuk menonton hehe…

Keseruan: 9/10

Spoiler (blok tulisan berikut untuk membacanya):

Adanya adegan yang terinspirasi oleh Fast & Furious beserta karakternya (SHANK) yang langsung diisi suaranya oleh Pemain FF (GAL GADOT) menambah nilai action yang sangat kental untuk film semua usia. Disney benar-benar membuat permainan Slaughter Race dengan tanpa ampun.

Baru saja masuk adegan permainan tersebut, saya agak banyak dibuat kaget dengan banyak mobil yang tiba-tiba langsung meledak dan bertabrakan dengan kereta atau tangki minyak. Apalagi adegan ketika balap-balapan antara Vanelope dengan Shank yang benar-benar kreatif, mengacuhkan si Ralph yang teriak-teriak gak karuan.

Keseruan berikutnya adalah ketika virusnya Double Dan menyerang permainan Slaughter Race. Lalu setelah berhasil menyelamatkan diri dari permainan yang sudah terinfeksi teresebut dengan suatu batas waktu, virus Ralph kemudian memenuhi internet dan mengejar-ngejar Ralph, Vanelope, dan Yesss hingga mengacaukannya ke Gedung Pinterest serta merobohkan tiang Wikipedia. Saya pikir tadinya ada globe yang menjadi logo Wikipedia kemudian bikin efek domino membuat hancur gedung-gedungnya hehe…

Tetapi dari awal pun, hanya adegan mengeluarkan colokan listrik dari stop kontak saja sudah buat keseruan sendiri di mana para karakter Sugar Rush berupaya melarikan diri jika tidak ingin terjebak di sana atau mati sementara. Nice touch, Disney…

Alasan bintang hanya 9 dari 10 alias kurang 1, keseruannya sedikit tanggung hehe… mungkin akan saya jelaskan lebih di bagian penilaian kategori ceritanya, juga ada beberapa part yang sedikit buat boring. Termasuk agak lama juga saya menunggu karena adegan masuk internetnya perlu menunggu waktu yang agak lama.


Humor: 8/10

Spoiler:

Saya cukup sering mendengar tawa penonton dari belakang (saya memilih duduk kursi di baris ke-empat dari depan), begitu juga dengan laki-laki di seberang saya yang sering tersenyum-senyum dengan tampak giginya yang putih kinclong itu. Saya jadi malu punya gigi kuning begini, gegara malas gosok gigi kali ya waktu saya SMP. Wait, kok jadi ngomongin gigi?

Humor-humornya cukup menembak hingga saya pun tidak hanya tersenyum, namun tertawa lepas. Satu lagi humor a la Disney yang benar-benar dipak dengan cukup brilian. Humor yang tidak terlalu mengada-ada dan realistis, bahkan hanya sekedar pop-up iklan internet pun.

Disney cukup peka memanfaatkan lingkungan sekitar dicampur dengan tren yang pernah atau sedang berlangsung di internet. Bahkan kehidupan sang inces-inces Disney yang sepertinya puas banget kehilangan emak mereka masing-masing.

Alasan bintangnya kurang 2, ada beberapa humor yang garing dan agak dipaksakan. Tapi tidak mengapa, intinya selera orang terkadang berbeda. Dari awal saja sudah ada humor yang sepertinya terlalu awal untuk dimasukkan dan beberapa terkait SARA, ehm, maksud saya huruf A terakhir dari SARA, yaitu menyinggung-nyinggung anatomi tubuh. Namun bagi yang tidak sensitif ya tidak mengapa sih.

Di sini juga ada humor berbohong yang saya kaget mengapa Disney memasukkan humor yang agak tidak bisa ditoleransi ini seperti humor berbohong sedang mengerjakan PR, humor pengalihan, dan humor-humor gelap seperti bermain-main dengan pemain game online dengan agak kasar.

Oh iya, itu kok bajunya Ralph bisa ikutan robek waktu dia pake baju inces?


Musik: 8/10

Spoiler:

Bukan Disney sepertinya jika tidak menyuntikkan mejik ke dalam aura film-filmnya. Dari awal saja musiknya sudah buat kalem dan menenangkan, selaras dengan visualnya. Di sini hanya ada satu soundtrack, Vanelope yang bernyanyi, setelah diberikan tips-tips oleh para incess…

Beberapa musik, maksud saya alunan suara di latar belakangnya masih terngiang-ngiang di kepala saya. Ingin nanti jika sudah tidak tayang di bioskop lagi, saya ingin mencari playlist skor musikalnya di Youtube. Sumpah, itu musik-musik latar belakangnya sudah seperti perangko saja, menempel terus di kepala saya.

Alasan bintangnya kurang 2, jujur soundtrack yang dinyanyikan Vanelope agak ‘nggak banget’. Oke, dari nadanya, memang menarik dan cukup nyaman di dengar. Tapi… serius, liriknya sangat-sangat dipaksakan. Kamu menyanyikan musik merdu di tengah permainan mematikan? Meskipun auranya berubah jadi mejik, tapi itu tidak menyelamatkan ke-cringe-an saya pada lagunya. Flaw terbesarnya hanya itu saja.


Cerita: 6.5/10

Spoiler:

Berawal dari setir Sugar Rush yang rusak dan para karakter permainan ingat ada eBoy-eBoy apa gitu tempat untuk membeli setirnya. Jadilah mereka masuk ke stopkontak yang ada WiFinya. Akhirnya saya baru tahu secara visual bagaimana WiFi bekerja hahah. Nilai edukasinya bagus.

Ceritanya sangat terjalin dan masuk akal. Disney berhasil membuat karakter-karakter mayornya benar-benar membekas karena karakternya yang benar-benar murni seperti kehidupan nyata, meskipun itu hanya tokoh spam (JP SPAMLEY) yang mengantarkan Ralph ke gerbang Dark Web/Dark Net. Dari sini saya merasa kasihan kepada popup-popup iklan yang dibanned oleh AdBlock. Tapi memang popup iklan itu menyebalkan sih.

Begitu juga dengan Yesss, kepala algoritma BuzzTube. Bukan, ini bukan Buzzfeed atau Youtube, ini hanya situs khayalan. Namun karakternya benar-benar melekat dan seakan nyata. Ini kelebihan Disney dan Pixar yang benar-benar saya suka. Adegan mengharukannya pun dikemas dengan brilian.

Alasan saya kasih nilai agak rendah di sini, serius, antiklimaksnya seperti Frozen. Ya udah, tiba-tiba selesai bahkan sebelum saya sempat bernafas sekalipun. Bahkan saya tidak tahu kemana virus yang menyebarkan wabahnya pergi. Semua sudah selesai. Tidak ada lagi kabar Double Dan setelah itu, dan sangat menggantung.

Kemana film-film Disney yang membunuh para antagonisnya dengan sangat kejam? Bahkan di Wreck It Ralph versi pertama saja pun, King Turbo hancur oleh lahar dengan sekarat yang cukup memuaskan. Ini? Jujur, KZL, ZBL, semua jadi satu. Kemudian pesan moralnya tidak terlalu jelas, hanya sebuah persahabatan yang cukup klise. Oh, please, don’t!

Dan, ini adalah suatu hal yang membuat saya agak bingung. Ini adalah perpaduan nyata dengan fiksi. Oke, untuk Google, Facebook, Instagram, Twitter, dll itu benar ada. Namun BuzzTube? KnowsMore? Apa ini sebuah seni penggabungan dari universe yang terpisah? Btw, wordpress nggak ada, jadi saya aman nulis ini hehe…


Animasi: 20/10

Spoiler:

Serius, saya tidak tahu jika ada perusahaan animasi lain yang bisa mengalahkan film ini. Mungkin tidak terlalu hebat, tapi benar-benar merefleksikan visualnya secara nyata. Sudahlah saya cukup menganga ketika mereka membutuhkan 130 jam untuk merender proses pembuatan istananya Elsa sewaktu menyanyikan lagu Let It Go. NAH YANG INI BERAPA LAMA??!!!

Sinematografinya membuat haru, karena terlalu mewahnya pencahayaan dan efek-efek visual yang diberikan. Saya bahkan tidak bisa membedakan mana animasi dan mana beneran ketika Shank melakukan adegan menerobos terowongan apinya.

Belum cukup saya dibuat kagum dengan itu, proses virus-virus Ralph yang kemudian menyatu jadi monster benar-benar cukup buat mata saya hampir lepas karena kagumnya. Ditambah, kehadiran para inces di bagian akhir ketika menyelamatkan Ralph di bagian akhir, film ini benar-benar surga visual. Hanya saja hati-hati Trypophobia atau fobia dengan lubang-lubang. Itu mungkin akan menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.

Alasan saya menjebolkan nilainya menjadi 20, lihatlah sendiri nanti ~ Selamat menonton…


 Nilai keseluruhan: 9/10

Kesimpulannya, film animasi Ralph: Breaks The Internet merupakan film yang kaya visual, karakter, dan humor. Namun, tipikal film Disney akhir-akhir ini, antiklimaks itu loh… nggak banget. Belum lagi ada beberapa plotholenya yang membuat penonton mungkin bertanya, “Nah terus itu gimana? Nah itu kok tiba-tiba bisa ke situ/bisa tahu?”

Mungkin karena Disney ingin “pamer” visual yang benar-benar berhasil pada kali ini, plot ceritanya agak sedikit dikorbankan. Bahkan plot twistnya, saya benar-benar tidak ingat sama sekali jika memang film ini memiliki plot twist. Kecuali satu di bagian antiklimaks oleh seorang inces Disney.

Tapi bener-bener sangat worth untuk ditonton, setidaknya meskipun hanya sekali. Terutama bagi kalian yang benar-benar fans visual dan sinematografi, kalian akan dibuat mati bahagia melihat animasi dan visualnya. Bhahah.


Oh, saya menulis ini setelah saya tonton filmnya. Semoga internetnya sedang dalam kondisi aman dan sentosa, serta tidak ada Ralph di dalamnya. Next, jika internet saya tiba-tiba hang, saya akan auto-nyalahin Ralph hehe…

1 Komentar:

  1. Hahaha keren banget yah spoilernya.
    Wah ini sih harus banget masuk waiting list very soooon.

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Ingin me-request sesuatu untuk saya bahas/saya posting? Saya akan pertimbangkan saran pembaca semuanya. Saya membuka saran kalian di kategori jalan-jalan, atau masalah sosial, atau cerita horor. Pastikan tidak spam, promosi, atau request konten dewasa. Atau bisa juga request fitur blog atau bahkan komplain.

    Isi request kalian di sini:

    Surel Anda (wajib)

    Apa yang ingin Anda request, sebuah deskripsi singkat (wajib)

    Terima kasih. :)