Lucunya Anak Kita

oleh: anandastoon

Album itu kembali kubuka. Pancaran kebahagiaan mengalir dari setiap foto-fotonya.

β€œPah, lihat anak kita pah…” Aku memanggil suamiku. Dia lantas menghampiri.

β€œDia benar-benar menggemaskan, lucunya anak kita mah. Kita seharusnya benar-benar beruntung memiliki anak seperti ini.” Suamiku menambahi pembicaraanku.

β€œEh, lihat!” Sambungku setelah membuka beberapa halaman. β€œIni kan sewaktu dia mengencingi tetangga kita. Aduh, malunya luar biasa pada saat itu. Tetapi mengapa aku justru sempat-sempatnya foto dia ya?”

β€œTapi tidakkah kau lihat? Tawanya, pipinya yang gemuk, rambutnya yang agak ikal, kulitnya yang putih, tidak semua orang punya.”

Kami tertawa sejenak. Kemudian kembali membolak-balik album. Setelah selesai melihat isinya semua, aku mendesah, lalu menutupnya.

Aku mengakhiri pembicaraan, β€œItu dulu sebelum dia menjadi dewasa dan membuang kita ke panti jompo.”

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke X
πŸ€— Selesai! πŸ€—
Punya uneg-uneg atau saran artikel untuk Anandastoon?
Yuk isi formulir berikut. Gak sampe 5 menit kok ~

  • Anandastoon punya rubrik baru spesial untuk para neurodivergent, termasuk ADHD dan autisme, khusus untuk yang telah dewasa berusia 30 tahun lebih.
    Sila klik di sini untuk meluncur ~

    0 Jejak Manis Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Anggap rumah sendiri, utarakan uneg-uneg kalian.
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. πŸ˜‰

    Kembali
    Ke Atas