Lampu LED

urban legend by : anandastoon

Selain hemat energi, lampu LED memiliki intensitas cahaya yang cukup terang. Bahkan portable atau dapat dibawa kemana-mana hanya dengan baterai.

Aku dapat dikatakan sebagai pengoleksi lampu-lampu LED, lampu di pagar rumahku saja memakai LED dengan tenaga surya jadi dapat hemat listrik. Aku bahkan sudah tidak mengenal lagi apa itu tubelamp ataupun bohlam. Semuanya serba LED.

Di kamar tidurku, kuhias dinding dengan LED yang berwarna-warni, semuanya berwarna cerah. Tidurku pun menjadi semakin nyenyak.

Namun suatu malam aku dikejutkan oleh bunyi sesuatu hingga aku terbangun. Aku tidak melihat sesuatu kecuali dinding kamarku yang berhiaskan lampu LED yang berwarna-warni, ada merah, kuning, hijau, dan biru.

Aku pikir tadi hanya suara tikus nakal. Jadi aku melanjutkan kembali tidurku.

Namun kemudian keringatku deras mengalir, melumuri ketakutku yang datang tiba-tiba.

Aku memang menyenangi warna cerah, tapi apa menurutmu warna merah adalah warna cerah? Aku tidak ingat ada lampu LED merah di kamarku, apalagi sampai dua buah.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap